29 September 2013

Menerima adalah Mahar Terbaik


Membuat tulisan buat undangan membuat saya sendiri harus memikirkan satu kalimat yang indah buat menghiasi sang undangan. Tentunya kalimat yang dibuat sendiri dan tidak mainstream. Saat orang membacanya orang akan menyadari maksud dari kalimat tersebut dan bisa jadi membuat penilaian tersendiri mengenai kalimatnya.

Kalau bicara soal pernikahan rasanya saya punya jutaan kalimat untuk menggambarkannya. Bagaimana tidak? Saya sudah merencanakannya jauh-jauh hari dengan seseorang tetapi pada akhirnya hari yang membahagiakan dua keluarga itu akan berakhir dengan orang lain. Bukan berarti saya kecewa berat. Sebab hidup adalah perjalanan dan semua orang yang datang dan pergi adalah bagian dari pengalaman yang akan mematangkan diri kita. Anggap saja bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan.

Tetapi satu hal yang sangat saya sadari. Bahwa untuk menikah itu mahar terbaik buat seorang perempuan adalah 'keikhlasan untuk menerima'. Iya, menerima. Karena ditolak itu rasanya sangat tidak menyenangkan. Ditolak cinta itu memang menyakitkan. Tapi hanya untuk sebelah hati saja yang dimiliki oleh seseorang. Beda cerita kalau sudah menuju ke arah pernikahan. Penolakan terhadap calon mempelai adalah penolakan untuk keseluruhan keluarga mempelai tersebut.

Saat itu saya sadar bukan emas permata, bukan harta berlimpah, bukan lelaki yang tampan, dan punya semua yang saya inginkan yang bisa menjadi calon suami terbaik bagi saya dan akan menjadi menantu terbaik buat keluarga kami. Melainkan seorang lelaki yang bisa memberikan 'rasa ikhlas menerima' calon istri beserta keluarganya untuk menjadi bagian dari keluarganya juga dalam ikatan pernikahan.

Tak ada lagi rasanya mahar yang lebih baik dari rasa bahagia diterima oleh orang yang kita cintai beserta keluarganya. Pernikahan adalah proses penerimaan yang panjang. Sejak awal harus membuka hati untuk menerima, bukan hanya kekurangan dan kelebihan, melainkan juga menerima apa yang ada dan tak ada di sana, di dalam diri sang calon mempelai.


Jadi mintalah mahar 'ikhlas menerima' dari calon suamimu selain yang biasanya disiapkan oleh orang lain untuk menikahi seorang perempuan. Karena menerima adalah mahar terbaik.

Related Posts

Menerima adalah Mahar Terbaik
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.