Langsung ke konten utama

Bepalam


Istilah bepalam sangat dekat dengan yang namanya pernikahan dan ini merupakan istilah yang ada di daerah Pantai Utara Kalimantan Barat. Di daerah Kabupaten Sambas dan sekitarnya masih menggunakan istilah ini untuk calon pengantin yang tidak boleh keluar rumah selama beberapa hari menjelang hari akad nikah dan resepsi. Bepalam dapat diartikan dipingit.

Selama bepalam, mempelai pria dan wanita akan mendapat perawatan tubuh dari ujung kaki hingga ujung rambut. Termasuk lulur dan spa. Selama dipalam, kedua mempelai juga akan berada di rumah terus. Sebenarnya istilah 'palam' atau 'pelam' alias 'peram' itu berasal dari istilah untuk menyimpan buah yang belum begitu matang. Disimpan di sebuah tempat dan tak boleh diganggu sampai masa pemeraman selesai. Itu untuk memastikan buah yang akan dimakan nantinya benar-benar matang dan manis.

Barangkali demikian juga dengan mempelai yang dipalam. Bertujuan untuk menyiapkan kedua pasangan pengantin supaya benar-benar siapa untuk mengharungi bahtera rumah tangga yang sebenarnya sebagai dua orang dewasa yang akan memimpin dan dipimpin. Tetapi secara logika sebenarnya bepalam juga sangat bermanfaat untuk menghilangkan stress kedua mempelai yang tentunya sibuk mempersiapkan pernikahan mereka. Belum lagi tubuh yang lelah. Selain itu juga berfungsi untuk menjaga aroma tubuh sang mempelai sehingga tidak membuat baju pengantin bau keringat dan selama bersanding tetap terjaga aroma tubuhnya.

Hal ini mengingat baju pengantin biasanya menyewa. Sehingga untuk menjaga hubungan baik dengan pemilik baju pengantin tentunya dengan menjaga apa yang disewa.

Bepalam juga sebenarnya untuk menghindari malapetaka yang bisa saja menimpa kedua mempelai apabila terlalu banyak keluar rumah. Apalagi sudah dekat hari pernikahan. Tentunya dua orang ini adalah orang yang paling penting sejagat raya keselamatannya sebelum benar-benar dinikahkan. Walaupun sebenarnya malapetaka bisa menimpa di mana saja tetapi setidaknya kedua belah pihak keluarga sudah cukup waspada dengan memeram dua mempelai di rumah saja.


Sudah siap bepalam?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma