16 Oktober 2013

15 Hari Menuju KUA




Semoga kalimat itu bisa menyemangati teman-teman yang sekarang masih sendiri dan masih misteri jodohnya. Tenang, sebelum tanggal 30 Agustus 2013 lalu pun saya masih bingung dengan siapa saya akan menikah nanti. Ternyata sekarang saya sedang menghitung hari-hari 'menuju ke KUA'. Walaupun sebenarnya petugas KUA yang datang ke rumah tempat akad nikah dilangsungkan.

Sejak terakhir kalinya saya memutuskan untuk berpisah dengan seseorang yang saya pikir akan menjadi jodoh saya, ada pikiran buruk yang sempat lama terpendam di dalam kepala. Bisa jadi saya memang tak punya jodoh. Bisa jadi saya memang tidak akan bahagia di sisi 'cinta'. Mungkin saya tak akan menikah dan punya anak seperti yang selama ini saya impikan. Masih banyak lagi pikiran-pikiran lainnya yang merasuk dalam kepala. Bahagia apakah memang tak pernah diciptakan untuk mampir di dalam hidup seorang perempuan ini? Yang sudah babak belur karena cinta.

Memandang ke beberapa tahun belakang, saya harus mengatakan betapa banyak orang yang harus singgah ke dalam kehidupan saya hanya untuk meninggalkan kenangan sebagai 'mantan'. Semoga mereka sekarang berbahagia dengan pilihan atau kesendiriannya. Satu kalimat saja yang sudah pasti untuk mereka semua, ternyata aku memang bukan jodohmu ya. *smile

Tapi-tapi-tapi semua keinginan yang sempat terpendam dulunya sewaktu suatu hari akan ketemu 'mereka-mereka-yang-penuh-kenangan-itu' sekarang sudah hilang. Inginnya bertemu saya sudah berubah menjadi perempuan cantik jelita yang mempesona sejagat raya. Lalu saya pikir itu akan membuat saya bahagia. Ternyata bukan hal itu yang akan membuat saya sangat bahagia. Melainkan dipinang oleh lelaki yang dikirimkan Tuhan dengan tiba-tiba adalah hal yang paling indah pada akhirnya.

28 Agustus 2013
Beberapa minggu sebelumnya saya menginstall aplikasi WeChat yang sempat saya hapus karena saya sebal dengan aplikasi tersebut. Bagaimana tidak? Ternyata nomor ponsel saya terpampang nyata di profil saya sehingga orang asing yang menemukan saya melalui 'look around' dengan mudah bisa menelpon dan mengirimkan pesan di Whatsapp saya saat saya memblokir mereka di WeChat. Nah setelah beberapa lama ternyata WeChat yang terupdate bisa masuk menggunakan akun facebook, sehingga tak perlu mencantumkan nomor ponsel lagi di profil. Ini jauh lebih aman dan menjaga privasi pengguna.

Lalu, melalui look around inilah saya menemukan seseorang yang namanya 'Arief Eka Putra'. Jaraknya dari tempat saya berada hanya 300 meter. Saya pikir tak ada salahnya menambahkan orang ini sebagai teman. Toh lokasinya dekat dengan Radio Volare. Tetapi saya tak tertarik untuk menyapanya karena dia memasang foto profil yang sedang merokok. Terus-terang saya sendiri tidak suka dengan laki-laki yang merokok.

Dia menerima permintaan teman saya dan mulai mengomentari foto dan status di moment saya. Muncullah diri saya yang suka ketus dengan orang aplikasi WeChat ini. Saya memang agak ketus dengan orang asing yang terkesan terlalu kepo. Apalagi saya lihat dia merokok. Beberapa kali saya memberikan jawaban yang ketus untuknya setiap dia berkomentar hingga suatu malam dia menyapa saya dan mengatakan bahwa twitter saya muncul di koran.

Saya tak paham maksudnya apa karena selama ini memang saya tidak pernah di wawancarai untuk masalah pengutipan twit saya ke dalam koran. Hingga akhirnya saya harus datang ke kantornya dan membaca koran tersebut secara langsung. Dia terlihat sedikit segan saat pertama kali bertemu dengan saya. Itu semua karena keketusan yang saya ciptakan di dalam akun WeChat saya sendiri. Sebab bagi saya waktu itu dia tidak nyata. Tak pernah saya lihat wujudnya secara langsung. Mempercayai tanpa bertemu bukan ciri khas saya. Bahkan sudah bertemu pun bukan berarti kita bisa langsung mempercayai orang tersebut begitu saja.

Pertemuan malam pertama itu memberi kesan yang berbeda mengenai diri saya yang dia anggap ketus sebelumnya. Memang sih saya orangnya to the point tak suka bertele-tele, itu yang sebagian orang anggap ketus dan jutek. Tapi tak mengapa, saya tak akan berusaha menyembunyikan sikap saya yang sesungguhnya. Malam itu pertama kalinya kami ngobrol panjang di warung kopi bersama rekan kerjanya yang memang sudah merencanakan untuk nongkrong sambil minum-minum kopi. Tempat nongkrong sambil minum kopi di Pontianak memang banyak. Sampai adan yang memberi gelar Kota Seribu Warung Kopi.

29 Agustus 2013
Singkat cerita besoknya dia menyimak siaran saya seperti biasa. Dia memang pendengar setia Radio Volare. Radio yang sudah empat tahun menjadi tempat kerja saya. Tetapi dia tak pernah tahu perempuan yang selalu dia dengar suaranya di radio adalah perempuan yang sama yang ketus dan jutek padanya di WeChat. Kadang jalan jodoh itu memang lucu. Dia yang memang sejak awal sudah naksir, ini katanya dia sih, mencari perhatian saya dengan membawakan makan siang. Malamnya jalan lagi ke warung kopi. Ah memang tak ada rasa romantis dalam diri orang ini. Saya ikut saja. Kali ini dia membonceng saya karena saya sendiri malas mengendarai sepeda motor saya. Obolan panjang kedua pun terjalin. Curhat sih sebenarnya. Saling curhat sebagai 'dua-orang-yang-disia-siakan-oleh-orang-yang-sekarang-menjadi-mantannya'.

30 Agustus 2013
Hari ketiga saya yang mengajaknya nonton, gara-gara adik sepupu saya punya dua tiket nonton di bioskop yang urung dia gunakan. Padahal sudah menukar poin dan tiketnya sudah keluar nomor kursinya. Mana dia ngasih tahunya 15 menit sebelum film diputar lagi. Satu-satunya orang terdekat kantornya yang bisa saya ajak menonton ya 'dia' yang akan menikahi saya sebentar lagi ini. Jadinya dia orang yang saya hubungi untuk membawa saya ke bioskop. Saya sendiri waktu itu sedang nongkrong di tempat makan di depan pintu masuk parkir mall. Dekat sekali. Beruntung kami sempat tiba di bioskop dan film baru diputar beberapa menit kemudian.

Singkat kata lagi nih ya, setelah pulang nonton dan makan dia melamar saya dan saya mengiyakan begitu saja. Sekarang kami sedang mempersiapkan pernikahan. Masih sibuk menyebarkan undangan untuk teman-teman dan kerabat. Pernikahan yang mendadak dengan dana terbatas. Biarlah Tuhan yang mencukupkan semuanya. Mohon doa restu ya teman-teman. Kami akan melangsungkan pernikan 2 November 2013 ini. Sekitar 9 minggu dari pertemuan pertama kami.

Buat Mbak Uniek semoga pernikahannya yang sudah 10 tahun berjalan akan bertambah puluhan tahun lagi. Sampai anak cucu cicit ya! Makin banyak rezeki dan berkah yang didapatkan. Terima kasih sudah mengadakan giveaway ini sehingga 10 tahun lagi saat saya membaca tulisan yang saya ikutkan dalam giveaway Mbak Uniek ini, saya bisa mengatakan: 'Sudah 10 tahun ternyata'.


Kisah pernikahan ini diikutsertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine.

Melalui tulisan ini pula mengundang teman-teman blogger yang ingin menghadiri pernikahan kami. Bisa cek undangan onlinenya di Putra & Hani.

@honeylizious

Followers