19 Oktober 2013

Apa yang Saya Lakukan Ketika Jari Mengeras


Kecepatan mengetik dan terlalu cepat menulis bukan tak ada dampak buruknya. Tentu saja ada ketika jemari terus-menerus diajak menari di atas papan ketik. Apalagi menggunakan sebagian jemari saja. Padahal seharusnya mengetik menggunakan 10 jari. Setidaknya 7-8 sudah cukup baik. Sedangkan saya sendiri jangan ditanya. Saya hanya mampu menggunakan sekitar 4-5 jari saja. Jauh sekali dari yang namanya mampu mengetik 10 jari bukan? Padahal mengetik dengan 10 jari itu bisa membuat kesalahan pengetikan menjadi lebih sedikit. Sayangnya masih belum mampu menggunakan semuanya secara maksimal dan meminimalkan kesalahan pengetikan alias typo.

Sehingga sering sekali saya harus menekan tombol 'backspace' untuk menghapus kesalahan penulisan yang terjadi. Padahal sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan 'backspace'. Selain membuang waktu itu bisa membuat kita kehilangan ide yang sedang kita tuangkan pada tulisan kita. Lanjutkan saja ke kalimat selanjutnya. Tetapi saya mengalami gangguan yang cukup serius kalau melihat ada kalimat yang salah ketik kata-katanya tanpa saya benarkan terlebih dahulu.


Terlalu cepat menulis membuat jemari saya cepat menjadi kaku. Untuk melemaskannya mau tidak mau harus mengistirahatkannya dan menekan beberapa bagian untuk 'membunyikannya'. Tetapi kalau memang sudah terlalu banyak kesalahan yang saya lakukan biasanya saya mau tidak mau akan berbaring dan berhenti menulis sejenak. Kita butuh itu juga kok untuk mengembalikan stamina yang hilang dari jari kita. Kalau saya sendiri suka kesal sekali saat menulis dengan cepat jemari mulai mengeras dan terjadi banyak sekali kesalahan di sana. Bisa-bisa saya ingin membanting papan ketik yang saya gunakan.

Related Posts

Apa yang Saya Lakukan Ketika Jari Mengeras
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.