31 Oktober 2013

Kamu Tidak Ikut Tes PNS?


Akhirnya pertanyaan ini muncul juga. Lagi. Dan lagi. Entah sudah berapa kali pertanyaan ini muncul di telinga saya. Sederhananya sih begini menurut saya pribadi. Mau jadi PNS atau tidak, saya masih hidup dan saya lebih senang tidak menjadi PNS. Banyak sekali alasan yang bisa saya jabarkan untuk pilihan saya ini. Saya tidak suka mengenakan seragam. Saya tidak suka terikat jam kerja yang panjang. Saya tidak suka menghabiskan waktu terlalu lama di ruang kerja di luar rumah.

Tapi kan PNS ada tabungan pensiunnya?

Saya selalu yakin Tuhan tidak akan menutup rezeki untuk orang yang mau berikhtiar untuk mencari rezekinya di dunia ini. Menjadi PNS atau tidak, masih banyak yang bisa makan. Lalu masalah pensiun sebenarnya saya pikir ini hanya soal menyiapkan masa tua masing-masing. Bukankah pensiun itu sesuatu yang sudah diketahui banyak orang. Orang sudah tahu suatu hari dia akan menua dan tak mampu bekerja lagi. Begitu juga diri saya yang sekarang.

Tabungan pensiun kan bisa disiapkan sejak sekarang? Saat masih muda? Saya lebih suka berada di rumah. Menghabiskan waktu sebanyak mungkin buat keluarga dan punya cara sendiri untuk menghasilkan uang. Memang kerjaan saya tidak terlihat nyata oleh sebagian orang yang lahir 60-70 tahun lalu. Tapi saya pikir hasilnya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa saya bisa mendapatkan penghasilan lebih dari PNS yang tamatan S1.

Sebenarnya saya bisa menjawab dengan singkat. Tetapi jawaban singkat seperti itu akan sangat menyebalkan. Saya bisa saja mengatakan bahwa saya tidak tes PNS. Titik. Tidak pakai koma sama sekali. Saya tidak suka mengorbankan waktu saya sedemikian panjang untuk berangkat kerja pagi-pagi dan pulang sore hari hanya untuk menerima sedikit uang dari manusia, bukankah jauh, jauh sekali, sebelah sana jauh, jauh lebih baik saya berada di rumah, tetap menghasilkan uang, bisa merawat suami, bisa menyelesaikan pekerjaan rumah. Bisa berada di sisi anak-anak saya setiap hari tanpa ada gangguan sama sekali? Tak ada pekerjaan kantor yang membuat saya stress dan marah-marah di rumah?

Lagi pula bukankah tugas menafkahi keluarga adalah tugas suami? Meskipun begitu saya tetap akan menghasilkan uang dari semua usaha online saya kok. Saya hanya butuh sebuah ruangan di dalam rumah, seperangkat alat yang akan membawa saya berselancar di dunia maya, dan sebuah sepeda motor untuk mengantar dagangan saya. Penghasilan saya dari satu jam bekerja mengantar barang dagangan setelah membelinya di toko itu jauh lebih besar dari guru mana pun.

Saya bisa libur kapan pun saya mau. Bahkan saya bisa mengambil cuti untuk bulan madu selama sebulan penuh. Saya sudah mengatakan saya ingin hidup dengan cara saya dan tidak ingin menyesal mengambil keputusan hanya karena pandangan orang lain. Pandangan bahwa PNS lebih menjamin kehidupan. Apakah hidup hanya soal mengejar uang? Tidak perlu menjaga hubungan dengan suami dan keluarga? Bukankah berada di rumah dan melayani suami itu jauh, jauh lebih baik dan jauh lebih berkah dari PNS mana pun? Bahkan bonusnya lagi saya bisa punya penghasilan jauh dari PNS yang sesuai dengan pendidikan saya.

Untuk apa saya mengorbankan banyak hal berharga dalam kehidupan saya hanya demi uang yang tak seberapa? Hanya karena ada tabungan pensiunnya? Hanya karena setiap bulan sudah pasti terima uang? Berapa banyak waktu yang akan habis untuk itu semua. Bagi saya pengorbanan seorang PNS tak sebanding dengan hasil yang didapatkan setiap bulannya.


Jadi saya tidak akan tes PNS, saya hanya akan menikah dalam waktu dekat ini dan menjadi istri siaga buat suami saya.

@honeylizious

Followers