Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Senja di Pantai Pasir Panjang

Masih bicara soal senja. Kali ini tentang senja yang ada di pantai. Pantai Pasir Panjang yang ada di Singkawang, Kalimantan Barat. Selamat menikmati foto dari Apriyan Dani ini.

Motor Bandong di Sungai Kapuas

Sungai Kapuas yang masih menjadi pilihan banyak orang untuk bepergian tentunya menawarkan kendaraan yang bisa melewati Sungai Kapuas. Satu di antaranya yang masih populer adalah motor bandong. Motor bandong itu di kampung saya disebut sebagai motor air. Jadi perahu yang dibuat lebih besar dari perahu pencari ikan sungai pada umumnya. Ada rumah-rumahannya dan sudah dipasangi mesin.
Di Ketapang, Kalimantan Barat sebutannya Kelotok. Bentuknya ya kurang lebih sama. Paling berbeda ukuran saja. Di Jawai ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan motor bandong yang ada di Pontianak. Kelotok seingat saya lebih besar dari motor bandong sebab menempuh perjalanan air belasan jam. Ah kalau ingat kegiatan kampus dulunya yang harus mendatangi Kabupaten Ketapang yang harus berada di sungai selama belasan jam untuk tiba di sana jadinya merinding.
Sungai dan lautan memang punya bagian yang menakutkan sendiri-sendiri. Mengapa saya bilang begitu? Buat saya yang tak bisa berenang, lautan memang akan menakut…

Sebentuk Senja di Kalimantan Barat

Rasanya senja itu selalu menarik untuk dijepret. Apalagi saat langit benar-benar memerah dibuatnya. Pemandangan senja yang indah sekali bukan? Setiap sudut di dunia ini tentunya ada bagian langitnya dan senja akan kita temukan di mana saja. Namun senja itu tak akan sama bentuknya di beberapa tempat yang cuacanya berbeda.
Di Kalimantan Barat sendiri banyak tempat yang bisa menjadi lokasi pengambilan momen senja yang indah. Seperti di depan rumah Heni yang sempat mengambil gambarnya dengan ponsel. Langit yang jingga kemerahan di langit. Pohon-pohon yang berada di bawahnya. Pemandangan yang cukup menyejukkan hati yang seharian kelelahan dengan tekanan pekerjaan.
Senja mengingatkan saya pada banyak hal yang ada di dunia ini. Dulunya senja itu, ketika langit mulai memerah, adalah penanda untuk saya segera meninggalkan halaman tempat saya bermain pasir atau berlarian dengan teman-teman. Saatnya untuk mandi dan keadaan akan mulai menggelap sebentar lagi. Tak ada lagi terang. Malam hanya dihias…

Gelombang Sungai Kapuas

Sungai Kapuas memang bukan laut. Tapi gelombang juga ada di Sungai Kapuas yang menjadi sungai terpanjang di Indonesia ini. Di Pontianak sendiri Sungai Kapuas memang menjadi ciri khas sendiri. Bahkan sampai ada lagunya. Kendaraan air juga masih menjadi hal yang sangat penting di sini untuk memotong jarak yang harus ditempuh sebuah kendaraan. Terutama yang ada di Siantan.
Minyak-minyak yang harus didatangkan ke Kalimantan Barat juga masih menggunakan jalur transportasi air. Sehingga memang Sungai Kapuas tetap menjadi urat nadi masyarakat Kalimantan Barat. Lupakan sejenak masalah pencemaran yang terjadi di dalamnya.

Gelombang Sungai Kapuas ini bidikan seorang teman (Denny) di grup Borneo Kamera Ponsel Klab. Selamat menikmati.

