Langsung ke konten utama

Apa yang Saya Lakukan Ketika Jari Mengeras


Kecepatan mengetik dan terlalu cepat menulis bukan tak ada dampak buruknya. Tentu saja ada ketika jemari terus-menerus diajak menari di atas papan ketik. Apalagi menggunakan sebagian jemari saja. Padahal seharusnya mengetik menggunakan 10 jari. Setidaknya 7-8 sudah cukup baik. Sedangkan saya sendiri jangan ditanya. Saya hanya mampu menggunakan sekitar 4-5 jari saja. Jauh sekali dari yang namanya mampu mengetik 10 jari bukan? Padahal mengetik dengan 10 jari itu bisa membuat kesalahan pengetikan menjadi lebih sedikit. Sayangnya masih belum mampu menggunakan semuanya secara maksimal dan meminimalkan kesalahan pengetikan alias typo.

Sehingga sering sekali saya harus menekan tombol 'backspace' untuk menghapus kesalahan penulisan yang terjadi. Padahal sebaiknya tidak terlalu banyak menggunakan 'backspace'. Selain membuang waktu itu bisa membuat kita kehilangan ide yang sedang kita tuangkan pada tulisan kita. Lanjutkan saja ke kalimat selanjutnya. Tetapi saya mengalami gangguan yang cukup serius kalau melihat ada kalimat yang salah ketik kata-katanya tanpa saya benarkan terlebih dahulu.


Terlalu cepat menulis membuat jemari saya cepat menjadi kaku. Untuk melemaskannya mau tidak mau harus mengistirahatkannya dan menekan beberapa bagian untuk 'membunyikannya'. Tetapi kalau memang sudah terlalu banyak kesalahan yang saya lakukan biasanya saya mau tidak mau akan berbaring dan berhenti menulis sejenak. Kita butuh itu juga kok untuk mengembalikan stamina yang hilang dari jari kita. Kalau saya sendiri suka kesal sekali saat menulis dengan cepat jemari mulai mengeras dan terjadi banyak sekali kesalahan di sana. Bisa-bisa saya ingin membanting papan ketik yang saya gunakan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan