24 Oktober 2013

It's All About Deadline


Membuat deadline jangan kepalang tanggung. Kalau bisa sepertiga dari waktu yang kita butuhkan untu menulis. Karena saya pernah membaca bahwa manusia biasanya hanya mencapai setengah dari targetnya. Jadi kalau misalnya kita menargetkan akan kelar membaca Al-Quran dibulan Ramadhan bisa mencapai 6 kali khatam biasanya yang akan terjadi adalah kita akan menyelesaikan 3 kali saja. Syukur kalau memang sesuai dengan yang kita targetkan. Itu lebih baik lagi.

Begitu juga saya pikir mengenai deadline. Semakin panjang yang diberikan untuk menyelesaikan sebuah tulisan kita akan semakin manja. Merasa waktu masih sangat banyak untuk menyelesaikannya. Padahal coba deadline itu kita perpendek dan kita anggap sebagai sebuah hutang. Bagaimana jika hutang tidak dibayar? Siap-siap ada yang mengetuk pintu kita dan membawa banyak algojo yang siap menyantap kita jika kita tak membayar semua hutang tersebut.

Menulis memang harus kita biasakan dengan membuat deadline, kalau memang punya waktu menulis setiap hari menulislah setiap hari. Setidaknya 30 menit saja dalam sehari. Entah itu dua sampai tiga halaman. Coba bayangkan kita menulis 3 halaman sehari, satu bulan kita sudah menyelesaikan 90 halaman. Novel biasanya terdiri dari 100-150 halaman sudah cukup. Kalau memang ingin menulis lebih panjang tentu saja akan jauh lebih baik. Dengan satu spasi. Cukup rapat memang. Tapi tak ada yang tak mungkin selama kita mau mencoba. Rasanya sayang jika banyak waktu kita yang terbuang sia-sia hanya untuk hal-hal yang tak kita perlukan.


Apa yang kita perlukan untuk menyelesaikan sebuah tulisan? Deadline. Tenggat waktu. Jadwal. Buatlah semua yang kita perlukan untuk benar-benar menyelesaikan tulisan tersebut.

@honeylizious

Followers