22 September 2013

Kue Semprong

Jenis camilan yang satu ini sepertinya dikenal di seluruh Indonesia dengan nama yang hampir serupa. Di Jawai Selatan sendiri penyebutannya bukan 'semprong' melainkan 'samprong'. Kue Semprong (samprong) ini memang banyak sekali ditemukan di daerah-daerah di Indonesia. Bahkan tampilannya juga beragam. Ada yang tipis sekali dan polos tanpa motif. Untuk yang polos ini biasanya banyak dijual di pasaran.

Beda dengan semprong yang disediakan saat lebaran. Biasanya tersedia dalam motif-motif yang unik dan tambahan seperti wijen dan juga perasa yang menambah harum kue semprong ini. Panganan ini sejak kecil sudah saya kenal. Tetapi bukan dari rumah saya. Sebab Uwan dan Umak memang tidak pernah saya lihat membuat kue semprong. Tetapi tetangga kami, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah nenek dulunya sering membuat kue semprong ini.

Rasa telurnya dan sensasi garingnya memang membuat panganan ini menjadi favorit banyak orang. Kadang tak terasa sudah banyak yang menghilang di dalam mulut. Apalagi makan kue semprong tidak begitu mengenyangkan. Sehingga kue ini bisa dinikmati kapan saja. Bahkan saat selesai makan.

Dulu kue semprong saya nikmati dengan membayar 100 perak untuk tiap gulungnya. Di dalam warung, kue ini akan ditempatkan di dalam toples-toples untuk menjaga kerenyahannya. Di kampung saya toples disebut pula dengan 'samprong'. Saya tidak tahu apakah penamaannya karena kue ini selalu di tempatkan di dalam 'samprong' makanya dinamakan kue semprong.


Semprong sendiri maknanya apa? Ada yang tahu?

@honeylizious

Followers