31 Oktober 2013

2 November 2013: A New Beginning



Kita Hanya Bisa Berencana


Tuhan yang akan menentukan segalanya.

Keluar Angin


Ada masuk angin tentu ada juga yang namanya keluar angin. Akhirnya angin yang menelusup ke tubuh saya kemarin sekarang mulai keluar. Memang lebih nyaman sekarang. Keluarnya melalui buang air besar. Hari ini saya sudah buang air berkali-kali. Capek juga sih keluar masuk WC. Apalagi banyak orang yang ingin menggunakan WC yang sama. Mana pagi-pagi semuanya buru-buru harus mandi dan bekerja.

Saya sendiri juga butuh waktu untuk mengeluarkan semuanya dari perut saya dan masih tak habis juga hingga sekarang. Tapi angin tersebut sedikit demi sedikit keluar dari tubuh saya dan terasa lebih nyaman dibandingkan kemarin. Hari ini saya hanya masih bersin karena ada yang merokok di dalam rumah. Asap rokok yang selama ini saya hindari tak terhindarkan lagi oleh saya. Sebab tak mungkin saya meninggalkan rumah saat ada yang merokok.


Bersin yang keras keluar dan sukses setiap kali ada hawa asap rokok yang lewat. Obat yang saya minum hanya mampu menahan sebentar alergi tersebut. Daripada mengeluh lebih baik saya mandi.

The Jacatra Secret


Sebelum benar-benar dipelam saya menyempatkan untuk membawa novel yang belum selesai saya baca. The Jacatra Secret yang saya beli di sebuah toko online langganan saya yang menjual banyak sekali buku-buku yang sulit dicari. Sebenarnya saya ingin membeli novel The Jacatra Secret ini lebih banyak supaya bisa dijual kembali sebab ternyata sulit menemukan bukunya. Entah apakah karena buku ini tidak dicetak besar-besaran atau penerbitnya yang memang membatasi jumlah buku yang dicetak untuk dijual.

Sudah lama sebenarnya novel The Jacatra Secret ini saya miliki. Sudah lebih dari setahun. Sejak tinggal di Radio Volare buku itu sudah menjadi milik saya. Hanya mendapatkan satu buku saat memilih buku di toko online yang menjual novel tersebut. Ah serasa memiliki buku antik.

Buku ini menarik untuk dibaca gara-gara bukunya mirip dengan buku favorit saya. The Lost Symbol tulisan Dan Brown. Menceritakan simbol-simbol dari persaudaraan illuminati. Lebih menariknya lagi novel ini menceritakan tentang simbol yang ada di Jakarta. Tentu saja ini lebih mudah dibayangkan dibandingkan dengan novel The Lost Symbol yang banyak menyebutkan simbol yang ada di luar Indonesia. Saya yang bukan penyuka benda-benda bersejarah tentu tak begitu bisa membayangkan bentuk simbol yang diceritakan oleh Dan Brown. Meskipun demikian tetap saja saya suka dengan novel tersebut.

Sebelum menulis novel memang ada baiknya melahap sebanyak mungkin novel yang ada untuk memperkaya pilihan kata di dalam novel yang saya tuliskan nanti. Tinggal 2 minggu lagi batas lomba yang akan saya ikuti. Harus bisa menyelesaikannya setelah pesta pernikahan nanti.


Mohon doa restunya ya supaya resepsi berjalan lancar dan bisa memenangkan lomba.

Dia yang Cantik


Saya pernah baca seseorang menulis di twitter, tapi saya lupa tepatnya seperti apa. Namun intinya adalah jika kita terbangun jam 2 tengah malam alias dini hari itu artinya ada yang menatap kita. Baiklah ini cerita yang sedikit horor. Entah menurut orang lain horor atau tidak saya tidak tahu. Selama ini sih saya memang sering terbangun jam 2 malam. Setelah mengetahui mengenai 'tatapan jam 2 malam' itu saya berusaha untuk menepis pikiran-pikiran buruk yang menghantui saya.

Saya selalu meyakini diri saya memang tak bisa melihat sesuatu yang gaib. Hingga akhirnya semuanya terbantahkan. Masalah melihat sesuatu yang gaib itu kembali lagi pada mahluk gaibnya. Apakah dia ingin memperlihatkan dirinya pada kita atau tidak sama sekali. Tentu saja kalau dia ingin memperlihatkan dirinya kita yang berada di alam nyata akan mampu melihatnya.

Tadi pagi, saya terbangun jam 2 dini hari. Teng. Saya sebenarnya seperti biasa akan berusaha untuk menghilangkan pikiran buruk mengenai 'tatapan jam 2 malam' itu. Namun sayangnya kali ini saya harus melihat 'seseorang' yang menatap saya. Karena beda alam saya pikir itu memang menyeramkan. Apalagi jika kita melihat sosoknya yang sangat cantik. Rambut hitam yang lebat dan gaunnya yang putih susu. Bukan putih seperti pocong pada umumnya. Saya bisa melihat sosok itu menatap saya dengan senyumannya yang sebenarnya manis sekali. Tapi karena dia dari alam yang berbeda itu sangat menakutkan.

Berapa kuat pun saya memejamkan mata sosoknya malah semakin jelas wujudnya. Saya diam saja dan berusaha menghilangkan ketakutan dengan memeluk ibu mertua saya. Sayangnya dia malah tertarik dengan jemari saya yang sudah berinai. Dia mendekat dan ingin menyentuh jari tersebut. Hampir menangis saya menyembunyikan jari saya yang berinai. Ingin tidur lagi dan terlelap ke alam mimpi. Sayangnya mata saya tak mau juga diajak kerja sama. Mata yang tertutup rapat tapi saya masih bangun dan tak bisa tidur.


Hingga 30 menitan berlalu sosok lain muncul menyelamatkan saya. Wajah Aki yang jernih dan menenangkan itu muncul lebih dekat dengan tempat tidur yang saya tiduri. Tak berapa lama saya pun sudah tak sadar dan saat terbangun ternyata sudah subuh. Dini hari yang sangat menegangkan. Perempuan cantik itu siapa?

Janganlah Kebahagiaan Kita Menyakiti Orang Lain


Tukaran Link: Sebuah Kebocoran?





Menurutmu?

Tersenyumlah, Berbahagialah


Berinai


Kemarin akhirnya saya berinai juga. Mengingat belasan tahun yang lalu bahkan puluhan tahun yang lalu saat paman saya menikah dengan perempuan yang dicintainya saya tahu benar bagaimana cara mereka berinai. Menggunakan daun inai yang ditumbuk dengan gambir supaya warnanya lebih merah. Semakin banyak gambir yang digunakan akan semakin merah pula kuku jari pengantin.

Selain ditempelkan di kuku, inai juga akan menutupi kulit di bagian buku jari yang paling atas. Inai ditumbuk malam-malam lalu dikenakan sebelum tidur. Supaya daun inai tumbuk tersebut tidak lepas biasnaya dibungkus dengan kain atau plastik yang menggulung ujung jari. Sekarang tak perlu lagi melakukan hal seperti itu. Sebab sudah banyak inai dalam bentuk pasta yang sangat praktis. Bisa dikenakan kapan pun kita ingin dan tidak butuh 1 jam untuk membuat warnanya menempel pada jari.

Sekarang jemari tangan dan kaki saya sudah merah karena inai. Dulunya saya hanya bisa memikirkan bahwa suatu hari saya akan berinai saat akan menjadi pengantin. Saya yang masih sangat kecil waktu itu. Melihat bagaimana pengantin-pengantin itu diinai. Tidak hanya pengantin perempuan yang berinai. Pengantin pria juga mengenakan inai. Sebagai tanda bagi orang yang melihat bahwa dia baru saja melangsungkan pernikahan.

Waktu kecil dulu saya sering mengenakan inai. Ada yang dibuat dari daun inai dan gambir tapi sering pula membuat inai dari daun pacar. Kalau dari daun pacar warnanya lebih oranye. Memang di kampung mewarnai kuku dengan pacar atau inai sering dilakukan anak-anak. Lalu saling memperhatikan kuku jari teman yang juga mengenakan inai atau pacar. Seiring berjalannya waktu kuku akan memanjang dan warna kuku yang asli akan muncul dan kuku yang memanjang tersebut bagian atasnya akan dipotong. Lama kelamaan bagian yang berinai itu akan menghilang.

Dari banyak inai yang saya kenakan, inai tahun ini yang menghiasi jari saya adalah yang paling bersejarah. Karena ini adalah inai yang wajib saya kenakan sebagai calon pengantin.


Kamu sudah pernah mengenakan inai? Atau pacar?

Kamu Tidak Ikut Tes PNS?


Akhirnya pertanyaan ini muncul juga. Lagi. Dan lagi. Entah sudah berapa kali pertanyaan ini muncul di telinga saya. Sederhananya sih begini menurut saya pribadi. Mau jadi PNS atau tidak, saya masih hidup dan saya lebih senang tidak menjadi PNS. Banyak sekali alasan yang bisa saya jabarkan untuk pilihan saya ini. Saya tidak suka mengenakan seragam. Saya tidak suka terikat jam kerja yang panjang. Saya tidak suka menghabiskan waktu terlalu lama di ruang kerja di luar rumah.

Tapi kan PNS ada tabungan pensiunnya?

Saya selalu yakin Tuhan tidak akan menutup rezeki untuk orang yang mau berikhtiar untuk mencari rezekinya di dunia ini. Menjadi PNS atau tidak, masih banyak yang bisa makan. Lalu masalah pensiun sebenarnya saya pikir ini hanya soal menyiapkan masa tua masing-masing. Bukankah pensiun itu sesuatu yang sudah diketahui banyak orang. Orang sudah tahu suatu hari dia akan menua dan tak mampu bekerja lagi. Begitu juga diri saya yang sekarang.

Tabungan pensiun kan bisa disiapkan sejak sekarang? Saat masih muda? Saya lebih suka berada di rumah. Menghabiskan waktu sebanyak mungkin buat keluarga dan punya cara sendiri untuk menghasilkan uang. Memang kerjaan saya tidak terlihat nyata oleh sebagian orang yang lahir 60-70 tahun lalu. Tapi saya pikir hasilnya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa saya bisa mendapatkan penghasilan lebih dari PNS yang tamatan S1.

Sebenarnya saya bisa menjawab dengan singkat. Tetapi jawaban singkat seperti itu akan sangat menyebalkan. Saya bisa saja mengatakan bahwa saya tidak tes PNS. Titik. Tidak pakai koma sama sekali. Saya tidak suka mengorbankan waktu saya sedemikian panjang untuk berangkat kerja pagi-pagi dan pulang sore hari hanya untuk menerima sedikit uang dari manusia, bukankah jauh, jauh sekali, sebelah sana jauh, jauh lebih baik saya berada di rumah, tetap menghasilkan uang, bisa merawat suami, bisa menyelesaikan pekerjaan rumah. Bisa berada di sisi anak-anak saya setiap hari tanpa ada gangguan sama sekali? Tak ada pekerjaan kantor yang membuat saya stress dan marah-marah di rumah?

Lagi pula bukankah tugas menafkahi keluarga adalah tugas suami? Meskipun begitu saya tetap akan menghasilkan uang dari semua usaha online saya kok. Saya hanya butuh sebuah ruangan di dalam rumah, seperangkat alat yang akan membawa saya berselancar di dunia maya, dan sebuah sepeda motor untuk mengantar dagangan saya. Penghasilan saya dari satu jam bekerja mengantar barang dagangan setelah membelinya di toko itu jauh lebih besar dari guru mana pun.

Saya bisa libur kapan pun saya mau. Bahkan saya bisa mengambil cuti untuk bulan madu selama sebulan penuh. Saya sudah mengatakan saya ingin hidup dengan cara saya dan tidak ingin menyesal mengambil keputusan hanya karena pandangan orang lain. Pandangan bahwa PNS lebih menjamin kehidupan. Apakah hidup hanya soal mengejar uang? Tidak perlu menjaga hubungan dengan suami dan keluarga? Bukankah berada di rumah dan melayani suami itu jauh, jauh lebih baik dan jauh lebih berkah dari PNS mana pun? Bahkan bonusnya lagi saya bisa punya penghasilan jauh dari PNS yang sesuai dengan pendidikan saya.

Untuk apa saya mengorbankan banyak hal berharga dalam kehidupan saya hanya demi uang yang tak seberapa? Hanya karena ada tabungan pensiunnya? Hanya karena setiap bulan sudah pasti terima uang? Berapa banyak waktu yang akan habis untuk itu semua. Bagi saya pengorbanan seorang PNS tak sebanding dengan hasil yang didapatkan setiap bulannya.


Jadi saya tidak akan tes PNS, saya hanya akan menikah dalam waktu dekat ini dan menjadi istri siaga buat suami saya.

30 Oktober 2013

Feeling Sexy?


Baru kali ini saya kesulitan menyelesaikan tantang menulis di Swap Blog. Bukan apa, biasanya saya dengan mudah menemukan ide atau membuat ide baru untuk setiap tema yang diberikan. Namun kali ini memang sedikit menyulitkan. Sebab saya tak pernah merasa seksi. Bagaimana ceritanya saya harus mengatakan atau menceritakan keseksian diri saya?

Tetapi tantangan tetap harus diselesaikan dan saya bukan orang yang suka tak menyelesaikan tantangan tersebut. Walaupun terlambat saya tak ingin kalah dengan sebuah tantangan. Tantangan hanyalah sesuatu yang harus saya lewati dan saya yakin saya bisa menyelesaikannya. Sekarang saya sudah mendapatkan ide untuk menyelesaikan tantangan tersebut.

Katakanlah saya akan sangat narsis atau saya akan banyak sekali memuji seseorang untuk hal ini. Belum lagi sisi romantis yang akan membuat semua pembaca merasa saya sebagai perempuan paling lebay sedunia dan siap-siap untuk mual membacanya. Cicil, pasangan swap saya kali ini akan menjadi orang pertama yang muntah-muntah setelah membaca isi postingan saya. Saya yakin itu. Yakin seyakin-yakinnya.

Tak mengapalah saya membuat 7 orang swapper menjadi orang yang mual akhir bulan ini. Paling penting tantangan ini saya selesaikan dengan baik. Hahahaha...


Tentu saja saya seksi. Dilihat dari kaca mata satu orang di dunia ini.

Be Awesome Today


Apakah masih ada yang suka galau menjalani hari-harinya. Emosi memang ada pasang dan surutnya. Tetapi kita punya pilihan untuk menjadi orang yang menjalani harinya dengan menyenangkan atau tidak hari ini. Semua yang sudah terjadi kemarin sudah terjadi. Sudah lewat. Tak bisa kita ulang kembali. Sedangkan yang akan terjadi besok belum terjadi sama sekali. Kita hanya punya hari ini. Saat kita memutuskan untuk menjalaninya dengan galau itu sama saja kita sedang menyia-nyiakan satu-satunya waktu yang kita miliki.

Sebab kita tidak tahu apakah besok masih akan kita jelang atau besok tak akan pernah ada untuk kita. Kehidupan adalah sebuah misteri paling besar yang tak bisa kita tebak akan membawa kita ke mana. Namun Tuhan memberikan 'dayung' untuk kita menjalaninya. Apakah kita akan menggerakkan dayung itu atau membiarkan arus air membawa kita ke mana saja? Tak peduli dengan keinginan kita.

Be awesome today. Hanya itu pilihan satu-satunya untuk kita terus berbahagia. Apa yang terjadi hari ini adalah akibat dari sesuatu yang kita lakukan kemarin. Lalu apa yang akan terjadi besok adalah buah langkah kita hari ini. Kalau kita ingin hari esok lebih menyenangkan dari hari ini, lakukanlah yang terbaik dari diri kita hari ini. Lakukan sesuatu yang menyenangkan. Hari ini hanya ada 24 jam. Tak ada penambahan waktu untuk kita yang ingin menggalau atau bersedih.