Pontianak dalam Hitam dan Putih

Kalau kamu hanya jalan-jalan keliling kota yang sama setiap hari bukan berarti kamu akan menemukan hal yang sama dengan hari yang sebelumnya. Yakinlah bahwa setiap hari akan selalu ada perbedaan dengan hari kemarin. Waktu itu seperti potongan mozaik. Jika potongannya berbeda tentu saja gambar yang akan ditunjukkan berbeda pula. Setiap hari potongan-potongan mozaik yang menggambarkan hari kita pasti berbeda. Bahkan nomor seri sebuah hari akan selalu berbeda. Sama seperti hari ini yang bernomor 30-9-2013.
Tak akan ada lagi sebuah hari Senin dengan nomor seri yang sama. Tak ada hari yang berulang. Itu sebabnya setiap hari saya selalu suka mengabadikan beberapa momen yang saya dapatkan di kota yang sama. Di Pontianak, Kalimantan Barat. Sore itu saya melewati Jalan A. Yani dan melihat pemandangan yang sangat indah.
Seingat saya hari itu habis hujan dan langit agak mendung. Tetapi cahaya matahari masih ada. Bersembunyi di balik sebuah bangunan. Saya berhenti. Mengeluarkan kamera dan menemuk…

Hujan Ungu di Pontianak

Di Pontianak, tak hanya ditemukan matahari yang akan bersinar dengan cerahnya. Tetapi ada juga hujan yang akan membasahi alam semesta. Sama saja dengan tempat lain yang ada di Indonesia cuacanya. Paling perbedaan tingkat polusi saja. Bahkan di Pontianak suhunya tidak sepanas di beberapa tempat yang ada di Indonesia. Terutama tempat-tempat yang ada pantainya. Kebetulan di Pontianak memang tak ada pantai apalagi laut. Di Pontianak hanya ada Sungai Kapuas.
Pantai adanya ratusan kilo meter dari Pontianak. Paling terkenal memang pantai yang ada di Singkawang. Nanti saya ceritakan tentang pantai yang satu itu. Pantai apalagi kalau bukan Pantai Pasir Panjang.

Beberapa bulan yang lalu saya sedang jalan-jalan naik mobil dan menjepret keadaan di luar mobil yang memang sedang dilanda hujan. Dengan modal sebuah kamera ponsel terciptalah gambar hujan yang berwarna ungu. Padahal ini tidak ada editing atau filter. Benar-benar seperti ini aslinya. Hujan ungu yang indah dan cukup mendinginkan Pontianak …

Gulai Batang Pisang

Setelah dua postingan mengeluh mendingan sekarang beralih ke postingan soal makanan biar imbang. Sebab mengeluh biasanya memang bikin lapar. Kuliner yang satu ini sering saya jumpai di rumah. Bisa dikatakan ini masakan rumahan. Tetapi masakan rumah yang akan saya temukan di kampung saya. Bukan rumah yang sekarang saya tempati. Sejak kecil gulai santan sayur yang satu ini memang selalu menggoda selera.
Potongan batang pisang yang bagian dalam dan muda memang enak sekali dimasak dengan santan dan berbagai bumbu seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, serai, ketumbar, adas manis, jintan putih, kayu manis, kapu laga, kemiri, cabai kering, dan tambahan bumbu lainnya serta penyedap. Ada juga yang menyediakan gulai batang pisang ini dengan pisang muda yang kulit luarnya dikupas dengan cara diiris.
Pisang muda memang sulit dibuang kulitnya. Supaya tidak terlalu bergetah biasanya akan diiris bagian kulit luarnya. Setelah itu dipotong-potong seperti koin. Membulat namun agak …

Antrian Kendaraan Pemburu Solar di Pontianak, Ganggu Lalin!

Siapa warga Pontianak, Kalimantan Barat yang tak tahu dengan kondisi kemacetan yang sekarang selalu terjadi di Jalan Imam Bonjol. Lebarnya masih segitu-gitu aja tapi macetnya mengalahkan semua jalan yang ada di Pontianak. Penyebabnya sih sudah beberapa bulan ini banyak kendaraan yang mengantri untuk mendapatkan minyak solar. Maklum beli di kios harganya bisa 9.000/liter.
Ini salah siapa? Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?
Selain hanya bisa menikmati harus salip sana-sini, termasuk menyelip di antara beberapa kendaraan, saya hanya bisa menarik napas panjang melihat kemacetan yang terjadi. Sebenarnya saya sendiri akan sangat menghindari Jalan Imam Bonjol ini untuk pulang ke rumah. Tapi beda cerita memang kalau rumah yang harus saya datangi lokasinya memang di Jalan Imam Bonjol.
Lebar jalannya masih kalah jauh dari Jalan A. Yani Pontianak. Tetapi di sinilah banyak kendaraan yang akan membeli solar mengantri. Panjang sekali. Sampai-sampai saya kira terjadi kecelakaan di depan sehin…

Solar 9.000 Saja di Pontianak

Helooo gaiiisssss... telat banget postingan hari ini ya? Maklum hari ini dari pagi sibuk menyiapkan masa depan dengan seseorang. Nanti saya curhat masalah itu ya! Sekarang mau cerita soal solar. Ah jenis minyak yang satu ini rasanya sudah seperti konspirasi saja. Harganya memang 5.500IDR di SPBU. Sama kok dengan SPBU yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Tapi kalau sudah berkaitan dengan kios tentu akan lain cerita.
Saya iseng bertanya dengan teman-teman yang kebetulan kerjanya melibatkan solar. Ternyata mereka tidak mau membeli di kios karena harganya yang terlampau tinggi. Bukan rahasia lagi sih sebenarnya solar yang dijual di kios bisa selangit harganya karena ada oknum-oknum yang memanfaatkan jabatannya untuk mendapatkan solar dalam jumlah besar lalu menjualnya ke pengecer di kios-kios.
Abah saya sendiri punya usaha menjual BBM. Pernah ditawari untuk memotong antrian dengan bayaran sekian dan mendapatkan BBM di tempat penimbunan. Satu liter oknum ini mencaplok 1.000IDR. Nah bayangkan…

Air Mancur Bundaran Digulis Untan Pontianak

Beberapa hari ini masyarakat Pontianak pasti sudah menyadari kalau Bundaran Digulis yang berada di Komplek Universitas Tanjungpura (Untan) sudah menari airnya. Iya, bundaran yang sudah lama sekali direnovasi dan ditambah dengan air mancur itu akhirnya sekarang sudah dibuka dan bisa disaksikan setiap orang yang lewat. Saya sendiri menyempatkan diri untuk mengambil gambar dan juga videonya.
Bundaran ini terletak di depan pintu gerbang menuju beberapa kampus di Untan (Universitas Tanjungpura). Universitas negeri terbesar di Kalimantan Barat. Terbesar maksudnya memiliki fakultas terbanyak untuk sebuah universitas negeri dan terluas tanahnya.
Bundaran Untan sebenarnya bulan yang ini, karena ada satu lagi bundaran yang masih berada di komplek yang sama tetapi berada di pertengahan antara pintu gerbang utama yang ada di Jalan Imam Bonjol dan gerbang kedua di Jalan A. Yani. Bundaran Untan yang asli malah kurang terawat dan terlihat kusam dibandingkan Bundaran Digulis yang memang letaknya lebih …

Keraton Pontianak di Malam Hari

Sungai Kapuas, sungai yang menjadi kebanggaan di Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai sumber kehidupan bagi banyak orang di Pontianak. Termasuk sebagai jalur transportasi yang sangat penting untuk kelangsungan Kalimantan Barat. Malam hari wisata di Sungai Kapuas menawarkan cafe terapung yang akan membawa pengunjung berkeliling dari Alun-Alun Sungai Kapuas hingga dekat Jembatan Tol 1 lalu kembali lagi ke Alun-Alun Sungai Kapuas. Bayarannya juga murah. Hanya 10.000IDR untuk setiap penumpang.

Tadi malam kebetulan jalan-jalan ke beberapa pelabuhan yang ada di Pontianak dan mengabadikan momen malam hari dari seberang keraton dan ada cafe terapung yang lewat. Gelapnya malam dan air sungai kontras dengan lampu yang ada di keraton dan juga cafe terapung. Cahayanya terpantul ke air dan membuat bayangan yang indah.

Berbekalkan kamera pas-pasan akhirnya berhasil juga mendapatkan gambar yang semoga bisa memperlihatkan sisi indahnya keraton yang bayangannya terpantul ke air Sungai Kapuas.

Indah kan?

Jangan Pulang Sebelum Hamil

Kalau soal 'mahar' ada tagline-nya. Menerima adalah mahar terbaik. Sekarang pindah ke bulan madu. Sebenarnya bulan madu tak pernah terpikirkan akan menjadi bagian di dalam pernikahan saya nantinya. Karena saya sendiri malah ingin menikah secara sederhana di KUA dan membuat acara makan-makan di Panti Asuhan saja bersama anak-anak yatim piatu. Tetapi kemudian semuanya sekarang menjadi berbeda.
Ketika yang melamar adalah laki-laki yang memiliki keluarga teramat besar dan tak ada cerita pernikahan sederhana dan sekadarnya. Bahkan mencari baju pengantin masuk dalam daftar kegiatan yang harus dilakukan berikutnya. Hari ini mengepaskan ukuran pakaian pengantin. Tak terbayangkan ini akan menjadi kegiatan menjelang pernikahan.
Bulan madu sudah dipersiapkan dan tempat yang dipilih adalah Bali, sebenarnya bukan saya yang memilih. Saya sendiri sudah pernah ke Bali dan rasanya Bali tempat yang terlalu mainstream untuk tujuan bulan madu. Saya malah inginnya bulan madu di 5 pulau kecil yang ad…

Kurang Produktif Menulis

Tadi malam ada kopdar bersama banyak penulis Kalbar. Akhirnya bisa berkenalan dengan lebih banyak penulis lokal dan melihat karya mereka. Wih tak tanggung-tanggung ada yang bisa menyelesaikan 6 buku dalam waktu satu tahun. Kalau tidak salah sih ya! CMIIW
Ada ibu-ibu, bapak-bapak, dan tentu saja ada saya juga di sana. Saat melihat mereka rasanya saya sadar betapa kurang produktifnya saya menulis buku. Memang menulis di blog membuat saya lebih suka menunda menulis buku berikutnya. Sebab menulis di blog tak butuh waktu lama dan konsentrasi tinggi. 10-15 menit disisihkan 1-2 artikel sudah jadi dan bisa langsung diterbitkan di blog. Tak panjang perjalanannya. Tetapi tentu saja banyaknya karya mereka, baik yang terbit indie maupun ke penerbit mayor membuat saya iri. Seharusnya saya bisa menulis lebih banyak.
Selama ini saya terlalu banyak main-main dan lupa dengan kesukaan saya menulis fiksi. Sekarang banyak tulisan di blog tulisan non-fiksi. Memang ada manfaatnya untuk Pontianak, Kalimantan …

Kursus Membatik di Pontianak

Di seberang Radio Volare ada sebuah rumah batik. Selama empat tahun berkeliaran di Jalan M. Sohor, tempat Gedung Volare Network berdiri tak membuat saya tahu tentang tempat ini. Selama ini saya hanya menemukan tempat ini sudah tertutup. Ada banyak batik di dalamnya. Pernah saya pikir ini warung nasi karena memang sekilas mirip dengan warung tempat makan. Tetapi ternyata ini sebuah rumah batik Kalimantan Barat. Tidak hanya menjual kain dengan motif batik khas Kalimantan Barat tetapi juga bisa kursus membatik di sini.


Kemarin pagi, saya memang kebetulan lewat depan tempat ini saat menyeberang untuk membeli amplop di toko ATK yang berjarak beberapa ruko dari tempat ini. Ada dua orang perempuan yang sedang sibuk membatik. Saya tertarik dan mendekati mereka. Mereka sangat ramah dan membuat saya menghabiskan belasan menit di sini. Sambil mengambil foto, mengamati gambar batik, dan mengobrol dengan satu perempuan yang membatik dengan tinta hitam.

