21 September 2013

Jadilah Penulis yang Tuli


Selama ini seberapa banyak kita mendengarkan pendapat orang lain mengenai tulisan kita? Ada yang bilang jadi penulis itu harus siap menerima segala kritik. Karena dengan kritik akan membangun kemampuan menulis seseorang. Benarkah kemampuan menulis akan meningkat dengan mendengarkan kritikan orang yang lebih banyak menyakitkan saat didengarkan?

Kebanyakan ya, menurut saya sih, kritikan itu seperti pisau, mau berapa kali pun kita dilukai kita tidak akan kebal dengan pisau itu. Paling kuat kita hanya kebal, sebenarnya bukan kebal, melainkan terbiasa dengan rasa sakitnya. Namun seberapa lama kita mampu menahan rasa sakit tersebut hingga terbiasa? Seberapa banyak darah yang harus keluar untuk melewati prosesnya? Yakin kita akan terus hidup dengan merasakan luka tersebut lantas menjadi kuat? Kalau ingin menjadi kuat latih fisik kita dengan cara yang benar.

Begitu juga dengan menulis. Bukan kritik yang membangun kemampuan kita berikutnya. Oke, anggap kritik sebagai bagian buat mengoreksi, kalau memang masih tak setuju dengan pendapat saya. Tetapi yang membuat kemampuan menulis seorang meningkat adalah latihan yang dia lewati. Ada yang terus berlatih meskipun kritikan terus berdatangan. Tapi berapa banyak yang mampu menerima kritikan itu?

Merasa berhati besar dan menganggap kritikan itu baik, sah-sah saja.

Tapi kalau kamu menerima kritikan, mendengarkannya satu demi satu, seperti seseorang yang menerima luka dari pisau yang disodorkan orang lain. Tanpa mencoba berlatih agar fisikmu menjadi kuat kamu akan roboh. Kamu akan tersiksa dengan banyak luka itu.

Kritikan yang datang kalau tak dibarengi dengan latihan jangan harap ada yang berubah dari kemampuan menulis kita. Kritikan tanpa kita sadari bisa membuat kita jatuh. Membuat kita menengok ke belakang. Mencari pembenaran. Ingin tahu siapa yang setuju dengan kritikan tersebut lalu diam-diam ikut menyetujui dan merendahkan kemampuan diri sendiri.

Ingin maju? Ingin menjadi penulis yang bisa menulis terus? Jadilah penulis yang tuli. Jangan pernah dengarkan kritikan. Karena yang membangun itu saran. Dia tak akan mengatakan mana yang salah. Tapi dia akan menunjukkan mana yang benar. Mana yang sebaiknya kita lakukan. Karena terlalu banyak mendengarkan kritikan orang lain akan membuat kita sendiri menjadi ragu dengan kemampuan diri kita.


Percaya saja dengan diri sendiri. Yakini itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers