24 Oktober 2013

Kisah Lelaki dan Gelang Pengikatnya (14)

Dia bilang dia mau gelang. Permintaan yang aneh. Dia mengiyakan ajakanku untuk melanjutkan masa depan bersama-sama dan hanya meminta sebuah gelang. Setelah aku tak bisa memberikan sebuah cincin yang dia inginkan. Bagaimana mungkin aku membelikan sebuah cincin emas sedangkan jemarinya sangat kecil. Aku masih bisa merasakan sentuhan tangannya saat pertama kali aku bersalaman dengannya. Tangannya terlalu kecil untuk ukuran seorang perempuan dewasa dan jemarinya itu. Aduh membuatku gemas dan ingin mengecupnya. Jemarinya seperti jari anak-anak. Aku yakin tak akan mudah menemukan cincin yang cocok dengan jari manisnya. Jari yang akan mengikatnya menjadi pendamping hidupku selamanya.

Aku ingin dia untuk selamanya. Selama umur masih mempersatukan kami berdua. Memiliki banyak anak yang lucu dan manis seperti dia. Dia yang telah membuat bara api cinta di hatiku menyala dalam sekejap. Katakanlah ini cinta pada pandangan pertama. Aku memang mengalaminya dan dia telah mencuri segenap hati yang aku punya. Untuk pertama kalinya aku tergila-gila seperti ini dan kehilangan akal sehatku. Seakan-akan dia telah membacakan mantra untuk membuatku mencintainya dalam waktu sekejap. Berikan aku satu kehidupan dan akan aku cintai dia untuk selamanya.


Dia memilih gelang di sebuah toko oleh-oleh Khas Kalimantan Barat yang ada di Jalan Pattimura. Sebuah gelang yang sangat murah. Tak akan kuberitahukan harganya padamu. Karena cukuplah aku dan dia saja termasuk pedagangnya yang tahu. Terlalu murah untuk melamar seorang perempuan. Perempuan seperti dia. Dia berbeda. Gabungan dari banyak perempuan yang pernah hadir dalam kehidupanku. Bahkan dengan beberapa tambahan di banyak sisi. Apalagi satu hal yang sangat penting. Dia mengiyakan lamaranku begitu saja. Seperti seseorang yang membalas ucapan terima kasih dengan sebuah ‘sama-sama’. Semudah itu. Seperti sambil lalu. Membuatku bertanya-tanya. Apakah perempuan ini serius dengan ucapannya? Sebelum aku mencubit tanganku dia sudah menyunggingkan senyumnya sesaat setelah gelang itu berada di pergelangan tangan kirinya. Dia menatap mataku dengan tajam. Tatapan yang tak bisa kumengerti. Tapi aku bahagia. Bisa mendapatkannya. Perempuan bermata cokelat dan beralis indah itu.

Related Posts

Kisah Lelaki dan Gelang Pengikatnya (14)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.