17 September 2013

Kartu Pos Pertama


Selama saya traveling tak pernah terlintas di kepala saya untuk membeli kartu pos dari tempat tersebut. Bukan apa-apa, saya sendiri memang tidak memiliki hobi mengoleksi benda yang satu ini. Selain karena saya bukan orang yang rapi dan bisa menyimpan barang kenang-kenangan dengan baik, saya hingga hari ini masih tak begitu mengerti manfaatnya.

Jadi ya saya selalu beli oleh-oleh yang bisa digunakan. Seperti gantungan kunci, sandal, atau dompet, bahkan tak jarang saya membeli oleh-oleh pakaian. Sedangkan kartu pos itu rasanya hanya pajangan. Nah masalahnya saya bukan orang yang suka memajang-majang benda di kamar. Apalagi kalau fungsinya untuk mengingat kembali. Maklum saya belum punya rumah sendiri dan selalu menyimpan barang di dalam kardus kalau memang barang tersebut bukan kebutuhan harian.

Sayang kan kalau saya punya banyak benda yang gampang rusak dan akhirnya benda tersebut terselip di dalam kardus?

Tapi saat saya menerima kartu pos pertama dalam hidup saya, akhirnya saya sadar satu hal, kartu pos itu memang tidak bisa digunakan kembali. Hanya bisa disimpan atau dipajang di dinding. Namun ada rasa yang tersembunyi di sana. Apalagi saat Panda menuliskan sesuatu di belakangnya. Rasanya beda ya kalau dapat ucapan dari seseorang melalui kartu pos dibandingkan sebuah postingan di blog?

 
Walaupun saya bisa merasakan rasa yang dikirimkan sang kartu, saya rasa saya akan lebih suka mengirimkan kartu pos daripada menerima. Pengennya orang lain yang menyimpan kenangan tentang saya dibandingkan saya yang harus mengenang orang lain lalu larut dalam kesedihan.


Saya tekankan sekali lagi, ini kartu pos pertama saya. Buat Panda makasih sudah memberikannya.

@honeylizious

Followers