Langsung ke konten utama

Bahagia Itu Sederhana


Bagi sesetengah orang nilai kebahagiaan yang harus dia miliki itu sederhana. Sederhana sekali. Kadang-kadang sampai merasa diri ini kurang bersyukur saat melihat banyaknya orang yang bahagia hanya gara-gara hal kecil.

Pagi tadi saya sarapan, akhirnya OCD (Obsesive Corbuzier's Diet) yang sudah dijalankan beberapa minggu terganggu. Sudah berapa pagi yang saya lalui saya isi dengan sarapan. Ya sudahlah, berdoa saja supaya badannya tak terlalu mengembang. Sarapan kali ini begitu berbeda dari biasanya. Saya bertemu dengan seorang perempuan yang tak bisa bicara. Saya tidak tahu apakah memang alat untuk berbicara yang dia miliki tidak bisa berfungsi atau dia memang tak bisa mendengar orang berbicara sehingga yang dia keluarkan adalah bahasa bisunya.

Dulunya orang bisu jarang sekali bisa saya temukan di kampung. Bahkan saking jarangnya, orang bisu di kampung saya punya panggilan khusus, Awak. Akan ditambah dengan 'si' menjadi 'Si Awak'. Alias Si Bisu.

Perempuan bisu yang saya temui tadi pagi secara fisik sebenarnya sempurna. Tak kurang satu apa pun. Dia hanya terlihat sedikit kekanak-kanakkan di tubuhnya yang sudah berubah menjadi perempuan dewasa. Hidungnya yang mancung dan kulitnya yang putih bersih. Iri melihatnya. Pagi itu dia sarapan di meja sebelah kami. Memesan semangkuk bubur. Dia juga meminta tambahan kerupuk lagi di mangkuk buburnya. Ketika tukang bubur memberikan kerupuk tambahan, dia tertawa dengan gembira. Tanpa beban.

Ayahnya duduk di sebelahnya menemaninya dengan setia. Anak perempuan secantik itu memang sebaiknya tidak dibiarkan berkeliaran sendiri. Saya tidak tahu sindrom apa yang dideritanya. Selain dia bisu dan menggunakan bahasa isyarat dan lenguhan dari bibirnya, dia hanya sedikit kekanak-kanakkan. Dia terlihat sangat polos dan lucu. Dia memperhatikan setiap orang dengan seksama.


Bahagia untuknya pagi itu adalah bisa mendapatkan tambahan kerupuk untuk buburnya. Sangat sederhana. Kita yang jauh lebih dewasa secara pikiran semestinya bisa mensyukuri lebih banyak hal yang kita punya. Saya malu melihat senyuman senangnya tadi pagi.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan