14 Oktober 2013

Kembali Membuat Prakarya




Hobi yang satu ini ternyata tak pernah hilang dari diri saya. Selain suka menyulam, menjahit, saya juga suka belajar membuat prakarya yang lain. Tapi suka bukan berarti saya berbakat atau bikinannya bagus banget sampai mengalahkan seisi dunia. Bukan. Biasanya hasil karya saya yang acak-kadut itu akan dengan bangganya saya gantung di paku dinding rumah Uwan yang suka menyembul entah bekas menggantung apa. Kalau tak ada paku nganggur saya akan segera menemukan paku dan palu yang disimpan Aki.

Di rumah dari semua saudara saya bahkan termasuk sepupu, saya memang yang paling ‘kreatif’. Kalau dibelikan mainan elektronik atau benda yang ada sekrupnya saya dengan senang hati mencari obeng, masih milik Aki, dan mulai membongkar isinya. Saya pintar sekali membuka semua sekrup itu, tapi jangan harap saya bisa membuatnya kembali seperti semula. Untungnya hobi saya bermain dengan ‘kerativitas’ tingkat dewi itu tidak membuat saya dimarahi. Saya tetap saja bermain dan membengkel sendiri. Ada-ada saja yang saya bongkar hingga akhirnya saya tidak dibelikan mainan yang ada sekrupnya. Hahaha…

 


Tapi kalau tidak karena hobi tersebut siapa lagi yang akan dimintai tolong untuk membetulkan peralatan listrik yang ada di rumah. Misalnya kabel yang lepas dari tempat colokan atau memasang lampu. Sekarang sih sudah jarang main dengan alat elektronik. Sekarang saya lebih suka membuat prakarya. Semacam bros atau bunga buat jilbab. Seperti yang tadi malam saya pelajari. Seharusnya saya menggunakan pinset agar hasilnya lebih rapi. Butuh latihan panjang sepertinya supaya bentuknya benar-benar rapi dan indah. Siap-siap saya spam di instagram foto prakarya saya lewat. Hehehe…

@honeylizious

Followers