12 September 2013

Review Kuliner: Molen Mini


Molen mini sudah lama sekali keberadaannya. Apalagi di Kota Baru, Pontianak. Banyak sekali pedagang molen mini yang menjejerkan gerobaknya. Harganya pertama kali dulu saya masih ingat sekali. Dibanderol dengan harga 100perak/biji. Sekarang saya sendiri malas bertanya berapa harga satuannya dan lebih suka membeli langsung sekantong dengan sebutan 5.000IDR.

Sekantong molen mini yang dihargai 5.000IDR ini bisa berisi dengan berbagai isi yang kita inginkan. Ada isi pisang atau original, isi cokelat, tapai, dan kacang hijau. Saya sendiri masih penyuka isi pisang. Entah mengapa isi pisang menimbulkan rasa ketagihan. Apalagi molen mini yang diisi pisang ukurannya akan lebih besar dan tepung yang digunakan untuk menutupi pisang tersebut akan lebih lebar dibandingkan isi yang lain. Tapi sensasi makan molen mini isi tapai juga tak kalah kok. Tetap nikmat apalagi ditemani segelas kopi hangat. Sambil meniup kopi dan menghirupnya sesekali memasukkan molen mini ke dalam mulut. Wuih luar biasa.

Keberadaan molen mini membuat molen dengan ukuran standar jadi sedikit sulit untuk ditemukan. Padahal dulunya molen dengan ukuran sebiji pisang itu menjadi sebuah makanan istimewa bagi saya sendiri. Sebab dulu di kampong saya, di Bakau, pisang molen tak ada yang menjualnya untuk membelinya saya harus mendatangi Sentebang, kampung tetangga yang jaraknya sekitar 15 menit dari Bakau.


Molen, cemilan yang hingga hari ini masih menjadi cemilan istimewa bagi saya. Bagaimana denganmu?

@honeylizious

Followers