5 September 2013

Mari Mengencingi Sumur Zam-Zam


Jika ingin terkenal, kencingi sumur zam-zam. Siapa yang tak pernah mendengar kalimat seperti itu? Saat saya masih sekolah dulu saya sering mendengar pepatah seperti itu. Filosofi di balik kalimat tersebut sebenarnya, ini menurut pendapat saya, adalah untuk menjadi seseorang yang dikenal oleh banyak orang, kita harus menjadi seseorang yang berbeda.

Semakin berbeda diri kita dibandingkan orang kebanyakan maka akan semakin mudah untuk disadari keberadaannya oleh banyak orang. Itu artinya kita harus menjadi orang luar biasa dalam sesuatu hal atau banyak hal jika memang dibutuhkan. Luar biasa bukan berarti menjadi orang yang sangat hebat. Just be different in the biggest way, and someone or everyone will notice you.

Popularitas bisa didapatkan dengan banyak cara. Namun selalu ingat jangan menghalalkan semua cara. Blogger-blogger yang bertebaran di dunia maya pasti ingin sekali blognya banyak pengunjungnya dan tulisannya dibaca banyak orang. Meskipun tak semua orang mencapai target yang dia inginkan, masih ada yang tetap bertahan untuk menulis. Karena ada orang-orang yang memang mencintai kegiatan menulis itu sendiri.

Kalau ingin menjadi seseorang yang berbeda, jadilah luar biasa berbedanya dengan orang lain. Seperti 'mengencingi sumur zam-zam'. Siapa yang akan benar-benar melakukannya di dunia ini. Sekarang sih belum ada yang melakukannya. Karena memang itu akan menimbulkan banyak permasalahan jika dilakukan. Tapi 'mengencingi sumur zam-zam' bisa dilakukan dengan cara yang lain.

Menjadi orang yang luar biasa berbeda itu memang tidak mudah dan tentu saja akan menuai kontroversi. Seperti orang yang memutuskan untuk terkenal dengan mengencingi sumur zam-zam. Sejak awal saya bukanlah blogger yang hebat. Masih banyak blogger yang ilmunya lebih dari saya. Saya hanya punya satu jurus untuk terus ngeblog. Saya sangat menyukai menulis. Saya menulis setiap hari.

Namun berapa banyak blogger yang bisa melakukannya setiap hari? Paling tidak satu postingan dalam satu hari? Banyak kok kalau memang kita mau mencarinya. Tentu saya tidak akan menjadi 'orang yang mengencingi sumur zam-zam' dengan menulis satu postingan setiap hari. Buat sebagian blogger bisa menulis satu post sehari bisa jadi hebat. Tapi tidak luar biasa hebatnya karena banyak orang bisa melakukannya.

Kalau saya ingin 'mengencingi sumur zam-zam' saya harus berusaha lebih luar biasa kerasnya dari yang bisa orang lain lakukan. Contohnya dengan membuat tantangan di blog ini, menulis sebanyak jumlah urutan bulan. Seperti bulan September yang akan menghasilkan 9 tulisan setiap harinya. Sampai bulan Desember nanti akan ada 12 tulisan dalam sehari.

Mengapa saya menggenjot jumlah tulisan dalam sehari yang saya hadirkan? Pertama tentu saja karena saya ingin menantang diri saya sendiri. Ingin melihat sampai di mana batas kemampuan saya untuk menulis dalam seharinya. Di luar itu ternyata secara tidak sadar saya telah 'mengencingi sumur zam-zam'. Saya melakukan sesuatu yang tak banyak dilakukan orang lain. Meskipun ada beberapa blogger yang saya tahu menulis lebih dari satu setiap harinya tetapi jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Apalagi blogger yang menulis tanpa copas lebih dari satu setiap hari, itu jauh lebih sedikit lagi. Terakhir, blogger yang membuat jadwal menulis sesuai jumlah urutan bulan tentu lebih minim lagi.

Kita perlu menjadi berbeda karena setiap harinya akan lahir blog-blog baru. Blog yang entah berapa banyak akan memiliki konsep yang serupa dengan blog kita. Bagaimana dunia akan menyadari kehadiran kita jika kita menjadi blogger yang pada umumnya? Lakukan sesuatu yang berbeda. Jadilah yang paling berbeda kalau memang bisa.


Mari, 'mengencingi sumur zam-zam'!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design