9 Oktober 2013

Kisah Lelaki dalam Diamnya (3)




Beberapa hari aku hanya bisa menatap wajah pemilik alis indah itu. Wajahnya yang dingin menyatakan dengan jelas bahwa dia bukan perempuan yang mudah untuk didekati. Ah... seandainya aku bisa menyentuh kedua alisnya dengan jemariku. Menyentuhnya secara langsung. Rasanya itu sudah cukup bagiku.

Keberanianku menurun drastis mengingat cara dia menjawab pertanyaanku beberapa hari sebelumnya. Dia tak hanya sulit didekati, dia juga sulit diajak bicara.

Momen yang dia update berikutnya tak berani aku komentari. Hanya aku baca dan lihat-lihat saja. 

Menginginkan perempuan ini tentunya mustahil bagiku. Lagi-lagi aku memikirkan sesuatu yang tak mungkin terjadi. Aku terpesona sedemikian kuatnya tetapi sedemikian besar pula penolakan yang aku dapatkan.
Bagai pungguk merindukan bulan. Hingga sebuah momen menjadi penyelamat segalanya.

@honeylizious

Followers