Pilihan hidup banyak sekali di dunia ini. Sama banyaknya dengan manusia yang kita temui. Sebanyak persimpangan yang bisa kita pilih. Saat kita melaju di sebuah tikungan jangan pernah menoleh ke belakang. Karena sudah lewat. Apa pun yang ada di belakang sana sudah kita lewati. Seperti sebuah bus yang sudah melewati halte tempat kita berdiri. Bus itu memang sudah lewat tapi kita masih punya kesempatan untuk menunggu kendaraan berikutnya.

Ingat satu hal bahwa tak selamanya kendaraan yang kita tunggu akan menawarkan sesuatu yang lebih baik dari yang sebelumnya. Sama seperti kesempatan baik. Banyak yang bilang kesempatan baik tak akan datang dua kali. Sebenarnya kesempatan baik selalu datang setiap hari. Tetapi kesempatan baik yang datang belum tentu benar-benar sama. Bisa jadi kesempatan yang kita lewatkan lebih baik dari kesempatan yang akan kita ambil. Lagi-lagi ini masalah pilihan.

Hidup punya cara. Cara mana yang ingin kita lakukan. Itu yang akan menentukan kehidupan seperti apa yang akan kita jalani. Jangan meniru kehidupan orang lain. Sebab tak semua orang bisa menjalani kehidupan yang serupa. Kalau memang mau meniru jangan lupa untuk membuat sesuatu yang kita tiru itu lebih baik dari sebelumnya.

Mengapa kita harus 'be awesome today'?


Karena hari ini adalah 24 jam terbaik yang kita miliki untuk dijalani.

Enjoy The Process


Entah mengapa lebih banyak orang yang suka menanyakan bagaimana ceritanya saya bisa memenangkan hadiah-hadiah dari berbagai lomba. Tanpa mau bertanya proses awal dari saya mengikuti semua lomba tersebut. Bagaimana cerita pertamanya saya bisa menjadi seorang blogger. Apa yang harus saya lewati untuk menjadi pemenang berbagai lomba tersebut. Tak pernah pula orang yang bertanya berapa banyak lomba yang saya sudah kalah?

Hidup butuh proses. Tentu saja. Begitu juga dengan bagiand ari kehidupan itu sendiri. Ada proses yang harus dijalani. Banyak sekali proses yang harus kita jalani di dalam kehidupan ini. Sama seperti cerita pernikahan yang akan dilangsungkan 3 hari lagi. Sabtu nanti saya akan menjadi istri dari seseorang yang sudah saya nantikan selama 27 tahun lama.

Apakah ada yang bertanya berapa banyak patah hati yang harus saya rasakan hingga akhirnya kami berdua dipertemukan Tuhan? Mengapa lebih banyak orang bertanya 'bagaimana ceritanya kamu bisa bertemu calon suamimu?'. Proses yang saya lewati untuk bertemu dengannya tak adakah yang ingin tahu? Bagaimana saya berkali-kali jatuh cinta pada orang yang salah. Berkali-kali pula berharap pada seseorang yang ternyata hanya menjadi orang-orang yang kemudian saya sebut 'kenangan' atau lebih kasarnya 'mantan'?

Saya selalu percaya bahwa semua yang terjadi tahun ini adalah proses panjang dari 'butterfly effect' yang sudah terjadi saat saya dan dia pertama dilahirkan ke dunia ini. Ada jalan yang akhirnya mempertemukan kami berdua. Namun di sepanjang perjalanan itu kami dipertemukan dengan banyak orang. Dengan banyak hal. Hal-hal yang membentuk kami menjadi diri kami yang sekarang.

Seperti sebuah bola salju. Awalnya kecil. Menggelinding dari atas. Setiap kali kami 'berputar' ada salju-salju yang menempel pada bola salju kecil itu. Sampai saatnya kami benar-benar menjadi bola salju raksasa yang berusia 27 tahun. Barulah kami berdua 'bertabrakan' di persimpangan yang diciptakan Tuhan. Lalu kami 'menyatu' menjadi sebuah bola salju yang lebih besar lagi.

Ah entah ada yang memahami maksud saya atau tidak. Saya hanya ingin menulis lebih banyak lagi. Lebih panjang lagi. Mencukupkan semua tantangan untuk hari ini. Sedangkan waktu semakin menipis. Kesibukan yang menyita waktu dan saya hampir tak bisa berada di depan komputer sebab memang hari besar itu semakin dekat dan sangat tidak lucu jika saya mengatakan bahwa saya butuh waktu 1-2 jam untuk duduk di depan komputer ini. Bagaimana mungkin saya mengabaikan hal-hal lain yang lebih besar dibandingkan blog ini?

Bukan berarti blog ini tidak penting. Saya hanya ingin blog ini menunggu sebentar. Saat saya bisa duduk dengan tenang menuliskan postingan demi postingan.


Jadi untuk smeua hal besar ada proses kecil yang harus kita jalani hingga membentuk hal besar tersebut. Apa pun hasilnya nikmati proses yang datang untuk kita.

Blackberry Messenger for Android, Pertahanan atau Senjata Makan Tuan?


Blackberry sekarang memang tak sebooming 5 tahun yang lalu. Pokoknya dulu tuh kalau tidak punya blackberry kesannya tidak keren, tidak gaul. Banyak orang berlomba-lomba membeli blackberry untuk memenuhi keingian 'gaul' mereka. Blackberry Messenger alias BBM menjadi sesuatu yang sangat keren pada masa itu. Bagaimana orang saling bertukar PIN. Paling menyebalkan adalah saat kita sendiri tidak terseret arus untuk menggunakan blackberry juga ikut terkena imbasnya. Banyak sekali orang yang menanyakan PIN BBM kita.

Kemunculan android sekarang sangat berhasil menggeser blackberry. Banyak orang yang mulai menukar blackberrynya dengan android. Walaupun demikian ada beberapa orang yang tetap setia dengan BB-nya. Sekarang seperti yang kita tahu BBM for android sudah bisa digunakan dengan lancar. Berbagai jenis android sudah diinstall aplikasi ini. Padahal pembeda satu-satunya blackberry dengan smartphone seperti android atau iOS adalah pada BBM. Walaupun sebenarnya masih banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi. Bukan hanya BBM.

Cuma memang tarif yang diberlakukan oleh operator lebih murah saat kita menggunakan paket yang hanya bisa BBM-an, twitter, dan facebookan. Sehingga pengguna BB pasti akan menginginkan orang lain bisa berkomunikasi dengannya menggunakan BBM saja. Jadi jangan heran saat demam BBM muncul semua orang mulai mencari yang namanya pengguna BB dan meminta kita untuk bisa memberikan PIN-nya sehingga bisa lebih sering berkomunikasi tanpa biaya tambahan lagi saat dia sudah membeli paket BB yang termurah tersebut. Jadi tak bisa pula kita menyalahkan pengguna blackberry yang tidak menggunakan layanan full service.

Blackberry menyediakan BBM untuk android dan iOS sekarang barangkali, ini hanya tebakan saya, sebenarnya ingin mempertahankan eksistensi Blackberry sendiri. Mungkin mereka berpikir bahwa dengan mengeluarkan BBM for android dan iOS setidaknya membuat pengguna blackberry tetap bertahan menggunakan blackberrynya. Sebab dengan adanya BBM for android dan iOS berarti pengguna blackberry yang sudah lama menggunakan BBM akan tetap menggunakannya. Sebab sekarang mereka bisa menggunakan layanan paling murah yang disediakan operator untuk berlangganan paket blackberry dan tetap bisa berkomunikasi dengan pengguna smartphone seperti android dan iOS tanpa perlu menginstall aplikasi yang lain lagi.

Blackberry sadar betul pasar benar-benar lebih mendukung android dan itu bisa mengancam keberlangsungan mereka. Diharapkan BBM bisa menjadi penyelamatnya sehingga orang tetap bertahan menggunakan blackberry. Setidaknya tidak meninggalkan sama sekali. Mengharapkan pengguna baru sebenarnya memang kurang besar kemungkinannya. Walaupun demikian untuk benar-benar mati dari pasar tentunya butuh waktu lagi.

Tetapi sayangnya, pengguna blackberry lama mengaku bahwa akun BBM mereka yang lama tetap bisa digunakan di smartphone. Sehingga mereka lebih memilih untuk memiliki android dan memasukkan akun BBM mereka ke smartphone tersebut. Jadi pengguna lama juga mulai berpikir ulang untuk menggunakan blackberry mereka lebih lama. Sebab untuk aplikasi sosial media lainnya tentu sudah lengkap tersedia untuk smartphone android dan iOS.


Bagaimana cerita blackberry selanjutnya? Apakah langkah yang mereka lakukan ini sebuah pertahanan atau ujung-ujungnya senjata makan tuan?

The Great Divide: The Great Life Soundtrack


Setelah mencari sekian lama soundtrack yang paling sesuai untuk menulis novel berikutnya yang akan diikutkan pada lomba akhirnya saya menemukannya. Sebenarnya ini bukan lagu baru. Sebab sudah lama ada di smartphone dan komputer saya. Ini sebuah soundtrack film animasi Tinkerbell. Dinyanyikan oleh Mclain Sisters, berjudul The Great Divide.

Lagu ini sangat menggambarkan hubungan yang terjalin antara saya dan Putra. Selama ini saya tak menyadari kehadirannya yang sangat dekat. Lalu saya juga tak menyadari betapa indahnya jalan yang dipersiapkan Tuhan untuk kami berdua. Pertemuan yang pada akhirnya membuat kami berdua hingga hari ini tak terpisahkan sehari pun. Dia yang menunggu di sana. Telah saya temukan.

Saya selalu percaya bahwa terkadang kita terlalu sibuk mengejar cinta yang ada di depan kita padahal cinta yang sebenarnya sedang menunggu kita untuk berhenti sejenak. Mengistirahatkan hati dan jiwa yang lelah karena terluka oleh cinta. Cinta itu bersabar menunggu di sana. Ada kalanya kita harus berhenti. Berhenti mengejar apa yang kita inginkan. Sebab Tuhan telah menyiapkan apa yang kita butuhkan. Ketika kita berhenti sejenak, cinta itu pun datang menemukan kita.

Apakah kamu lebih suka ditemukan atau menemukan cinta yang telah disiapkan Tuhan untukmu?

Lagu ini memang sangat indah. Membuat saya menjadi sangat bersemangat untuk menulis dan tak banyak typo yang terjadi sepanjang pengetikan tulisan-tulisan untuk blog dan semoga demikian juga buat novel nantinya. Memang saya akan menuliskan kisah cinta. Kisah seorang perempuan. Sebenarnya saya lebih suka menulis dari sudut pandang laki-laki walaupun banyak sekali kisah yang saya tulis selalu tokoh perempuan yang menjadi tokoh utamanya. Memang sih akan lebih mudah menyelami sudut pandang kita sendiri dibandingkan sudut pandang lawan jenis kita. Tetapi menuliskan sudut pandang lelaki dari sisi perempuan sebagai penulisnya kadang menghadirkan warna yang berbeda. Bahasa yang terasa lebih pekat.

Saya sedang mempersiapkan dua judul yang paling cocok. Kemungkinan besar adalah Kulminasi. Sebab settingnya nantinya adalah Kota Pontianak. Akan sangat menyenangkan menuliskan tentang kisah cinta yang terjadi di Pontianak beserta semua kebudayaannya. Kebudayaan yang saya lihat setiap hari. Bahasa Melayu yang kental. Warung kopi yang berdiri sepanjang jalan Jalan Gajah Mada.

Menang atau tidak novel itu nantinya, menurut saya yang paling penting adalah bagaimana Pontianak bisa dikenal banyak orang termasuk kebudayaan di dalamnya. Setidaknya mengenalkan Kalimantan Barat ke seluruh Indonesia adalah pekerjaan rumah yang selalu ingin saya rampungkan. Saya tak bisa menunggu orang lain yang mulai untuk menuliskannya sebab sampai sekarang tak banyak orang yang tertarik untuk menulis lebih banyak tentang kotanya sendiri.

Hanya beberapa teman yang saya kenal yang masih menuliskannya hingga hari ini. Pelan-pelan memang langkah yang kami lakukan. Sangat kecil pekerjaan yang kami rampungkan. Namun setidaknya sudah ada yang membuat jalan di tengah hutan belantara ini untuk diteruskan oleh anak cucu nantinya yang juga akan menyelesaikan semuanya.


Kamu menggunakan soundtrack apa untuk novelmu yang sekarang?

WhatsApp Initializing Too Long


Siapa yang suka menghapus history di smartphonenya pasti pernah mengalami hal ini. Saat akan masuk kembali ke akun Whatsapp, ternyata tak bisa masuk padahal sudah berjam-jam 'initializing'. Entah apa yang membuatnya menjadi sedemikian panjang. Padahal dibandingkan LINE dan aplikasi chat lainnya, Whatsapp aplikasi yang sederhana. Tidak banyak hal yang ada di sana. Hal-hal yang tidak perlu memang tidak disematkan di Whatsapp. Namun selalu saja sulit untuk masuk kembali ke akun kita dan hanya tiba di halaman initializing. Entah kenapa.

Ternyata yang mengalaminya bukan hanya saya sendiri. Masih banyak orang di luar sana yang juga mengeluhkan hal yang serupa. Bagaimana sulitnya untuk masuk ke akun setelah kita keluar. Saya ingat sekali dulunya Whatsapp tak sesulit ini untuk masuk. Bahkan di ponsel biasa saya yang nokia. Mudah saja masuk setelah keluar atau menguninstall.

Walaupun sebenarnya banyak aplikasi chat yang lain, saya juga tetap butuh Whatsapp. Sebab tak semua orang menggunakan semua aplikasi yang saya install di android saya. Apakah ini tandanya saya harus mengganti smartphone dengan yang terbaru? Smartphone yang memiliki kemampuan menjepret yang lebih mumpuni dibandingkan smartphone yang saya miliki?

Memang ada rencana sih buat mengganti smartphone tapi sayang sekali jika harus membelinya dengan harga mahal. Lebih baik uangnya ditabung buat persiapan hamil dan melahirkan. Wihi sudah ada rencana ke sana :D

Lomba yang saya ikuti memang ada yang memberikan hadiah smartphone baru yang kemampuannya jauh dibandingkan smartphone yang saya miliki. Melihat hadiah nomor tiga saja saya sudah ngiler. Apalagi sampai mendapatkan hadiah utama. Pengennya sih memang hadiah utamanya sebab kameranya begitu ajaib dan sekarang rasanya semua orang bisa menjadi fotografer profesional dengan smartphone tersebut.

Tapi saya juga membayangkan bagaimana nantinya saat saya menginstall aplikasi Whatsapp di sana. Apakah akan ada lagi 'initializing' yang panjang? Membuat saya tak bisa menggunakan aplikasi tersebut dengan orang-orang di kantor dan juga teman-teman yang ingin saya undang melalui Whatsapp saja. Ah jadi bingung. Saya sudah berusaha mencari cara agar initializing di Whatsapp tidak sepanjang tersebut. Padahal sudah menggunakan wifi tetap saja whatsappnya tak bisa masuk ke chat. Yang ada hanya chat orang yang muncul di notifikasi tapi tak bisa dibaca. Itu lumayan menyebalkan.

Takutnya ada orang yang memang punya kepentingan dengan saya tapi tak bisa saya baca pesannya. Saya juga dagang menggunakan Whatsapp. Jadi ini cukup membuat saya cemas jika whatsapp tersebut tak mau masuk juga. Ada sih keinginan untuk melakukan reset ke setelan pabrik untuk smartphonenya. Sebab sudah sering sekali ngehang dan gagal mengetik. Aih baru saja menggunakannya sekitar 5 bulan, sudah sedemikian parahnya keanehan softwarenya. Walaupun demikian saya bersyukur memiliki smartphone Lenovo A800 tersebut. Sebab melalui smartphone tersebut Tuhan memberikan saya sebuah sepeda motor Scoopy Honda yang masih baru.


Bagaimana dengan teman-teman? Apakah mengalami hal yang sama?

Sudah Update Blog Hari Ini?