Ternyata mereka sedang kursus membatik di sini.…

Menerima adalah Mahar Terbaik

Membuat tulisan buat undangan membuat saya sendiri harus memikirkan satu kalimat yang indah buat menghiasi sang undangan. Tentunya kalimat yang dibuat sendiri dan tidak mainstream. Saat orang membacanya orang akan menyadari maksud dari kalimat tersebut dan bisa jadi membuat penilaian tersendiri mengenai kalimatnya.
Kalau bicara soal pernikahan rasanya saya punya jutaan kalimat untuk menggambarkannya. Bagaimana tidak? Saya sudah merencanakannya jauh-jauh hari dengan seseorang tetapi pada akhirnya hari yang membahagiakan dua keluarga itu akan berakhir dengan orang lain. Bukan berarti saya kecewa berat. Sebab hidup adalah perjalanan dan semua orang yang datang dan pergi adalah bagian dari pengalaman yang akan mematangkan diri kita. Anggap saja bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan.
Tetapi satu hal yang sangat saya sadari. Bahwa untuk menikah itu mahar terbaik buat seorang perempuan adalah 'keikhlasan untuk menerima'. Iya, menerima. Karena ditolak itu rasanya sangat tidak menyena…

Bakso Telur Asin Pontianak

Di Indonesia pedagang bakso sepertinya tak kehabisan akal untuk membuat bakso yang mereka jual menjadi sesuatu yang menarik. Memiliki nilai lebih dan berbeda dari bakso pada umumnya. Karena bulatan daging biasa sudah terlalu mainstream. Ada yang mengisi baksonya dengan telur puyuh dan jadilah namanya Bakso Telur Puyuh. Kurang besar? Ada yang mengisinya dengan telur ayam rebus yang sangat besar. Lalu ada yang baru saja saya coba. Bakso telur asin.

Bakso ini sebenarnya bukan bakso telur asin namanya melainkan Bakso 31. Letaknya di Jalan Purnama. Buat yang belum pernah datang ke Pontianak atau baru saja menetap di Pontianak tentunya menemukan Jalan Purnama bukanlah hal yang mudah. Tapi siapa sih yang tidak tahu Jalan A. Yani? Dekat museum ada Jalan Sutoyo, nah masuk saja dari jalan tersebut hingga tiba di persimpangan di ujung kanan Jalan Sutoyo. Di sana tertulis Jalan M. Sohor kalau lurus, di persimpangan itu belok kiri saja. Jalan itu yang disebut Jalan Purnama dan lebih banyak menyebut…

Vihara di Pelabuhan Pontianak

Ini bukan pelabuhan Seng Hi yang ternama itu. Saya lupa nama pelabuhannya. Maafkan. Tetapi letaknya memang berdekatan dengan pelabuhan Seng Hi. Tadi malam saya jalan ke sini dan baru tahu ada sebuah vihara besar yang berdiri dengan megahnya di depan pelabuhan ini. Menghadap ke arah Sungai Kapuas. Sayangnya pada siang hari tempat ini akan sangat padat dan bukan hal mudah untuk mengambil gambarnya.


Malam hari barulah bebas menjepret pemandangan di sekitar sini tetapi ya itu, kalau menggunakan kamera ponsel akan terkendala di pencahayaan. Beda cerita kalau saya bawanya kamera profesional yang sudah ada flashnya. Tapi tak mengapa. Sementara bersabar dulu menggunakan kamera dari ponsel. Semoga nantinya bisa datang ke sini siang hari dan bebas memotretnya secara utuh.

