17 September 2013

Cara Jitu Menemukan Ide Menulis dengan Cepat


Ada orang yang butuh pemikiran yang dalam sebelum memutuskan untuk mematangkan sebuah ide dan menjadikannya bentuk tulisan yang utuh dan bisa dibaca orang. Pemikiran yang dalam itu bervariasi. Ada orang yang butuh 5 menit dan sudah menganggap 5 menit tersebut sebagai pemikiran terdalam yang pernah dia lakukan. Ada pula yang butuh waktu 15 menit, 30 menit, 1 jam, bahkan berjam-jam. Kalau sudah membutuhkan pemikiran dalam hitungan berjam-jam dapat dipastikan orang ini akan menunda kegiatan menulisnya.

Biasanya saya bisa menemukan ide dengan cepat untuk menulis. Hitungan menit sudah ada beberapa judul tulisan yang saya persiapkan. Maklum mengejar deadline untuk menyelesaikan tantangan hingga bulan Desember nanti. Bukan hal yang main-main untuk menuliskan 12 postingan dalam sehari di bulan terakhir tantangan nanti.

Saat menuliskan ini saya melupakan langkah yang biasanya saya lakukan saat kehabisan ide menulis. Memeriksa akun instagram. Karena sudah lebih dari satu halaman tulisan ini saya ketikkan saya pikir saya harus menyelesaikannya terlebih dahulu baru membuka akun instagram dan mengambil gambar makanan yang sempat saya ambil kemarin.

Cara jitu untuk menemukan ide menulis dengan cepat sebenarnya sedang saya lakukan. Yaitu menuliskan sebuah postingan tentang saya kehabisan ide. Bingung di depan PC lebih dari 5 menit. Blank. Bisa dikatakan writer block walaupun sebenarnya saya tak yakin writer block itu benar-benar ada kalau kita tak mengizinkannya muncul di antara kita dan ide menulis tersebut.

Cara jitu untuk menemukan ide menulis dengan cepat adalah dengan menceritakan proses akhirnya saya menuliskan tulisan ini. Apa yang terjadi sehingga tulisan ini ada. Sesekali kamu juga bisa mencoba untuk menuliskan sesuatu karena kamu bingung ingin menuliskan apa. Tiba-tiba blank di depan PC. Semua ide rasanya lenyap. Kepala kosong. Itu juga ide yang dengan cepat bisa kita temukan dari dari kita sendiri. Bahkan jangan salah ya, kadang tanpa sebuah ide untuk benar-benar bisa dituliskan kita bisa menuliskan tulisan yang jauh lebih panjang dari biasanya.

Saya jadi ingat saat saya duduk di warung kopi. Menuliskan postingan dalam kertas dengan pena. Waktu itu saya pikir saya butuh waktu untuk menulis tanpa PC atau netbook. Saya benar-benar melakukannya dan kenyataan lainnya adalah secepat apa pun saya menulis dengan papan ketik ternyata saya lebih cepat menulis menggunakan pulpen dan kertas.

Tulisan ini hampir selesai saat saya akhirnya memandang ke bagian bawah perut saya yang masih berlipat. Sebuah ide muncul di sana. Saya ingin melaporkan situasi OCD (Obsesive Corbuzier Diet) yang saya jalani sudah lebih dari 2 minggu. Tentunya tidak akan di dalam postingan ini. Sebaiknya di postingan terpisah karena kalau saya tidak melakukannya tulisan ini akan semakin panjang dan tak terkendali.

@honeylizious

Followers