8 September 2013

Puasa Online


Sabtu kemarin, sebelum tiba di Singkawang saya akhirnya meng-offline-kan ponsel saya. Jangankan sinyal internet, sinyal telpon buat SMS saja tidak ada. Sengaja saya ingin mengetes diri saya sendiri untuk puasa online selama 24 jam. Ponsel tersebut hanya saya gunakan untuk mengambil gambar dan video. Sesekali digunakan untuk memutarkan lagu favorit sepanjang perjalanan.

Sekarang saya sudah kembali ke Pontianak dan sadar bahwa puasa online bisa dilakukan dan membuat saya lebih banyak menikmati dunia nyata. Itu dengan catatan saya sedang liburan dan sudah benar-benar yakin tak ada orang yang akan menghubungi saya untuk keperluan mendesak. Sedangkan untuk nomor ketiga yang memang jarang saya publikasikan di internet masih menyala. Sehingga orang yang tahu nomor tersebut tetap bisa mengirim SMS atau menelpon.

Ini puasa online terpanjang yang pernah saya lakukan. Biasa saya hanya mematikan ponsel untuk 4-5 jam dalam satu hari selama saya belum tidur. Sedangkan saat tidur biasanya hanya mati suara notifikasinya. Sedangkan jaringan internetnya kadang masih menyala. Hari ini saya pikir saya akan mencoba untuk mematikan dua ponsel sebelum tidur.

Ingin menikmati dunia nyata lebih banyak dan lebih banyak istirahat pula. Lebih dari 24 jam kemarin saya tak menyentuh twitter dan tidak buruk-buruk amat juga. Terlalu kecanduan sama dunia online sebenarnya cukup mengganggu untuk orang yang memiliki banyak orang yang harus berinteraksi dengannya di dunia nyata.

Saya sendiri yang hanya memiliki beberapa teman dekat saja kadang suka mencoba untuk melepaskan ketergantungan tersebut dengan mematikan ponsel pada jam-jam tertentu. Setidaknya ini juga bermanfaat bagi ponsel kita sendiri. Dia juga butuh istirahat bukan?

Yuk, puasa dari dunia online!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design