3 September 2013

WhatsApp Itu....



Sejak awal sebenarnya tak berniat memajang nomor WhatsApp di sini dan lebih suka transaksi via email atau twitter. Bukan apa-apa, walaupun itu lebih mempermudah pelanggan untuk langsung menghubungi dan tak semua orang punya twitter, tapi terkadang banyak pula yang mengganggu. Mau langsung di blokir rasanya tidak sopan ya kecuali dia sudah melakukan sesuatu di luar batas. Tapi kalau hanya menyapa, agak berlebihan harus di blokir.

Tapi memang saya bukanlah orang yang suka mengirim pesan diWhatsApp hanya untuk menghabiskan waktu luang. Jika saya rasa tidak penting saya tidak akan melakukannya, bahkan sering saya hanya diam saja di grup WhatsApp yang isinya orang kantor semua karena memang saya tak ada kepentingan untuk bicara.

Ada juga sih beberapa teman yang saya dapatkan dengan memajang nomor WhatsApp di blog. Saya lebih suka berteman dengan perempuan kalo untuk di wilayah pribadi seperti itu atau memang dengan orang yang sudah saya kenal secara langsung apa pun jenis kelaminnya.

Kadang saya suka risih jika ada laki-laki asing yang menyapa saya padahal tidak ada keperluannya. Jangan katakan alasannya ingin tahu tentang saya lebih banyak karena sebenarnya saya lebih banyak berbicara di blog atau di twitter. Saya pikir itu memang wilayah untuk berkomunikasi dengan orang asing tanpa melewati batas pribadi seseorang. Meskipun kadang saya suka risih juga jika ada yang menyapa di twitter hanya basa-basi.

Hey, saya bukan orang yang terlalu suka basa-basi lo. Bahkan saya kadang terlalu menikmati kesendirian saya. Berbicara dengan diri saya sendiri. Saya hanya akan bicara banyak, dan tentu saja tanpa basa-basi, pada Mister Achan.

Kalau hanya untuk berteman dengan saya di WhatsApp silakan, tapi bukan untuk teman chat yang diperlukan untuk membunuh waktu luang karena saya bukan tipe orang yang punya banyak waktu luang. Memang ada waktu-waktu yang kadang saya memiliki banyak waktu luang tapi tentu saja akan saya habiskan untuk menulis atau membaca.

Hingga sekarang keberadaan WhatsApp di ponsel saya hanya untuk mempermudah komunikasi dengan orang. Terutama orang yang saya sayang. Teman sekantor. Sisanya untuk orang yang punya keperluan bisnis sama saya. Bukan ajang kenalan apalagi buat mencari pacar.

Inti tulisan ini sebenarnya meminta teman-teman yang memang telah menyimpan nomor WhatsApp saya, silakan hubungi saya apabila ada keperluan. Apabila tak ada urusan alangkah lebih baik untuk tidak menghubungi nomor pribadi saya tersebut. Apalagi sampai menelpon tengah malam buta. Penasaran dengan suara saya? Saya punya soundcloud kok yang isinya suara saya semua. Mulai dari suara bangun tidur saya iklan di Radio Volare.

Silakan cek suara di bawah ini!

Related Posts

WhatsApp Itu....
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.