7 September 2013

Berkomentar Setelah Membaca Judul, Mati Saja!


Berapa banyak dari kita yang suka seperti itu? Belum membaca isi sebuah artikel, hanya berdasarkan judulnya sudah meninggalkan komentar? Tak sedikit orang yang membuat judul yang tidak mencerminkan isi sebuah artikel. Bukan berarti penulis tulisan tersebut menjebak. Barangkali dia sedang menggunakan majas alias bermetafora, setiap orang punya pilihannya masing-masing untuk menulis bukan?

Bukan berarti isi harus benar-benar disesuaikan dengan judul. Judul yang kaku tentu tak menarik minta orang lain sehingga tak sedikit penulis yang bermain dengan kata-kata di bagian judul supaya orang lain mau membaca tulisannya atau agar dirinya sendiri mendapat kepuasan tersendiri. Begitu juga dengan saya. Kadang tulisan di blog ini sadar atau tidak saya sadari judulnya memang benar-benar tidak sesuai bahkan cenderung berlawanan dengan isi tulisan itu sendiri. Tapi bukan berarti judul tersebut tidak cocok dengan isi tulisannya.

Semuanya hanya masalah selera sang penulis ingin menggunakan judul apa. Contohnya tulisan saya yang berjudul: ‘Mari Mengencingi Sumur Zam-Zam’. Komentar bermunculan. Paling pertama yang hadir adalah komentar di twitter yang menyatakan bahwa hal tersebut akan memicu hal buru bagi yang melakukannya.

Apakah memang ada yang benar-benar percaya ada orang yang mengajak orang lain untuk mengencingi sumur zam-zam. Terutama saya? Apakah saya benar-benar akan mengajak kalian yang membaca tulisan tersebut untuk mendatangi Tanah Suci untuk melakukan hal yang bakalan dihujat banyak orang tersebut?


Sebelum berkomentar terhadap sebuah tulisan pikir lagi kalau memang memalas membaca tulisan tersebut. Memang lebih baik kita membaca selengkapnya isi tulisan tersebut bukan membentuk opini pribadi hanya dari judulnya. Kalau tidak mati sajalah!
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design