4 September 2013

Mengapa Tak Banyak yang Menulis Tentang Jawai?


Itu pertanyaan yang muncul dari bibir teman saya yang lahir di Jawai, sebagai anak pantai utara dia memang sering merasa kangen dengan tanah kelahirannya. Apalagi sejak keluarganya memutuskan untuk menetap di Jakarta. Gemerlap ibukota ternyata tak membuatnya lupa dengan tempat ia mengenyam sekolah dasar pertama kalinya.

Sebentar memang. Tak begitu lama dia merasakan sekolah dasar di Jawai, dia sudah terbang ke Jakarta dan menetap di sana. Bahkan kami tak sempat saling mengenal sebelumnya. Hingga setelah sekian tahun dia selalu merayakan lebaran di Jakarta dia rindu dengan Jawai. Dia pulang bersama keluarganya dan mampir beberapa hari di Jawai. Kembali ke tanah kelahirannya.

Saya sendiri juga sering merasa rindu dengan Jawai, meskipun jarak dari Pontianak ke Jawai sekitar 200an kilometer, bukan berarti saya selalu pulang ke sana. Memang menyenangkan berada di kota besar, usaha lancar, apa pun yang kita butuhkan sebagai masyarakat modern ada di sini. Namun ada beberapa hal yang hanya akan kita temukan di desa. Di tanah kelahiran kita sendiri.

Itu pula yang selalu membuat saya rindu dengan yang namanya pulang kampung saat lebaran.

Ketika lebaran tahun kemarin saya bertemu dengan teman saya ini, kami berkenalan pada saat lebaran dan saling bercerita tentang kesibukan masing-masing. Dia mengatakan pada saya betapa inginnya dia membaca tentang Jawai selama berada di Jakarta. Memang dia hanya mengenal Jawai saat kecil tapi tetap saja dia ingin tahu dan menghilangkan rindunya lewat tulisan-tulisan yang ada di media online.

Sayangnya tak banyak orang yang mau menulis tentang Jawai. Karena di Jawai sendiri internet, selain di warnet sepertinya cukup lelet dan membuat orang merasa bahwa dunia online bukanlah sesuatu yang bisa dijangkau dengan mudah. Paling orang lebih suka beraktivitas di facebook dan twitter. Apalagi saya ingat betul ucapan seorang teman sekolah dasar saya yang mengatakan apa gunakanya ngeblog, tidak menghasilkan uang. Demikian katanya.

Padahal tak setiap hal di dunia ini dilakukan hanya untuk mengejar uang. Banyak hal yang dilakukan tanpa dapat uang pun sudah cukup menyenangkan. Jika semua orang yang pernah ke Jawai dan lahir ke Jawai berpikir tentang uang dulu baru menuliskan tentang Jawai, saya rasa Jawai akan selamanya menjadi tempat yang tak akan terpublikasikan ke media.


Sehingga hari ini, saya akan menulis lebih banyak lagi tentang Jawai. Bagaimana denganmu? Apakah kamu tahu Jawai, sebuah kecamatan di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ini?

@honeylizious

Followers