28 September 2013

Filosofi Cincin Kawin


Setiap kali membicarakan mengenai cincin rata-rata orang yang sudah menikah akan memberikan saran untuk membeli cincin kawin yang ukurannya lebih besar dari jari yang mempelai wanita. Setidaknya satu nomor di atas ukuran jari sang perempuan yang sebenarnya. Tentunya saran ini bukan tanpa alasan. Semuanya punya alasan yang sama.

Perempuan yang sudah menikah jarinya akan membesar setidaknya satu nomor di atas jarinya sebelum menikah. Jadi jangan sampai nanti saat menikah cincin tersebut pas tapi seiring berjalannya waktu mau tidak mau cincin tersebut harus dimuseumkan karena jari sang istri tak bisa lagi dilingkari cincin perkawinan tersebut. Alangkah sayangkan kenangan pernikahan harus disimpan di dalam lemari dan tak dikenakan oleh sang perempuan.

Memang banyak sekali perempuan yang akhirnya harus melepas cincin kawinnya karena saat sudah menikah dan melahirkan ukuran jarinya membesar. Tentunya ini disebabkan oleh berat badan yang naik sehingga ukuran jari pun menjadi berubah. Sayangnya lagi, ukuran jari jarang berubah menjadi kecil. Malah menjadi semakin besar. Meskipun dalam beberapa kasus, ada perempuan yang tak mengalami banyak perubahan pada tubuhnya setelah menikah sehingga ukuran jarinya pun masih relatif sama.

Melihat filosofi ini sebenarnya cukup menggambarkan bagaimana sebenarnya sebuah pernikahan harus dibangun. Tak ada masalah jika kecocokan antara sepasang pengantin yang akan melangsungkan pernikahan ini tidak banyak. Akan ada kelonggaran di sana-sini yang memang harus dihadapi. Bukankah pernikahan memang seperti itu? Mencocokkan sesuatu yang awalnya tidak benar-benar cocok?

Semuanya akan berubah seiring berjalannya waktu. Jika kita terus terjebak dalam pemikiran bahwa harus menikah dengan orang yang benar-benar sesuai dengan keinginan kita, yakinkah kita akan menemukan seorang lelaki yang sudah dilahirkan sesuai dengan yang kita inginkan? Bagaimana seandainya kita menemukan dirinya dalam keadaan belum menjadi laki-laki yang kita inginkan atau impikan tetapi 10 tahun kemudian dia akan menjadi Mr. Right yang pernah kita bayangkan?

Beruntunglah orang yang menemukan pasangan hidupnya sudah sangat sesuai dengan bayangan di dalam kepalanya. Tetapi sebenarnya kecocokan yang kita inginkan akan tercapai di dalam pernikahan seiring berjalannya waktu. Jari itu lama-lama akan pas dengan cincin yang awalnya dibeli dalam ukuran yang lebih besar. Dan tanyalah banyak perempuan yang membeli cincin kawin lebih besar dari jemarinya saat hari akad nikah. Apakah cincin itu bisa ia kenakan selamanya atau ternyata tiba-tiba menjadi longgar kembali? Pada kebanyakan cerita, perempuan yang awalnya mengenakan cincin yang kebesaran ini akan mendapati cincin yang pas setelah setahun dua tahun menikah. Begitu juga orang yang kita nikahi. Akan ada sisi-sisi yang awalnya tidak 'pas' dengan diri kita. Tapi lama-lama kita akan saling menyesuaikan di dalam pernikahan.


Selamat menempuh hidup baru buat siapa pun di luar sana yang akan melangsungkan pernikahan.

@honeylizious

Followers