17 September 2013

Let’s Talk About Love


Cinta itu sederhana kalau kita tahu rahasianya. Cinta menyimpan begitu banyak rahasia sendirian. Banyak hal yang tak terungkap di sana. Itu yang membuat kita gampang galau, sedih, atau bahagia karena cinta. Kita, manusia, memang suka berharap pada satu hal yang semu. Sesuatu yang tak pasti. Sesuatu yang tak terselami dengan kata-kata apa pun. Sulit menggambarkannya. Bahkan penyair mana pun tak akan mampu memberikan kata-kata yang bisa mewakili semua ekspresi dari semua pencinta. Karena setiap orang punya caranya masing-masing dalam mencinta.

Mengapa saya bercerita tentang cinta?

Entahlah, bisa jadi karena saya sedemikian cintanya dengan blog ini dan rasanya harus menuliskan semua postingan sesuai dengan urutan bulan.

Balik lagi soal cinta. Siapa yang tak pernah jatuh cinta di dunia ini? Setiap hari kita jatuh cinta. Bukan hanya pada manusia lawan jenis kita. cinta itu banyak sekali bentuknya. Cinta antarsesama. Cinta kepada orang tua. Cinta pada diri sendiri. Cinta pada Tuhan. Cinta pada alam sekitar. Silakan yang ingin menambahkan bentuk cinta lainnya.

Seseorang mengajarkan kepada saya tentang cinta yang dia pahami dari sudut pandangnya sendiri. Dia bilang cinta yang tulus mengajarkannya tentang arti kesabaran dan cinta yang telah hilang mengajarkannya tentang arti kesabaran. Jadi cinta, mau kecewa ataupun bahagia, yang salah bukan cintanya, bukan rasa itu. Karena cinta soal kamu menerima apa yang dia bawa atau tidak. Tidak ada pisau yang ingin menghabisi nyawa orang. Sebab kembali lagi pada penggunanya. Kalau yang ingin menggunakannya ingin membunuh orang lain, ya pisau tersebut akan diingat sebagai pisau dalam kasus pembunuhan.

Memilih cinta yang berada pada diri orang lain. Terutamanya lawan jenis memang bisa membuat kita kecewa dan terluka. Mengapa cinta yang paling sering dibahas adalah cinta yang ini? Saya pikir alasannya karena cinta yang satu ini adalah jenis cinta yang melibatkan erotisme. Melibatkan hubungan dua tubuh dalam naluri kewanitaan dan kelakiannya. Ah sulit sekali menuliskannya. Ya! Saya ingin mengetikkan kata ‘seks’ di dalam postingan ini.

Berbeda dengan cinta lainnya yang tak membutuhkan ‘seks’, cinta antarlawan jenis yang membutuhkan ‘seks’ juga membutuhkan ikatan pernikahan meskipun ada yang melegalkan ‘seks’ di luar pernikahannya. Kalau sudah ada azas memberi dan menerima dari dua individu tentunya akan ada yang dikecewakan jika apa yang dia mau tak lagi dia dapatkan dari orang yang dia inginkan.



Tapi seseorang mengatakan pada saya bahwa kita tak perlu menangisi orang yang sudah meninggalkan kita yang sedang dimabuk cinta ‘erotisme’ padanya karena itu adalah cara lain Tuhan untuk menyelamatkan kita dari orang yang salah.

@honeylizious

Followers