27 September 2013

Masjid Jami At-Taqwa Siantan

Kalau pernah melewati Siantan satu hal yang paling mengusik selain kemacetannya di daerah pasar tentunya adalah aroma yang memenuhi udara sekitar. Bau karet dari pabrik yang membuat banyak orang akan menutup hidung. Bau kopi yang harum. Bau minyak dan kelapa yang menggoda. Kadang saya suka berpikir bagaimana masyarakat Siantan bertahan dengan bau karet yang menusuk hidung itu.

Selama ini saya melewati Siantan hanya untuk pulang kampung. Jarang sekali saya melewati daerah ini karena daerah jajahan saya biasanya daerah pusat Kota Pontianak saja. Daerah yang terpisah oleh Sungai Kapuas dengan Siantan. Berbeda dengan beberapa hari yang lalu. Saya melewati Siantan karena saya ingin menyaksikan sendiri bagaimana fenomena kulminasi berlangsung.

Saat akan melewati sebuah masjid kami berhenti dan saya segera menyiapkan kamera. Sayang apabila masjid ini tidak diabadikan dan dijadikan bahan tulisan bukan? Tak semua orang bisa lewat Siantan, membaui aromanya yang harum makjesss dan melihat masjid ini dari dekat.


Inilah dia Masjid Jami At-Taqwa Siantan.

@honeylizious

Followers