17 September 2013

Mari Bercerita Tentang OCD


Sudah lebih dari dua minggu saya menjalani OCD. Sebenarnya kalau dilihat dari ukuran lipatan di perut rasanya masih sama saja. Lipatan perut yang berupa dua tingkat lemak tebal itu masih ada di sana. Masih sangat mengganggu sebenarnya. Lantas apakah saya mengatakan bahwa OCD (Obsesive Corbuzier Diet) yang saya lakukan gagal?

Kegagalan atau keberhasilan sebenarnya dua hal yang saling menempel. Seperti dua sisi mata uang. Kegagalan itu dekat sekali dengan keberhasilan. Begitu juga dengan keberhasilan. Sangat dekat dengan kegagalan. Masih saudara kembar tapi beda nasib.

Dua minggu ini sebenarnya saya melakukan OCD (obsesive corbuzier diet) tanpa olahraga apa pun. Itu masalahnya. Sehingga tentu saja proses pelunturan lemak di bagian-bagian tertentu tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Tidur lebih lama memang sangat menyenangkan. Apalagi saya sejak dulu selalu malas olahraga. Jadi seharusnya saya rajin-rajin olahraga sesuai dengan anjuran dalam ebooknya. Kalau memang ingin mendapatkan hasil yang maksimal.

Meskipun demikian sebenarnya saya ingin mengatakan bahwa ternyata OCD (Obsesive Corbuzier Diet) ini mengajarkan kepada saya bahwa semua yang kita pikirkan akan menjadi kenyataan. Sama seperti saya yang dulunya yakin kalau sarapan itu membuat saya akan kuat beraktivitas seharian. Lalu saat menyelesaikan OCD saya kemudian mengubah pola pikir dan beranggapan bahwa saya tidak akan apa-apa hanya dengan mengatur pola makan tanpa sarapan sama sekali setiap pagi kecuali air putih.

Ternyata benar. Saya baik-baik saja. Bisa beraktivitas seperti biasa dan tak ada masalah. Awalnya memang agak ‘masuk angin’. Kepala menjadi agak pusing. Lalu setelah beberapa hari semuanya terasa lebih normal. Kegagalan tersebut juga terjadi karena saya sendiri beberapa kali kebobolan jam makan. Seharusnya saya tidak makan pada jam tersebut, mau tidak mau saya jadi makan karena harus menghadiri beberapa pesta pernikahan. Lalu ada lagi jam sarapan yang jadi ada karena tiba-tiba saya lapar berat pagi-pagi.

Seharusnya saya lebih patuh dan meningkatkan jendela makan yang saya jalani. Dua minggu baru saya ingat. Saya tertunda pada jendela makan yang sama. Jendela makan tipe pertama. Delapan jam. Seharusnya saya meningkatkannya lebih tinggi lagi. Jendela makan 6 jam dan 4 jam belum pernah saya jalani. Apalagi puasa 24 jam. Hasilnya jadi tak terlihat.


Demikian perkembangan Obsesive Corbuzier Diet yang saya jalani. Bagaimana dengan kamu?

@honeylizious

Followers