14 September 2013

Bicara Soal Menikah


Baru saya tahu betapa ribetnya persiapan untuk menikah. Berkas yang harus dipersiapkan. Acara resepsi dan segala macam. Walaupun sebenarnya kalau ditanya saya ingin pernikahan seperti apa? Selama ini saya hanya ingin makan-makannya di panti asuhan jauh dari kemewahan dan buang-buang uang. Bahkan kalau memang ingin lebih simpel lagi, menikah di KUA lalu pulang. Untuk apa lelah dengan beragam acara yang menghabiskan banyak uang.

Memang tradisi resepsi tak dapat terhindarkan dari negeri ini. Akan dianggap aneh oleh orang lain kalau menjalani pernikahan seperti yang selama ini saya pikirkan. Beragam omongan tak enak di belakang akan bermunculan walaupun saya sendiri tak peduli orang mau bicara apa. Toh saya yang menikah. Saya yang menjalaninya. Saya yang kemudian harus kehabisan uang karena biaya resepsinya bukan? Saya juga yang akan ribet dengan segala berkas yang harus dipersiapkan.

Orang tahu apa dengan kehidupan kita?

Tapi lagi-lagi menikah akan terbentur dengan keinginan dua keluarga. Menikah bukan hanya soal dua kepala. Melainkan dua keluarga yang akan dipersatukan dalam satu ikatan sebuah pernikahan dari dua anak manusia.

Tiba-tiba saja ingin membicarakan soal pernikahan. Ada yang akan menikah?

@honeylizious

Followers