12 September 2013

Review Kuliner: Telur Sambal


Siapa yang tidak tahu dengan makanan yang satu ini? Telur ayam direbus kemudian dikupas lalu digoreng dalam keadaan masih bulat lalu dimasak dengan sambal yang berwarna merah. Di Pontianak setiap warung makan punya menu yang satu ini. Peminatnya juga sangat banyak. Karena selain telurnya jadi lebih istimewa, sambalnya juga bisa menambah sensasi yang berbeda saat makan.

Dulu waktu di rumah nenek saya selalu menemukan telur sambal yang dibuat dengan telur ayam yang digoreng langsung tidak direbus dulu. Jadi telur ceplok atau telur mata sapi dimasak lagi dalam sambal yang terbuat dari cabai merah yang sudah dikeringkan. Di Kalimantan Barat memang kebanyakan ibu rumah tangga menggunakan cabai yang sudah dikeringkan. Berasal dari cabai merah yang panjang dan kurus yang diawetkan dengan pengeringan.

Untuk menggunakan cabai kering ini, cabai dipotong-potong lalu direndam air. Ada yang merendamnya dengan air hangat ada pula dengan air dingin. Bergantung selera masing-masing. Proses perendaman ini untuk mempermudah penghalusan cabai untuk dibuat sambal.

Nenek dulu selalu menggunakan lesung batu untuk menghaluskan bumbu masak yang akan dia gunakan termasuk cabai kering yang sudah direndam ini.


Pertama kali makan telur sambal yang direbus dulu baru digoreng dan dimasak menjadi telur sambal ya di Pontianak. Awaln ya merasa agak aneh aja telur yang sudah direbus kok digoreng lagi. Tetapi memang ada rasa yang berbeda dengan telur sambal yang biasanya saya temukan di rumah. Harganya juga murah untuk satu telur sambal, bergantung ke warung yang menyediakan lagi. Mulai 2.000-3.000IDR perbutir sudah termasuk sambalnya.

@honeylizious

Followers