20 September 2013

Menulis Tanpa Rasa Khawatir


Ketika menemukan sebuah blog yang bisa rutin diupdate tulisannya. Baik harian maupun mingguan. Jangan buru-buru berdecak kagum. Tidak ada proses instant untuk mencapai hal tersebut. Semuanya butuh proses yang panjang dan tentunya usaha keras sang pemilik blog. Coba lihat ke tulisan-tulisan lamanya. Periksa apa saja yang dia tulis sebelum akhirnya rutin menulis. Lihat seberapa banyak dia menulis dulunya. Apakah setiap hari? Setiap minggu?

Apa saja yang dia sampaikan? Bagaimana gaya menulisnya?

Kalau saya sendiri, memeriksa postingan lama dan menemukan sebuah ciri yang sangat mencolok dari banyak tulisan tersebut. Saya menulis tanpa rasa khawatir. Saya tak pernah memikirkan bagaimana pendapat orang lain dengan semua tulisan frontal yang pernah saya buat. Bahkan saya terkesan sangat pemarah dan galak di tulisan-tulisan lama. Saya tak peduli dengan penilaian orang pada akhirnya saat membaca tulisan itu.

Apa pun yang kita tulis. Baik atau buruk. Kita tak bisa menghentikan penilaian orang lain. Itu kunci saat akan menulis. Tanpa rasa khawatir. Jangan mikirin pendapat orang dululah sebelum menulis. Tulis saja. Tulis. Tulis. Tulis. Selama hal tersebut bukan tindakan yang melanggar hukum negara, tulis saja.

Menulislah tanpa ada rasa khawatir di dalam hati. Karena kalau kita terlalu khawatir dengan banyak hal di luar proses menulis itu dapat dipastikan ide-ide yang akan kita keluarkan menjadi mentah dan gagal untuk dijadikan tulisan. Kita takut dengan pendapat orang. Kita tak ingin mendapat penilain yang buruk. Tidak siap dengan konsekuensi dari tulisan kita sendiri.

Menulislah dengan berani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers