21 September 2013

Hati-Hati Makanan Mengandung Minyak Babi


Sudah banyak orang yang menuliskan tentang beberapa tempat makan yang tidak memiliki sertifikat halal untuk usahanya. Memang sih salah pelanggannya juga, sudah tahu tak ada sertifikat halalnya tapi tetap saja nekad makan di sana. Saya juga pernah tuh makan di satu tempat makan ternama yang katanya, untuk mendapatkan izin menggunakan nama mereka, alias francise, harus memasukkan bahan arak merah atau angciu dalam proses memasaknya. Entah menu apa saja yang menggunakan tapi yang pasti ini sudah mengkhawatirkan karena alat masak yang digunakan sudah terkena minuman beralkohol.

Terus banyak juga yang memberikan peringatan agar kita berhati-hati saat makan di luar. Banyak tempat makan yang menggunakan minyak babi dalam produk makanan yang mereka jual. Sangat disayangkan tentunya kalau ternyata makanan tersebut dibeli oleh umat beragama yang tidak mengizinkan umatnya makan babi.

Jadinya sekarang sedikit was-was mau makan di luar. Memang sih yang paling aman adalah memasak sendiri atau membeli makanan dari rumah makan vegetarian atau muslim. Biasanya mereka lebih patuh dalam menggunakan bahan-bahan yang halal. Tapi kalau tak ada sertifikat halalnya dari MUI juga cukup mengkhawatirkan statusnya.

Macam-macam makanan yang tersedia di Pontianak. Banyak yang dengan terang-terangan menuliskan makanan yang mereka jual mengandung minyak babi. Pedagang seperti ini tentu tak butuh sertifikat halal. Saya salut dengan pedagang yang dengan percaya diri menuliskan dengan gamblang apa yang mereka jual, sehingga untuk umat yang tidak makan babi atau daging lainnya tidak akan terkecoh dengan makanan yang ada di tempat itu. Tak ada ceritanya masuk sebuah tempat makan lalu keluar lagi gara-gara menunya mengandung babi.

Minyak babi, kata teman-teman saya yang di rumahnya ada minyak babi sih, minyak ini memberikan aroma khas dan rasa yang lezat pada makanan yang dimasak dengan minyak babi. Minyak babi sendiri, saya pernah lihat proses pembuatannya, adalah minyak yang berasal dari lemak babi. Jadi lemak babi itu dipanaskan di dalam wajan sehingga mencair menjadi minyak. Nantinya lemak-lemak yang bisa menjadi minyak akan benar-benar mencair lalu yang tersisa adalah daging-daging yang tak mencair yang menempel pada lemak tersebut.

Saat lemak tersebut sudah mencair semuanya, daging yang tidak mencair akan mirip dengan daging goreng. Kayak kerupuk gitu karena terlalu lama berada di dalam lemak yang berubah menjadi minyak. Campuran lainnya saya tidak tahu pasti apa saja. Tapi saat saya melihat proses pembuatannya saya hanya melihat potongan lemak dan bercampur dengan sedikit daging babi di sana.

Saya tahu cara pembuatannya karena memang teman saya banyak orang Tionghoa dan mayoritas penduduk di lingkungan rumah saya adalah etnis Tionghoa.

Harga minyak babi sebenarnya tergolong mahal sehingga banyak orang yang ingin memilikinya akan membuat sendiri di rumah dari lemak-lemak babi yang dicairkan.


Sekarang jadi jarang makan di luar, takut makan makanan yang mengandung minyak babi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers