27 Oktober 2013

Dahlan Iskan Meninggalkan Sampah?


Sepanjang Jalan Gajah Mada sekarang penuh sekali oleh sampah yang bertaburan. Mulai dari sampah bekas minuman berupa kantong es, ada pula yang bekas minuman kemasan. Gelas dan botol bertaburan di mana-mana. Tadinya saya pikir ada demo di Jalan Gajah Mada. Saat mengingat kembali baru saya sadar bahwa tadi Dahlan Iskan datang ke Pontianak dan banyak sekali orang yang juga datang ke tempat itu.

Satu hal yang memang seharusnya tidak terjadi adalah orang membuang sampah sembarangan. Sayang sekali sampah tersebut memenuhi jalan raya dan mengganggu orang yang lewat. Padahal tinggal masukkan ke tong sampah saja mengapa jadi sulit sekali untuk dilakukan. Di jalan raya saja orang tidak takut untuk meninggalkan sampah. Apalagi di Sungai Kapuas. Semakin banyak orang yang tak peduli dengan kebersihan. Lama kelamaan nantinya Pontianak bisa-bisa isinya sampah semua.

Coba tadi Dahlan Iskan mau mengajak warga membuang sampah pada tempatnya sebelum pulang pasti banyak warga yang mau mendengarkan dan membuang sampah pada tempatnya. Membahas hal-hal yang muluk-muluk rakyat belum tentu memahaminya dengan baik. Beda cerita kalau membahas sesuatu yang sederhana. Tadinya sih saya malah berpikir bahwa di Jalan Gajah Mada baru ada demo. Sebab jalanan seperti habis diserang massa yang habis mengamuk. Ternyata bukan begitu kejadiannya.

Mengapa masih saja membuang sampah sembarangan? Itu yang kadang tidak saya pahami dari banyak orang. Masalahnya bumi kita hanya ada satu. Kalau bukan kita yang melestarikan bumi ini siapa lagi. Tak terbayangkan jika kita sudah tak punya bumi yang bisa ditinggali dengan nyaman. Bagaimana mau nyaman kalau isinya sampah semua. Jalan Gajah Mada sudah cukup padat dengan kendaraan yang terparkir sembarangan. Tambah lagi dengan sampah yang memenuhi jalanan. Tugas berat buat tukang sapu jalanan esok hari.

Pernahkah kita membayangkan bagaimana keadaan orang yang menyapu jalanan setiap hari? Berapa tenaga yang akan dia butuhkan untuk menyapu seluruh sampah tersebut hingga jalanan bersih dari sampah. Entah sampai kapan Pontianak akan seperti ini keadaannya. Tak banyak yang bisa dilakukan selain menuliskannya di sini. Mencoba memberitakan pada banyak orang pentingnya menjaga kebersihan. Sayang sekali kita merusak alam kita sendiri dengan membuang sampah di tempat yang tidak tepat.

Orang-orang lebih banyak memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang yang banyak dibandingkan dengan menemukan cara untuk mengatasi masalah sampah yang ada di Kota Pontianak tercinta ini supaya bebas dari sampah. Setidaknya lebih baik dari hari ini. Belum lagi tong sampah yang diletakkan di Jalan Imam Bonjol. Bau sampah yang mengganggu orang lewat di jalan tersebut tentunya bukan hal yang nyaman. Belum lagi apabila ada lalat yang beterbangan. Ditambah dengan pemulung yang suka mengaduk-aduk sampah tersebut untuk menemukan sesuatu yang bisa mereka jual kembali.

Sampah seperti inilah yang akan merusak kenyamanan kita yang berada di lingkungan tersebut, selalu ingat kita hanya punya satu bumi untuk ditinggali. Tak ada yang lain yang bisa kita datangi. Kalau semakin penuh oleh sampah kita akan meminum air dari mana. Belum lagi tempat yang penuh dengan sampah menjadi mengganggu kehidupan kita sendiri. Pada akhirnya yang menderita ya kita-kita juga. Bukan orang lain.


Nanti kalau Dahlan Iskan datang lagi ke Pontianak jangan lupa ya Pak, ajak masyarakat sekitar yang ingin minta foto bareng bapak atau sekadar salaman untuk membuang sampah pada tempatnya. Siapa tahu kalau bapak yang bilang mereka lebih patuh dan mau melakukan hal yang benar pada hari itu dan selanjutnya.

@honeylizious

Followers