Sebenarnya saya berusaha untuk tidak terlalu tenggelam di dalam kamar dan menulis untuk posting blog saya. Meskipun saya sendiri juga sedang tersangkut dengan tantangan yang saya buat sendiri. Sedangkan banyak sekali yang harus saya perhatikan di rumah ini. Ada acara besar yang akan dilangsungkan dan saya merasa sedikit tidak nyaman saat lebih banyak sendirian di dalam kamar dan mengupdate blog sambil mencari lomba yang bisa saya ikuti. Apalagi banyak orang yang ingin bertemu dengan saya. Maklumlah, saya yang akan menjadi Tuan Puterinya untuk semingguan ini.

Tetapi saya beruntung memiliki seseorang yang sedemikian menyayangi saya dan tetap mendukung semua kegiatan saya. Dia akan selalu bertanya apakah saya tidak menulis? Apakah saya tidak akan mengupdate blog? Sudah selesai? Banyak sekali pertanyaan yang akan dia ajukan jika memang saya terlihat sedang tidak melakukan apa-apa seperti biasanya. Dia juga yang dengan rela mengangkut semua peralatan yang saya gunakan untuk menulis. Komputer yang selama ini menjadi soulmate pun sudah ada di rumah yang akan kami tempati selama seminggu ini.

Padahal saya lebih suka mengupdate blog saat semua orang sudah tertidur. Saat itu tak akan ada orang mencari saya. Tak ada yang perlu saya lakukan kecuali tenggelam dalam blog saya sendiri. Menyenangkan bisa punya sedikit me time di tengah malam. Namun bisa-bisa itu membuat lingkaran di bawah mata saya menjadi lebih hitam dibandingkan sebelumnya. Padahal saya harus terlihat sempurna Sabtu nanti. Tetapi update blog itu seperti sebuah hutang yang tetap harus dibayar. Rasanya akan ada yang kurang kalau tidak mengupdatenya sehari saja, meskipun hanya memasukkan sebuah gambar dan memberikan satu dua kata di bawahnya.

Apalagi saya tidak ingin terjebak dalam pembenaran untuk tidak mengupdate blog sehari saja yang pada akhirnya membuat saya sendiri melupakan tujuan ngeblog saya yang ingin membagi sebanyak mungkin informasi yang ada di dalam kepala saya. Sebab seorang teman pernah mengatakan saat kita membuat pembenaran atau memaklumi diri sendiri untuk tidak menulis atau mengupdate blog kita akan membuat pembenaran baru saat kita tidak update blog yang berikutnya. Berulang kali hingga akhirnya hiatus dan muncul lagi satu kuburan maya di dunia perbloggeran ini.

Update blog sama seperti mandi. Mau tidak mau suka tidak suka memang harus tetap dilakukan. Kalau tidak ya badannya akan menjadi bau dan wajahnya menjadi tidak bersih karena kotoran semalaman tidak dihilangkan dengan air yang menyiramnya. Mungkin itu yang membuat banyak blogger kesulitan mengupdate blog sendiri setiap hari. Mencoba mencari pembenaran dibalik tidak updatenya blog tersebut sesuai dengan jadwal yang sudah dia buat sendiri. Lalu lama-lama berhenti ngeblog karena 'sesuatu yang membenarkan' hal tersebut. Tak ada yang mewajibkan seseorang untuk mengupdate blognya memang selain dirinya sendiri. Namun saat kita memilih jadi seorang blogger, jadilah blogger yang sebenarnya. Blogger yang bisa mengupdate blognya sesuai dengan jadwal yang ingin dilakukan.

Ada yang memilih menjadi blogger harian, seperti saya, ada pula yang mingguan, atau bulanan. Kembali ke pilihan masing-masing mau menjadi blogger yang mana. Tetapi blogger tidak bisa disebut blogger kalau tidak update blognya bukan? Atau mau disebut dengan blogger hiatus? Bisa saja demikian pilihannya.


Saya sudah update blog berkali-kali hari ini. Kamu?

Connect To The Real Life


Barangkali banyak orang akan menyadari betapa jarangnya saya mengupdate status di twitter dan facebook. Paling banyak saya hanya membagikan tautan ke blog saya saat selesai menulis. Itupun karena saya menghubungkan twitter dan facebook ke blog menggunakan update otomatis status postingan terbaru. Kalau tidak saya pikir cukup melelahkan harus membagikan semua tautan ke akun sosial media. Sehingga sering sekali saya tidak membagikannya ke komunitas blogger yang saya ikuti.

Sebenarnya saya sedang berusaha berhubungan dengan dunia nyata lebih banyak. Sebab sekarang saya punya kehidupan yang nyata dan orang di sekitar saya juga nyata. Berbeda dengan sekitar satu setengah tahun yang lalu. Saat saya hanya memperbanyak koneksi ke internet dan berhubungan dengan orang di dunia maya. Sebab hampir bisa dikatakan saya tak punya teman dekat satu pun di Pontianak ini. Apalagi keluarga. Semuanya jauh dari sisi saya. Mengusir kesepian hanya dengan membuka dunia maya. Sebab di dunia nyata saya tak tahu harus berbicara dengan siapa.

Barangkali begitu yang dialami banyak orang di dunia ini yang sangat update akun sosial medianya. Banyak hal yang membuat mereka lari ke dunia maya dan tidak banyak berhadapan dengan dunia nyata. Saya beruntung akhirnya menemukan dunia nyata saya yang sebenarnya sekarang. Ada hal-hal yang harus dijalani secara offline. Begitu juga dengan menulis novel. Akan membuat sedikit kesadaran saya untuk mengofflinekan komputer yang saya gunakan menjadi lebih waspada. Bahwa internet itu kebutuhan bukan kehidupan.

Walaupun memang banyak hal yang mendukung kehidupan saya sebenarnya berasal dari dunia maya. Tetapi semuanya hanya dukungan bukan kehidupan saya yang sebenarnya. Saat menuliskan postingan untuk blog saya pikir saya menjadi lebih hidup tapi tanpa blog bukan berarti saya akan mati lebih cepat. Menyukai menulis bukan berarti pula memestikan kita untuk menulis secara online. Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah dasar saya setiap hari menulis secara offline di secarik kertas dan tetap bisa menjalani kehidupan dengan menyenangkan.

Memang bedanya menulis offline dan online adalah jumlah pembacanya. Menulis offline hanya sedikit pembaca yang bisa dijangkau sebab naskah asli tulisan tersebut yang akan digunakan untuk dibaca langsung oleh pembaca sedangkan menulis online semua orang bisa langsung membacanya di waktu yang bersamaan. Itu bagian yang menyenangkan dari menulis online. Sebab tak ada batasan ruang dan waktu di antara penulis, tulisan, dan pembacanya.

Terhubung ke dunia nyata lebih banyak membuat saya merasa saya nyata. Diakui keberadaannya oleh orang di sekitar saya. Saya merasa ada. Benar-benar ada. Sebagai seorang manusia. Namun pilihan setiap orang berbeda. Ada yang lebih nyaman lebih banyak terhubung dengan dunia maya dibandingkan dunia nyata. Ada pula yang lebih suka dengan dunia nyata dibandingkan maya.


Satu hal yang akan selalu saya ingat bahwa dunia ini akan berputar. Selalu berputar mau kita memilih apa pun itu. Kehidupan menawarkan pilihannya dan tak ada yang berhak mengatur kehidupan kita selain diri kita sendiri. Tetapi saya sadar sekarang, bahwa saya lebih senang terhubung di dunia nyata lebih banyak dibandingkan dunia maya. Offline always makes me feel alive.

Pilihan Hidup


Kehidupan menawarkan banyak pilihan pada kita. Jalan mana yang akan kita ambil. Bahkan dengan apa kita akan berangkat melalui jalanan itu. Tak ada yang bisa menentukannya kecuali kita sendiri kecuali kita memang setuju dengan pilihan orang lain dan berusaha mengikuti jalan hidup orang lain. Percayalah bahwa setiap kehidupan sudah ada tujuannya masing-masing. Kamu tak punya tujuan yang sama dengan orang lain. Jadi mengapa harus hidup dengan cara yang dipilih orang lain.

Pilihan hidup juga memberikan kita banyak sekali pengalaman. Ada hal-hal yang tak akan terjadi jika kita memilih jalan tertentu. Misalnya kamu memilih jalan A di kehidupanmu, maka yang akan terjadi adalah A1, A2, A3, dan seterusnya. Tidak ada cerita yang terjadi adalah B1, B2, B3, bahkan Z1. Sebab pilihan hidup yang kita jalani akan memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang kita dapatkan pada akhirnya. Gampangnya sih apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai.

Seperti itu juga di dalam kehidupan. Jika kamu yang ingin menjalaninya kamu harus memilihnya. Tak banyak orang yang dengan berani membuat standar untuk kehidupannya sendiri. Berusaha hidup seperti standar orang pada umumnya. Padahal kalau dipikir-pikir kita hanya memiliki kehidupan yang ini. Seandainya kita tidak puas dengan akhir kehidupan yang kita jalani, Tuhan tak akan mengulang hidup tersebut dari awal.

Semua sudah terjadi dan tak ada yang perlu disesali. Itu kata seorang teman yang akhirnya membuat saya sadar satu hal bahwa kehidupan tetap harus berjalan ke depan. Bukannya malah kita bawa mundur ke titik sebelumnya. Kita tak akan bisa memutar waktu yang sudah lewat. Apa yang sudah berlalu ya berlalu. Begitu juga dengan orang yang kita temui setiap hari. Bisa jadi hanya hari itu kita akan bertemu dengannya dan besok tak ada lagi pertemuan yang sama.

Pilihan hidup adalah sesuatu yang menjadi hak kita pribadi. Tak ada satu orang pun yang berhak mengatur kita harus hidup seperti apa dan menjadi siapa. Walaupun banyak sekali orang yang berpikir bahwa dia baru sukses apabila mencapai sesuatu seperti yang sudah dicapai orang lain atau orang pada umumnya. Padahal bisa jadi dia mampu melakukan lebih dari yang orang lain bisa. Tapi itu pilihannya untuk menggunakan standar yang dimiliki orang lain.

Ada yang cukup bangga dengan dirinya sekarang karena sudah seperti si A atau sudah sesuai dengan kehidupan si B. Mengapa tak melakukan hal yang lebih luar biasa. Jadikan semua standar itu sebagai standar pada umumnya dan kita harus berhasil lebih dari itu semua. Itu sebabnya teman-teman tak perlu heran mengapa di blog ini setiap bulannya ada tulisan yang banyak sekali jumlahnya. Mengalahkan banyak blog lainnya yang sudah malang melintang di dunia maya. Ini pilihan saya. Tantangan saya. Sebab saya yakin saya bisa melakukannya. Melakukan sesuatu yang berbeda dari orang lain. Pilihan hidup dan standar hidup adalah sesuatu yang harus kita buat sendiri. Sebab melelahkan mengejar pilihan dan standar hidup orag lain.

Kamu bisa menjadi seseorang yang sukses pada umumnya atau menjadi seseorang yang lebih luar biasa dari dirimu yang sekarang. Semuanya hanya masalah pilihan. Di dalam kehidupan kita selalu punya waktu untuk memilih dan menentukan kebahagiaan diri kita sendiri. Sebab setelah itu Tuhan yang akan menentukan maut membawa kita ke mana dan bergabung dengan siapa saja. Kita hidup hanya sebentar. Hari ini saja yang kita punya.


Pilihlah sesuatu yang menurutmu terbaik bukan paling baik bagi orang lain. Tak ada yang bisa menentukan cara hidup yang akan kamu jalani. Karena pada akhirnya kamu yang akan menuai apa yang ada di akhir kehidupan itu. Selamat memilih. Ini bukan postingan untuk menggalakkan pemilu di Indonesia. :)

Masuk Angin


Masuk angin dibandingkan sakit diare sebenarnya lebih menyiksa masuk angin. Sebab masuk angin selain ada perasaan tidak nyaman di tubuh, di perut, dan kepala, bawaannya ingin marah saja. Belum lagi muntah-muntah karena ingin mendesak ingin keluar. Tetapi tetap saja saya bisa terkena masuk angin yang ujung-ujungnya membuat saya merasa sangat tidak nyaman seharian. Mau ngapain aja salah rasanya.

Belum lagi mau makan tidak selera. Apalagi menulis. Tak ada yang bisa saya lakukan kecuali tiduran sambil sesekali bangun untuk muntah. Sudah minum banyak sekali obat. Beragam yang masuk ke perut. Untungnya tidak sampai over dosis karena jenis obat yang diminum berbeda-beda. Padahal masih banyak hal yang harus dilakukan. Seperti betangas yang tidak cukup sekali. Harus sampai tiga kali dilakukan.

Dalam keadaan masuk angin semua itu harus saya jalani. Banyak yang bilang sih karena saya melanggar pantang, pas hampir magrib saya turun ke tanah. Padahal saat dipelam, pengantin tidak boleh keluar lagi dari rumah. Ya sudahlah, saya tidak akan meninggalkan rumah ini sama sekali lagi. Bertahan di dalam supaya tetap sehat hingga hari akad nikah akan dilangsungkan.

Sangat tidak lucu jika saya harus bersanding dalam keadaan tidak fit bukan? Selama 3 hari ini sepertinya saya harus mengatur jadwal makan dengan benar. Jangan sampai masuk angin lagi dan buang air besar sebisa mungkin setiap hari. Oh iya saya juga harus makan pisang supaya pencernaan lancar dan tidak masuk angin lagi. Sebab dengan lancarnya pencernaan akan membuat saya lebih lancar kentutnya.


Hahahaaha... inilah postingan curhat seseorang yang masuk angin.

29 Oktober 2013

Jembatan Antibar


Pantai Kijing


Bepelam


Setelah betangas, kedua mempelai tak boleh lagi meninggalkan rumah. Apalagi sampai mengendarai kendaraan bermotor. Setiap hari hanya berada di rumah sampai tiba hari H. Sama seperti dipingit istilahnya. Tetapi semakin lama waktu orang untuk bepelam semakin singkat. Kalau dulunya ada yang sampai satu bulan dipelam, sekarang ada yang hanya satu minggu saja. Bahkan untuk beberapa kasus hanya dipelam tiga sampai empat hari.

Biasanya karena kedua mempelai sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak bisa menghabiskan banyak waktu untuk bepelam ini. Sebenarnya tujuan bepelam ini baik. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menimpa calon pengantin. Walaupun sebenarnya musibah bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tak peduli orang tersebut hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah dan tidak melakukan apa-apa. Namun memang dengan dipelam hanya usaha yang dilakukan oleh banyak orang untuk menghindari musibah seperti kecelakaan di jalan raya.

Sebab bukan cerita baru lagi banyak yang batal menikah gara-gara pasangannya meninggal dunia saat mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Terlibat kecelakaan maut dan meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Tetapi saya pikir itu karena mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Mereka bukan jodoh yang disiapkan oleh Tuhan. Makanya Tuhan punya cara untuk mengambilnya.

Bepelam saya lakukan hanya untuk menyenangkan orang tua kedua belah pihak. Supaya semuanya menjadi lebih tenang karena kedua bintang utama pesta pernikahan ini terlihat 24 jam berada di rumah. Tidak disibukkan oleh hal-hal yang diluar rencana pernikahan ini. Menghindari pertengkaran yang tak berarti karena akan sibuk sekali menjalani persyaratan menuju pernikahan.

Tak semua orang bisa menjalani bepelam dengan tenang sebab tak semua orang suka berada di rumah terlalu lama. Apalagi kalau sudah terbiasa berada di tempat kongkow-kongkow. Berbeda dengan saya sendiri yang sangat nyaman diminta berada di rumah saja, sebab itu artinya saya akan punya banyak sekali waktu luang untuk menulis dan menyelesaikan tantangan ngeblog di blog ini.

Semua orang punya pilihan. Ada yang suka menjalankan perintah orang tua jaman dulu ada pula yang keberatan. Namun yang harus diingat adalah menikah (semoga) hanya satu kali seumur hidup. Tak ada salahnya menyenangkan orang tua dengan mengikuti semua yang mereka perintahkan. Selama tidak bertentangan dengan agama, tak ada masalahlah.


Buat semua orang yang sedang mempersiapkan pernikahannya, selamat bepelam. Enjoy your holiday.

Betangas


Akhirnya betangas juga. Malam ini menjadi betangas yang pertama untuk calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan tanggal 2 November nanti. Betangas itu sebenarnya istilah yang digunakan oleh masyarakat Melayu Kalimantan Barat untuk kegiatan sauna yang memang dikhususkan untuk calon pengantin. Berbeda dengan sauna modern yang sering kita lihat di dalam film.

Kalau sauna yang modern pastinya akan ada sebuah ruangan yang kedap suhu. Lalu orang yang sudah membuka pakaian akan masuk ke dalam ruangan tersebut dengan berbekalkan sebuah handuk. Kemudian ada alat pemanas yang bisa disiram dengan air supaya ruangan dipenuhi oleh uap yang panas. Orang yang berada di dalam akan mulai keluar keringatnya. Ada juga yang sudah menggunakan alat pemanas otomatis yang tinggal dinyalakan saat orang berada di dalam ruangan tersebut.

Sedangkan kalau betangas sangat tradisional. Tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan aroma harum dan termasuk rempah akan direbus sampai mendidih. Lalu sang calon pengantin akan dilulur. Setelah itu masuk ke dalam tikar pandan yang dibentuk membulat melingkari sang calon pengantin. Kemudian di dalamnya juga dimasukkan periuk yang digunakan untuk merebus rempah wangi tadi. Uap panasnya akan memenuhi ruangan yang tertutup dengan tikar dan juga selimut tersebut. Orang yang di dalamnya akan mengaduk isi periuk dan merasakan hawa panas di dalam tikar tersebut. Dilakukan dua kali dalam sehari sampai tiba hari pernikahan.

Tujuan betangas sendiri adalah untuk membuang bau badan sang calon pengantin. Supaya baju pengantin nantinya tidak akan bau dengan keringat pengantin. Ini supaya mak penganten tidak mengomel saat mendapati baju pengantin miliknya menjadi bau keringat pengantin. Tetapi tujuan utamanya tentu saja untuk menyenangkan malam pertama kedua mempelai setelah akad nikah dilangsungkan. Tentunya semua orang ingin malam pertamanya sempurna. Suami istri yang baru akan memulai kehidupan barunya dan tubuh yang lebih harum dan terawat. Ini juga penting untuk kelangsungan sebuah pernikahan.

Betangas mengajari mempelai perempuan tentang pentingnya menjaga tubuh untuk suaminya supaya pernikahannya awet sampai tua nanti. Anehnya betangas malam ini saya sedikit sekali mengeluarkan keringat. Padahal saya sudah berusaha untuk lebih lama barada di dalam tikar pandan tersebut. Barangkali karena malam ini hujan melanda Pontianak dan dingin sekali di luar sana.

Saya ingat sekali waktu saya betangas saat masih kecil dulu. Keringat saya banyak sekali yang keluar. Dulunya memang hanya ingin membuat bau badan lebih harum. Sayangnya dulu terlalu sering betangas menggunakan air rebusan daun pandan yang membuat tubuh saya malah baunya mirip dengan bau musang yang aroma tubuhnya mirip dengan bau pandan.


Kali ini saya merasakan aroma tubuh saya penuh dengan rempah dan wewangian. Bagaimana teman-teman? Sudah pernah betangas sebelumnya?

Mak Penganten


Mak Penganten adalah istilah yang digunakan banyak orang untuk tukang rias yang bertugas merias pengantin dan tentunya menyediakan baju termasuk pelaminan berserta segala kelengkapannya. Mak penganten dulunya orang-orang tua yang memang memiliki pengalaman untuk merias pengantin. Sedangkan sekarang sudah berkembang menjadi banyak yang menggeluti usaha menjadi 'mak penganten' yang memang menjanjikan penghasilan yang lumayan. Apalagi kalau sedang musim banyak yang menikah.

Ada juga waria yang menjadi 'mak penganten'. Biasanya waria ini belajar merias dari sesama tukang rias yang juga merupakan waria juga. Namun saya sendiri kurang sreg dengan tukang rias waria. Bagaimana pun juga dia tetap laki-laki. Tak peduli bentuknya sudah dipermak di mana-mana. Jadi saya merasa sangat tidak nyaman harus dipakaikan pakaian pengantin oleh waria ini. Apalagi saya sering melihat waria yang terlalu suka mencukur alis sang pengantin. Padahal saya sendiri tidak ingin ada pencukuran alis saat menikah nanti.

Mak penganten yang akan menjadi mak penganten saya adalah Mak Lena. Pengusaha dibidang ini yang menamai tempat usahanya dengan Annisa. Harga yang ditawarkan juga tak begitu mahal untuk satu paket pakaian pengantin, pelaminan, dan baju besan juga pagar ayu. Sudah termasuk meja makanan dan meja penyambutan tamu.


Saya memilih sepasang pakaian pengantin untuk resepsi. Sedangkan calon suami saya sendiri memilih sepasang pakaian pengantin untuk akad nikah pagi harinya. Semoga Mak Pengantennya bisa membuat saya tampil luar biasa saat hari H. Mohon doa dan restunya.

Another Pokok Telok


Masih ingat dengan bunga telur yang pernah saya ceritakan? Di Pontianak sendiri masih banyak yang menyediakan hiasan makanan ini untuk pesta pernikahan. Jika sebelumnya jumlah bunga yang akan dirangkai menjadi pokok telok (pohon telur) hanya puluhan, tadi pagi ternyata jumlahnya sudah bertambah menjadi sekitar 100 batang bunga telur.

Tambahannya terbuat dari kain flanel. Sebenarnya di kampung saya lebih sederhana lagi bentuk bunga telur ini. Hanya lidi yang dihiasi dengan kertas hias yang biasanya dibuat untuk bunga manggar dan bagian ujungnya diberi sebutir telur yang kulitnya diwarnai dan ditusuk dengan lidi tersebut. Kalau ada yang bertanya pada saya bagaimana cara membuatnya, mohon maaf sekali sebab saya belum pernah membuatnya sama sekali.

Ini buatan adik calon mertua saya yang memang senang sekali membuat bunga. Apalagi dia memang membuka usaha membuat pokok telok (pohon telur/bunga telur). Banyak sekali bunga buatan yang dipersiapkan untuk pernikahan saya. Wajar rasanya saya merasa sangat terharu. Padahal saya pikir saya hanya akan menjalani pernikahan biasa seperti yang saya harapkan. Lalu hidup berumah tangga dengan laki-laki yang saya cintai dan mencintai saya balik.

Sekarang saya merasa penyambutan semua orang seakan-akan saya adalah seorang puteri yang harus mendapatkan semua yang ada sekarang. Mengharukan rasanya mendapatkan sedemikian banyak kenikmatan yang tak pernah saya duga sebelumnya. Bunga-bunga telur itu akan menjadi saksi yang akan menjadi pengingat betapa bahagianya diri saya yang pada akhirnya resmi menjadi seorang istri.

Bunga itu berwarna kuning dan merah. Dengan tangkai hijau yang terbuat dari kawat dan bambu. Daun-daunnya yang berwarna hijau tua sangat terasa hidup dan membuat saya tak bosan memandangnya. Nanti satu demi satu bunga telur itu akan diberikan pada anak-anak dari tamu yang hadir. Tak semua tamu akan mendapatkannya. Melainkan hanya tamu-tamu dari keluarga dekat yang akan mendapat bagian. Atau setidaknya orang-orang yang dihormati.

Masyarakat Melayu memang sudah terbiasa menyediakan bunga telur setiap mengadakan pesta pernikahan. Entah memang adat seperti ini hanya ada pada pernikahan di Kalimantan Barat atau ada juga yang memiliki tradisi yang sama. Sejak kecil saya selalu menantikan bunga telur yang Aki dapatkan dari pesta pernikahan yang dia hadiri. Aki memang selalu mendapatkan bagian bunga telur pengantin setiap kali diundang pada pesta pernikahan. Sebab Aki orang yang dituakan di kampungnya.


Entah siapa saja yang beruntung mendapatkan bunga telur ini untuk dibawa pulang sebagai kenangan. Saya juga tidak tahu apakah nantinya ada nasi ketan yang dijadikan pondasi bunga telur ini di dalam Perahu Lancang Kuning yang digunakan sebagai tempat menampung bunga telur ini. Nanti saya akan cerita lebih banyak lagi ya!

Kartu Pos Sudah Punah di Pontianak


Ah ternyata saya tidak menemukan satu kartu pos pun yang bisa dikirimkan buat teman-teman yang suka mengoleksi kartu pos. Untungnya saya membuat desain undangan pernikahan yang berbentuk kartu pos. Sehingga ini bisa menjadi pengganti buat teman-teman yang memang ingin memiliki kartu pos dari Pontianak. Walaupun ini bukan kartu pos yang sebenarnya. Namun tetap saja ini bisa menjadi pilihan bagi teman-teman yang ingin mendapatkan kartu pos dari Kalimantan Barat.

Saat saya menanyakan tentang kartu pos di sebuah toko buku yang ternama di Pontianak saja saya mendapatkan tatapan yang aneh. Seakan-akan mereka ingin mengatakan: 'What? Hari gini masih nyari kartu pos?'. Anggap saja saya kampungan dan norak. Tak mengapa. Sebab bagi saya penting menemukan kartu pos buat teman-teman saya. Sayangnya memang kartu pos dari Pontianak, Kalimantan Barat sudah tak ada.

Padahal kantor pos masih berdiri dengan gagahnya. Walaupun fungsinya sudah mulai beralih. Tidak hanya tempat mengirimkan surat sebab orang sudah jarang sekali berkomunikasi dengan surat. Tak ada lagi kita dengar tren sahabat pena atau mengoleksi prangko. Padahal dulunya banyak orang yang dengan bangga memamerkan surat yang dia dapatkan dari pulau yang lain. Mengumpulkan prangko dengan corak yang berbeda juga seakan-akan menjadi sisi prestasi yang lain.

Sekarang kebanyakan orang datang ke kantor pos untuk membayar tagihan kredit, tagihan telpon, tagihan listrik, dan tagihan air. Walaupun tetap ada yang mengirimkan paket atau surat melalui pos. Itu pastinya sesuatu yang memang tak ada pilihan lain. Harus menggunakan kantor pos.

Sepertinya ini bisa menjadi lahan usaha yang baru. Membuat desain kartu pos yang unik yang menggambarkan Pontianak atau Kalimantan Barat. Di Kalimantan Barat kan banyak sekali kabupatennya. Tiap kabupaten punya tempat wisata masing-masing dan ciri khas yang berbeda antara satu sama lain. Walaupun tak banyak yang akan mencari kartu pos tapi barangkali ada yang bisa membuar kartu pos mulai digunakan oleh banyak orang lagi.

Saya tak tahu apakah di Pontianak ada yang masih bertahan mengoleksi kartu pos. Saya sendiri? Tak pernah sekalipun mengoleksinya. Satu-satunya kartu pos yang saya miliki adalah kartu pos dari Hendra Fu yang berada di Lampung. Sekarang saya hanya bisa membalasnya dengan kartu pos yang tercetak sebagai undangan pernikahan saya.

Sebagai pengganti kartu pos saya hanya bisa menyisipkan hadiah kecil lainnya seperti souvenir pernikahan, gelang, dan gantungan kunci dari Kalimantan Barat. Semoga saja itu bisa menjadi kenangan tersendiri buat teman-teman yang memang suka mengoleksi kartu pos dan tentu saja kartu pos ini akan sangat berbeda dengan semua kartu pos yang mereka koleksi sebelumnya.


Siapa pun warga Pontianak yang membaca ini. Bikin kartu pos yuk. Setidaknya desain online yang bisa dicetak sendiri nantinya. Ah saya ingin sekali sebenarnya mengirimkan kartu pos yang asli. Bukan undangan dalam bentuk kartu pos ini. Ya sudahlah tak boleh mengeluh terlalu panjang. Saya hanya bisa mengatakan bahwa kartu pos di Pontianak sudah punah.

Semakin Bersyukur


Sejak kecil saya selalu diajari untuk selalu mensyukuri semua yang saya miliki dan juga tak saya miliki. Sebab memang hanya itu yang bisa saya lakukan untuk menjalani kehidupan dengan tenang. Risau dengan banyak hal yang tak saya miliki hanya membuat saya galau dan pada akhirnya resah. Mau banyak atau sedikit yang diberikan Tuhan kita memang wajib untuk bersyukur.

Bersyukurlah untuk oksigen yang tak pernah lupa Tuhan berikan untuk kita di dunia ini. Terbayangkankah oleh kita saat Tuhan menghentikan pasokan oksigen di bumi untuk 10 detik saja atau 10 menit? Apa yang akan terjadi dengan dunia dan segala isinya? Jangan-jangan kita sering lupa mensyukuri keberadaan oksigen yang secara sadar dan tak sadar terus kita hirup setiap hari.

Saat jatuh dari sepeda motor beberapa minggu yang lalu saya juga sadar betapa Tuhan telah memberikan sepasang kaki yang patut untuk disyukuri. Sulitnya berjalan dengan kaki yang terluka membuat saya sadar bahwa kaki ini adalah rezeki dari Tuhan yang tak akan saya tukar dengan uang berapa pun jumlahnya. Bayangkan kalau kita lahir tanpa kaki? Tentunya jauh lebih sulit lagi. Tetapi mengapa banyak orang yang memiliki ketidaksempurnaan seperti manusia normal lainnya masih bisa hidup dengan baik dan tetap bersyukur. Saya malu kalau harus meminta lebih banyak lagi dari Tuhan sebab dia sudah memberikan banyak sekali anugerah di dunia ini untuk kita semua. Tanpa kita minta pun Dia tak pernah alpa memberikan rezeki dalam bentuk kesehatan bagi kita semua. Sayang jika kita melupakan caranya untuk bersyukur atas semua anugerah yang telah dia berikan.

Bukankah Dia sudah mengatakan bahwa Dia akan menambah rezeki bagi hambanya yang mau bersyukur. Namun mesti kita ingat pula bahwa ketika kita ingkar dengan semua nikmat-Nya azab yang akan dia berikan tentunya sangat pedih.

Saat itulah saya sadar bahwa apa pun yang diberikan Tuhan wajib kita syukuri. Jangankan berupa nikmat. Sesuatu yang menurut orang lain merupakan musibah bisa jadi berkah untuk kita. Misalnya penyakit yang dia berikan. Saat kita merasakan sakitnya tubuh kita bersyukurlah sebab bisa jadi Tuhan ingin kita lebih banyak beristirahat dan memberikan hak pada tubuh kita untuk menghentikan semua kegiatan yang menyita tenaga kita.

Makanya ketika jatuh dari motor kemarin saya rasa Tuhan sedang memberikan nikmat yang harus saya syukuri. Bagaimana saya melihat orang-orang di sekitar saya menjadi lebih memperhatikan saya saat kaki saya terluka. Walaupun sebenarnya tak ada seorang pun yang ingin sakit atau terluka, begitu juga dengan saya. Tetapi mengalaminya sesekali bukanlah hal yang buruk. Sebab kita akan melihat dunia dan segala isinya dengan cara yang berbeda.

Itu baru satu contoh. Masih banyak lagi contoh yang bisa membuat kita bersyukur atas takdir yang Dia berikan. Tuhan selalu dan akan selalu dan selalu menjadi yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Apa yang kita butuhkan di dunia ini. Dia akan tahu caranya memberikan semuanya untuk kita.


Cukuplah bersyukur atas semua nikmat yang diberikan dan bersabar pada musibah yang terjadi. Sebab Tuhan akan menambah semua nikmat yang telah dia berikan sebelumnya. Seperti kita yang bersedekah pada seseorang yang membutuhkan. Apakah kita tidak tertarik untuk menambah sedekah kita saat melihat bagaimana orang tersebut mensyukuri sedekah yang kita berikan? Begitulah cara Tuhan menyayangi kita sebagai hamba-Nya.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design