29 September 2013

Jangan Pulang Sebelum Hamil


Kalau soal 'mahar' ada tagline-nya. Menerima adalah mahar terbaik. Sekarang pindah ke bulan madu. Sebenarnya bulan madu tak pernah terpikirkan akan menjadi bagian di dalam pernikahan saya nantinya. Karena saya sendiri malah ingin menikah secara sederhana di KUA dan membuat acara makan-makan di Panti Asuhan saja bersama anak-anak yatim piatu. Tetapi kemudian semuanya sekarang menjadi berbeda.

Ketika yang melamar adalah laki-laki yang memiliki keluarga teramat besar dan tak ada cerita pernikahan sederhana dan sekadarnya. Bahkan mencari baju pengantin masuk dalam daftar kegiatan yang harus dilakukan berikutnya. Hari ini mengepaskan ukuran pakaian pengantin. Tak terbayangkan ini akan menjadi kegiatan menjelang pernikahan.

Bulan madu sudah dipersiapkan dan tempat yang dipilih adalah Bali, sebenarnya bukan saya yang memilih. Saya sendiri sudah pernah ke Bali dan rasanya Bali tempat yang terlalu mainstream untuk tujuan bulan madu. Saya malah inginnya bulan madu di 5 pulau kecil yang ada di Kalimantan Barat. Berenang di air yang cetek sambil melihat-lihat dasar lautan. Di tempat yang sepi dan jauh dari banyak orang. Tetapi karena malas bertengkar saya mengalah dan mengiyakan pilihan Bali itu.


Sekarang tagline bulan madunya: 'jangan pulang sebelum hamil'. Hahaha.. 

@honeylizious

Followers