Langsung ke konten utama

Apakah Saya Mengetik Terlalu Cepat?


Saya pikir saya mengetik terlalu lambat karena belum bisa menggunakan semua jari saya untuk menekan tombol yang ada di papan ketik. Belum lagi saya sering salah tekan tombol sehingga harus menggunakan tombol 'backspace' untuk membenarkan kembali tulisan yang keliru tersebut. Saya memang suka tidak tenang kalau ada huruf atau kata yang salah dan saya lewatkan begitu saja. Saya tetap harus membetulkannya terlebih dahulu supaya saya bisa melanjutkan menulis.

Sekarang saat saya sudah mulai mengetik dan ada yang melihat rata-rata akan mengatakan betapa cepatnya saya mengetik. Padahal rasanya masih terlalu lama apabila dibandingkan dengan orang yang mengetik dengan 'sempurna'. Sepuluh jari bermain dengan sempurna. Sayang ya saya masih belum bisa melakukan itu. Entah bagaimana supaya saya bisa cepat menguasainya. Jika ada yang sudah mahir melakukannya bolehlah berbagi kiat agar saya bisa mengetik dengan 10 jari pula.

Walaupun banyak yang mengatakan saya bisa mengetik dengan cepat saya masih merasa ada banyak sekali kesalahan yang saya lakukan dalam menulis yang seharusnya dapat saya hindari dengan mengetikkan ke-10 jari saya untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Kalau saja. Pasti saya bisa menyelesaikan banyak novel dengan kemampuan seperti itu. Lantas saya harus galau gara-gara tak bsia mengetik dengan 10 jari? Tidak juga sih. Masih banyak hal yang harus saya syukuri di balik itu semua. Sebab saya bisa mengetik cepat tentunya harus didukung oleh kecepatan berpikir pula. Apa gunanya bisa mengetik cepat kalau inspirasi datangnya tak secepat jemarinya bukan?


Saya rasa saya masih terlalu lambat mengetiknya. Karena pikiran saya bergerak lebih cepat dari jemari saya. Belum lagi ditambah banyak hal yang membuat jari saya lari ke tombol yang keliru. Sehingga terjadilah kesalahan berikutnya yang membuat saya harus mundur beberapa detik ke belakang dan mengoreksi kesalahan tersebut. Untungnya sekarang saya tak lagi menggunakan papan ketik dari netbook yang kecilnya minta ampun dan saya kesulitan mengetik dengan papan ketik kecil begitu. Beda dengan papan ketik yang sekarang saya gunakan. Biarpun jelek dan banyak debunya. Belum lagi tempelan stikernya yang sudah banyak lepas. Tetap saja saya merasa senang menggunakannya. Ukurannya benar-benar pas dengan jemari saya yang suka lari ke mana-mana saat mengetik.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma