Langsung ke konten utama

Ala Chef: Pilih Farah atau Priscilya?


Beberapa tahun belakangan memang acara masak menjadi satu di antara acara yang menjadi andalan di televisi yang ada di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia sebenarnya sih, masih banyak televisi luar negeri yang menayangkan acara memasak. Mulai dari acara memasak pada umumnya, pemilihan chef, lomba masak, sampai-sampai ada beberapa saluran televisi yang isinya memang hanya soal masakan.

Dari banyak acara memasak yang sukses di televisi, program Ala Chef yang ada di Trans TV memang menjadi satu di antaranya. Banyak yang memilih menonton acara ini karena ada Farah Quinn. Pertama kali melihat Farah Quinn memang yang paling menonjol adalah betapa sempurnanya dia sebagai seorang perempuan, cantik, pintar masak, dan gaya berbicaranya yang khas. Cara dia menyantap makanan saja membuat makanan tersebut menjadi berkali-kali lipat menyelerakannya. Belum lagi tampilan lengkapnya Farah yang memang seksi. Jangankan laki-laki, perempuan saja bisa terpesona melihat sosoknya.

Lima tahun di Ala Chef, posisi Farah digantikan Priscil. Tentu saja perbedaan keduanya sangat mencolok. Bagaimana tidak? Farah yang awalnya membuat makanan yang tak banyak dibayangkan orang digantikan oleh Priscil yang banyak sekali menampilkan resep makanan yang sederhana. Tetapi apakah lantas Pricil bisa dikatakan tidak pantas menjadi pengisi acara Ala Chef di Trans TV?

Saya bukan fan fanatik Farah dan bukan pula hater Priscil. Menurut saya keduanya tetap saja pantas membawakan Ala Chef. Bukankah setiap orang punya kelebihan dan kekurangan? Pasti setiap orang memiliki hal tersebut di dalam dirinya. Kalau hanya masalah selera terhadap pembawa acara saya pikir itu kembali lagi ke individu masing-masing. Tetapi hingga sekarang saya sendiri masih senang menonton Ala Chef siapa pun pengisinya. Karena dari Farah saya banyak belajar bagaimana mengolah makanan yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa lalu dari Priscilya saya belajar bagaimana menjadi seseorang yang berani untuk menunjukkan kemampuan memasak makanan yang biasa saja tetapi tetap menjadi sesuatu yang enak. Priscilya membuat saya sadar bahwa untuk menjadi chef bukan berarti kita harus bisa memasak sesuatu yang tak bisa orang lain masak. Bahkan untuk menjadi seorang chef, meskipun pengetahuan kita sama seperti orang lain dalam hal memasak tapi bagaimana kita membuat pengetahuan itu bermanfaat buat orang lain.


Kedua chef ini menginspirasi. Dulunya saya hanya bisa ternganga saat melihat masakan Farah yang memang luar biasa. Sekarang dari Priscilya saya mulai berani mencoba untuk memasak resep-resep yang biasa dan menyajikannya dengan rasa yang luar biasa. Bukankah makanan itu hanya masalah rasa? 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma