5 September 2013

Saya Lapar Tapi Saya Tahan


Hari pertama kemarin saya menggunakan jendela makan 8 jam. Sisanya 16 jam saya hanya minum air putih. Benar-benar air putih saja yang saya minum untuk menghilangkan keroncongan di perut. Saya sendiri sih memang tidak menderita maag sehingga tak ada masalah bagi saya untuk mengikuti puasa OCD (Obsesive Corbuzier Diet) ini.

Kalau dipikir-pikir selama ini rasanya semua makanan yang saya asup setiap hari bukan karena saya benar-benar membutuhkannya. Semuanya masuk ke dalam perut saya karena satu alasan yang sempat saya yakini, alasan yang membuat saya sendiri jarang puasa sunah. Saya tidak bisa menahan lapar. Itu alasannya. Saya harus makan untuk menghindari rasa lapar tersebut. Padahal saya sendiri belum tentu benar-benar membutuhkannya.

Sehingga sekarang saya mencoba mengubah pola pikir saya sendiri dan memulai OCD (Obsesive Corbuzier Diet) ini. Awalnya terlihat ekstrim. Ketika saya hanya membaca dan melihat hasilnya. Cukup menakutkan. Saya pikir seperti itu. Namun saat benar-benar menjalaninya saya harus mengatakan bahwa ini diet yang cukup menyenangkan. Ini hanya kembali ke pengaturan pola makan, pola jam makannya. Dibandingkan harus makan nasi khusus untuk diet dengan lauk dan sayuran yang direbus dengan sedikit bumbu, saya lebih baik melakukan OCD dan makan semua makanan favorit saya lalu mengatur jam berapa saya boleh memakannya.

Hari pertama memang akan selalu menjadi hari yang berat apalagi untuk saya yang selama ini gampang lapar dan selalu mengisi perut saya supaya tidak lapar. Tapi saya tak mau perut saya semakin buncit dan membuat timbunan lemak di tubuh saya. Selain tidak indah tentu saja tidak sehat.


Saya memang lapar, kemudian saya menahannya. Saya bisa ternyata!

@honeylizious

Followers