29 Oktober 2013

Betangas


Akhirnya betangas juga. Malam ini menjadi betangas yang pertama untuk calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan tanggal 2 November nanti. Betangas itu sebenarnya istilah yang digunakan oleh masyarakat Melayu Kalimantan Barat untuk kegiatan sauna yang memang dikhususkan untuk calon pengantin. Berbeda dengan sauna modern yang sering kita lihat di dalam film.

Kalau sauna yang modern pastinya akan ada sebuah ruangan yang kedap suhu. Lalu orang yang sudah membuka pakaian akan masuk ke dalam ruangan tersebut dengan berbekalkan sebuah handuk. Kemudian ada alat pemanas yang bisa disiram dengan air supaya ruangan dipenuhi oleh uap yang panas. Orang yang berada di dalam akan mulai keluar keringatnya. Ada juga yang sudah menggunakan alat pemanas otomatis yang tinggal dinyalakan saat orang berada di dalam ruangan tersebut.

Sedangkan kalau betangas sangat tradisional. Tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan aroma harum dan termasuk rempah akan direbus sampai mendidih. Lalu sang calon pengantin akan dilulur. Setelah itu masuk ke dalam tikar pandan yang dibentuk membulat melingkari sang calon pengantin. Kemudian di dalamnya juga dimasukkan periuk yang digunakan untuk merebus rempah wangi tadi. Uap panasnya akan memenuhi ruangan yang tertutup dengan tikar dan juga selimut tersebut. Orang yang di dalamnya akan mengaduk isi periuk dan merasakan hawa panas di dalam tikar tersebut. Dilakukan dua kali dalam sehari sampai tiba hari pernikahan.

Tujuan betangas sendiri adalah untuk membuang bau badan sang calon pengantin. Supaya baju pengantin nantinya tidak akan bau dengan keringat pengantin. Ini supaya mak penganten tidak mengomel saat mendapati baju pengantin miliknya menjadi bau keringat pengantin. Tetapi tujuan utamanya tentu saja untuk menyenangkan malam pertama kedua mempelai setelah akad nikah dilangsungkan. Tentunya semua orang ingin malam pertamanya sempurna. Suami istri yang baru akan memulai kehidupan barunya dan tubuh yang lebih harum dan terawat. Ini juga penting untuk kelangsungan sebuah pernikahan.

Betangas mengajari mempelai perempuan tentang pentingnya menjaga tubuh untuk suaminya supaya pernikahannya awet sampai tua nanti. Anehnya betangas malam ini saya sedikit sekali mengeluarkan keringat. Padahal saya sudah berusaha untuk lebih lama barada di dalam tikar pandan tersebut. Barangkali karena malam ini hujan melanda Pontianak dan dingin sekali di luar sana.

Saya ingat sekali waktu saya betangas saat masih kecil dulu. Keringat saya banyak sekali yang keluar. Dulunya memang hanya ingin membuat bau badan lebih harum. Sayangnya dulu terlalu sering betangas menggunakan air rebusan daun pandan yang membuat tubuh saya malah baunya mirip dengan bau musang yang aroma tubuhnya mirip dengan bau pandan.


Kali ini saya merasakan aroma tubuh saya penuh dengan rempah dan wewangian. Bagaimana teman-teman? Sudah pernah betangas sebelumnya?

@honeylizious

Followers