23 September 2013

Lancang Kuning Berlayar Malam...


Siapa yang ingat potongan lirik lagu Lancang Kuning tersebut? Seingat saya kapal ini mengandung sebuah tragedi yang sangat menyedihkan. Tragedi kematian seorang perempuan yang tak bersalah apa-apa dijadikan tumbal untuk melayarkan kapal Lancang Kuning. Jangan tanyakan bagaimana proses perempuan yang sedang hamil besar itu dikorbankan. Terlalu sadis untuk diceritakan. Tetapi buat yang sudah pernah menonton film hitam putih tentang Kapal Lancang Kuning ini pasti tahu bagaimana menyedihkannya film ini.

Lancang Kuning, kapal yang sangat indah dan megah. Sekarang dibuat miniaturnya untuk dipajang pas terjadinya fenomena Kulminasi selama tiga hari, 21-23 September 2013 di Tugu Khatulistiwa. Saya sendiri tak sengaja datang mengenakan kerudung berwarna kuning dan baju saya juga kuning warnanya. Sangat sesuailah disandingkan dengan Kapal Lancang Kuning ini.

Kapal ini memang sangat indah meskipun terlalu kecil. Warnanya yang kuning cerah dan diterpa cahaya matahari yang menyala membuat warnanya semakin mencolok mata. Siapa pun yang menyaksikan Kulminasi kedua tahun ini pasti melihat miniatur ini yang terpajang di sisi jalan menuju titik equator. Di mana para pengunjung akan menyaksikan bayangan benda-benda yang diletakkan di sana menghilang begitu saja. Tak ada bayangannya.

Bahkan untuk membuktikan posisi matahari sudah sejajar dengan poros bumi, dipasanglah sebuah kaca pembesar dengan seuntai mercon di bawahnya. Ketika matahari benar-benar berada di posisi yang sejajar dengan poros bumi, maka mercon pun langsung terbakar dan meledak. Suasana tegang waktu menghitung mundur mercon tersebut akan terbakar.


Tahun depan harus datang tanggal 23 Maret dan September supaya bisa menyaksikan acara puncaknya yang penuh dengan hiburan. Semoga nanti kapal Lancang Kuningnya lebih besar dari yang ini.

@honeylizious

Followers