Langsung ke konten utama

Jangan Tanyakan Berapa Gaji yang Saya Mau

WeHeartIt

Siang itu tiba-tiba saja ada yang menyapa saya di Yahoo Messenger. Meskipun sudah banyak sekali aplikasi chat yang terinstal di smartphone. Saya pikir YM tetap tak tergantikan posisinya oleh banyak platform yang menyediakan aplikasi untuk berbagi pesan dan file. Dia menawarkan untuk menulis 50 artikel setiap hari di sebuah web dengan tema tertentu dan harus lolos copyscape. Artinya dia tak mau mendapatkan artikel yang copy paste. Saya pikir menuliskan artikel dengan tema tersebut bukan masalah yang besar apalagi hanya untuk meloloskan tulisan dari copyscape. Dengan gamblang juga dia menjelaskan bahwa kita bisa meminta gaji yang sesuai dengan keinginan kita.

Menggiurkan bukan? 50 artikel dan kita bisa meminta gaji sesuai yang kita inginkan. Tentu saya mengukur harga sesuai dengan artikel yang biasa saya dapatkan dari beberapa penyedia jasa iklan yang biasanya memberikan bayaran 80.000-1.000.000 untuk setiap artikel yang nantinya ditulis. Namun karena ini kerjanya borongan, 50 artikel setiap hari, tentu saya tak bisa menyamakan harganya. Jadi saya perhitungkan saja 25.000/artikel sehingga didapatlah angka 1.250.000 gaji perhari yang saya inginkan. Untuk menulis 50 artikel setiap harinya tanpa copypaste saya rasa 25.000 adalah harga yang sangat murah.


Kemudian yang terjadi adalah mereka menolak tawaran gaji yang saya inginkan karena dana mereka tidak mencukupi. Kalau memang demikian saya rasa seharusnya mereka tidak perlu memberikan penawaran 'berapa-gaji-yang-diinginkan-penulis-artikel?'.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma