Langsung ke konten utama

Kisah Lelaki dan Kencan Pertamanya (7)




Malam pertama bertemu dengannya membuatku sadar satu hal. Perempuan beralis indah itu punya sisi yang berbeda. Sisi yang berbanding terbalik dengan kesan pertama yang kukenal. Jutek dan dingin. Dirinya yang aku lihat langsung benar-benar pribadi yang hangat dan ramah. Setiap kali dia berbicara aku melihat sisi yang selama ini tak kulihat terbuka pelan-pelan.

Dia juga orangnya lembut dan lucu. Berbeda sekali dengan anggapanku sebelumnya. Dia banyak bicara dan bisa bercerita tanpa kutanya. Aku kemudian tahu hobinya dan alerginya terhadap rokok. Dia pribadi yang menyenangkan dan aku jatuh cinta pada pandangan pertama.

Aku tak bisa menahan keinginan untuk bertemu dengannya lagi. Siang ini aku hanya bisa mendengarkan suaranya di Radio Volare. Tempat dia selama ini menjadi penyiar sejak tahun 2010 lalu. Suaranya pantas saja sangat familiar. Suara inilah yang selalu aku dengar saat menyalakan radio.

Radio Volare memang sudah aku dengar sejak SMP belasan tahun yang lalu sampai sekarang. Tanpa pernah aku tahu bahwa di radio inilah aku menemukan perempuan yang 'berbeda' dari banyak perempuan yang aku kenal sebelumnya. Dia yang punya beberapa kepribadian di satu tubuhnya. Aku ingin mengenalnya lebih dekat. Lebih dekat lagi. Ingin menggenggam tangannya. Menyentuh alisnya. Menjadikannya milikku selamanya.

"Selamat siang buat Putra yang sekarang lagi kerja, selamat makan siang ya?"

Aku terkejut lagi. Dia menyapaku dengan suaranya yang lembut itu. Dia mengingatku. Seperti aku yang sedang mengingatnya sekarang. Dadaku menghangat dan sesak. Pertama kalinya ada perempuan yang memberikan perasaan yang teramat aneh seperti ini. Aku sudah berkali-kali jatuh cinta lalu patah hati. Tapi perempuan inilah yang membuatku kacau dan senang diwaktu yang sama.

Kuraih ponselku. Kukirim pesan melalui WeChat untuknya.

"Sudah makan siang?"

"Belum, bawain dong."

"Mau dibawain apa?"

"Telur sama sayur cukuplah."

"Tunggu ya."

Aku merasa ada harapan untukku.masuk dalam kehidupannya. Apakah ini jawaban semua doaku? Inikah perempuan yang harusnya aku temukan sejak dulu?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan