12 September 2013

Review Kuliner: Rendang Daging


Makanan yang satu ini memang khas dari Padang. Setiap rumah makan Padang yang tersebar di seluruh Indonesia dapat dipastikan menyediakan rendang daging sapi. Masalah ukuran dan rasa balik lagi ke rumah makan tersebut. Namun tampilannya rata-rata serupa. Dengan daging yang terpotong-potong dan tenggelam dalam kuah yang kental penuh bumbu.

Rendang daging dulunya hanya ditemukan di dapur pada hari-hari besar. Perayaan semacam idul fitri atau idul adha adalah hari-hari di mana rendang akan menjadi primadona. Sebab di kampung saya hingga hari ini tak ada yang namanya rumah makan padang. Sejak kecil tak ada yang membuka rumah makan di sana. Berbeda dengan beberapa kampung tetangga yang sudah banyak orang membuka rumah makan.

Pikiran saya waktu itu sih sederhana, tak ada orang yang akan membeli nasi di rumah makan karena setiap ibu di kampung akan memasak sendiri makanan untuk keluarganya. Kalau sudah ada nasi di rumah mengapa harus membeli dari warung makan? Membeli nasi di pasar adalah hal yang aneh buat sebagian orang masa itu. Paling orang lebih suka membeli bakso atau mie goreng dan jajanan lainnya.

Nasi adalah sesuatu yang akan selalu kita temukan di rumah jadi nenek saya tidak terbiasa untuk makan nasi bungkus yang dibeli dari warung.


Berbeda dengan sekarang di Pontianak, saya akan menemukan banyak sekali rumah makan padang dan membeli nasi dari rumah makan adalah hal yang biasa saya lakukan. Belum lagi rumah makan padang yang selalu bisa menawarkan sebungkus nasi lengkap dengan rendang dengan harga yang sangat murah. Tentunya lebih menggoda untuk mahasiswa yang malas masak di rumah.

@honeylizious

Followers