Langsung ke konten utama

Menang SEO Belum Tentu dapat Banyak Pengunjung


Siapa yang bisa menjamin memenangkan persaingan di mesin pencari dan menjadi master SEO sudah merupakan jaminan kita mendapatkan pengujung setiap harinya? Sudah mengenal beberapa seleblogger? Coba cek blog mereka? Apakah mereka memahami SEO secara benar? Atau mereka sudah mendalami masalah SEO dan dapat dipastikan selalu berada di halaman pertama mesin pencari.

Siapa yang sudah pasti mendapatkan banyak pengunjung ke blognya hanya dengan memenangkan SEO? Memenangkan pencarian yang dilakukan orang memang sebuah cara untuk mendapatkan pengunjung. Tapi tidak menjamin banyak tidaknya. Karena pengunjung itu manusia bukan mesin. Siapa yang benar-benar bisa menebak apa yang dipikirkan seorang manusia saat mencari sesuatu.

SEO memang hanya menulis menggunakan kata kunci yang ‘mungkin’ digunakan orang lain untuk mencari melalui mesin pencari.  Semuanya hanya mencari kemungkinan di dalam kemungkinan yang lain. Tak aa yang pasti di dunia ini. Jadi kalau mau mencari sesuatu yang pasti tunggu saja saat sudah berada di alam barzah. Di sana semuanya sudah menjadi pasti karena Tuhan yang punya kuasa.

Beda cerita dengan di dalam persaingan memenangkan SEO. Kita bisa memahami SEO sedalam mungkin. Orang bilang sudah luar kepala. Bahkan sudah pasti menang dalam berbagi lomba SEO yang diadakan brand-brand besar. Tapi itu bukan jaminan blog kita akan benar-benar ramai dikunjungi orang lain. Jumlah pengunjung blog setiap harinya ada yang naik ada yang turun. Bagaimana lagi kemampuan kita untuk bersaing memikat hati pengunjung.

Sekali lagi saya tekankan bahwa pengunjung adalah manusia. Nanti saya akan jelaskan bagaimana caranya memikat hati pengunjung agar mau mampir ke blog kita. kalau memang ingin mendapatkan banyak pengunjung dari blog tentunya SEO bukan modal utama. Masih banyak hal yang harus kita kuasai. Seperti sosial media atau juga portal-portal tempat share blog.


Selain SEO cobalah untuk membagikan blog kita ke tempat-tempat yang ada manusianya. Apalagi di facebook sudah banyak blogger yang membentuk grup tersendiri. Di twitter juga ada akun-akun yang memang merupakan akun komunitas blogger. Masih banyak cara lain yang sebenarnya bisa diterapkan. Hingga yang offline sekalipun. Kalau teman-teman punya cara yang jitu silakan tinggalkan komentar di bawah postingan ini.

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan