29 Oktober 2013

Another Pokok Telok


Masih ingat dengan bunga telur yang pernah saya ceritakan? Di Pontianak sendiri masih banyak yang menyediakan hiasan makanan ini untuk pesta pernikahan. Jika sebelumnya jumlah bunga yang akan dirangkai menjadi pokok telok (pohon telur) hanya puluhan, tadi pagi ternyata jumlahnya sudah bertambah menjadi sekitar 100 batang bunga telur.

Tambahannya terbuat dari kain flanel. Sebenarnya di kampung saya lebih sederhana lagi bentuk bunga telur ini. Hanya lidi yang dihiasi dengan kertas hias yang biasanya dibuat untuk bunga manggar dan bagian ujungnya diberi sebutir telur yang kulitnya diwarnai dan ditusuk dengan lidi tersebut. Kalau ada yang bertanya pada saya bagaimana cara membuatnya, mohon maaf sekali sebab saya belum pernah membuatnya sama sekali.

Ini buatan adik calon mertua saya yang memang senang sekali membuat bunga. Apalagi dia memang membuka usaha membuat pokok telok (pohon telur/bunga telur). Banyak sekali bunga buatan yang dipersiapkan untuk pernikahan saya. Wajar rasanya saya merasa sangat terharu. Padahal saya pikir saya hanya akan menjalani pernikahan biasa seperti yang saya harapkan. Lalu hidup berumah tangga dengan laki-laki yang saya cintai dan mencintai saya balik.

Sekarang saya merasa penyambutan semua orang seakan-akan saya adalah seorang puteri yang harus mendapatkan semua yang ada sekarang. Mengharukan rasanya mendapatkan sedemikian banyak kenikmatan yang tak pernah saya duga sebelumnya. Bunga-bunga telur itu akan menjadi saksi yang akan menjadi pengingat betapa bahagianya diri saya yang pada akhirnya resmi menjadi seorang istri.

Bunga itu berwarna kuning dan merah. Dengan tangkai hijau yang terbuat dari kawat dan bambu. Daun-daunnya yang berwarna hijau tua sangat terasa hidup dan membuat saya tak bosan memandangnya. Nanti satu demi satu bunga telur itu akan diberikan pada anak-anak dari tamu yang hadir. Tak semua tamu akan mendapatkannya. Melainkan hanya tamu-tamu dari keluarga dekat yang akan mendapat bagian. Atau setidaknya orang-orang yang dihormati.

Masyarakat Melayu memang sudah terbiasa menyediakan bunga telur setiap mengadakan pesta pernikahan. Entah memang adat seperti ini hanya ada pada pernikahan di Kalimantan Barat atau ada juga yang memiliki tradisi yang sama. Sejak kecil saya selalu menantikan bunga telur yang Aki dapatkan dari pesta pernikahan yang dia hadiri. Aki memang selalu mendapatkan bagian bunga telur pengantin setiap kali diundang pada pesta pernikahan. Sebab Aki orang yang dituakan di kampungnya.


Entah siapa saja yang beruntung mendapatkan bunga telur ini untuk dibawa pulang sebagai kenangan. Saya juga tidak tahu apakah nantinya ada nasi ketan yang dijadikan pondasi bunga telur ini di dalam Perahu Lancang Kuning yang digunakan sebagai tempat menampung bunga telur ini. Nanti saya akan cerita lebih banyak lagi ya!

@honeylizious

Followers