Mie Ayam Pancasila Pontianak

Makanan yang satu ini rasanya bisa ditemukan di kota mana pun di Indonesia. Siapa sih yang tidak tahu dengan mie ayam? Potongan ayam yang dimasak dengan kecap, mienya yang dibuat sendiri, dan sayuran yang dicampurkan di dalamnya. Jangan lupakan pula pangsitnya yang renyah. Supaya lebih sedap bisa tambahkan kecap, cabai, dan saos. Penyuka asam bisa menambahkan perasan jeruk sambal di dalam kuahnya.

Kemarin singgah di warung mie ayam yang terletak di Jalan Pancasila atau Jalan Gusti Hamzah. Saat melihat porsi mie ayamnya rasanya saya tak akan bisa menghabiskan mie ayam ini. Setumpuk mie ayam dengan potongan ayam kecapnya sudah menggoda. Tetapi porsinya sangat berbeda dengan porsi mie ayam yang saya makan biasanya di Jalan Teuku Umar. Dalam kepala saya sudah terpikir setengah mangkok mie ini tidak akan habis.
Tetapi saya salah saudara-saudara. Saya bahkan lebih cepat menghabiskan mie ayam dalam mangkok saya dibandingkan teman yang membawa saya ke sini. Padahal dia kelihatan lebih lapar dib…

Liburan Gratis di Pantai Gosong

Sesuai dengan yang pernah saya janjikan untuk menunjukkan Pantai Gosong pada teman-teman yang suka dengan pemandangan pantai. Maklum di Kalimantan Barat memang banyak sekali pantai. Bahkan di Jawai selatan hampir setiap desa yang mengarah ke laut punya pantainya tersendiri. Meskipun tetap pantai Jawai yang paling terkenal di sana, ada beberapa pantai yang masih banyak dikunjungi orang. Seperti Pantai Sentebang dan Pantai Dungun.
Pantai Gosong sendiri bukanlah pantai yang ada di Jawai Selatan. Pantai Gosong terletak di Sungai Raya. Sebuah daerah yang terletak di antara Singkawang dan Mempawah. Masih lumayan jauh dari Pontianak. Bahasa penduduk sini pun masih banyak yang menggunakan bahasa yang mirip dengan bahasa Sambas dan Singkawang.

Pantai Gosong namanya, tapi pantainya tidak gosong kok. Serupa dengan pantai pada umumnya. Ada bibir pantai yang bisa menjadi tempat pengunjung berjalan sambil menikmati ciuman ombak dan juga matahari yang akan bersinar dengan cerahnya membuat gerah. Poho…

Pawai Festival Budaya Bumi Khatulistiwa

Kalau ditanya ada berapa jumlah kabupaten yang ada di Kalimantan Barat dapat dipastikan saya akan tergagap menjawabnya. Tapi kalau diminta menyebutkan beberapa di antaranya tentu bukan hal yang sulit. Ada Kabupaten Sintang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Ketapang, Kabupetan Kubu Raya, dan masih banyak lagi. Satu di antaranya yang mengikuti Festival Budaya Bumi Khatulistiwa adalah dari Kabupaten Kapuas Hulu. Butuh belasan jam dari Pontianak dengan naik bus untuk mendatangi kabupaten ini.
Kabupaten Kapuas Hulu termasuk Sintang, Putussibau, dan Sekadau terkenal dengan kerupuk basahnya. Makanan khas kerupuk basah memang menjadi sesuatu yang sangat istimewa dari sana. Terbuat dari daging ikan dan campuran bumbu dan tepung, belum lagi cocolan sambal kacangnya yang membuat air liur menetes. Ah sudah lama sekali tak menikmati kerupuk basah yang asli dari sana.

Dulu waktu masih kuliah, teman sekelas saya yang dari Putussibau sering membawa oleh-oleh kerupuk basah untuk dimakan…

Denah Tempat Acara Walimahan

Ketika membuat undangan untuk pernikahan dan acara resepsi tentunya dibutuhkan denah tempat acara untuk memudahkan tamu undangan menemukan tempatnya. Beda cerita kalau memang walimahan diadakan di sebuah gedung yang sudah dikenal banyak orang. Dibutuhkan tempat acuan yang lebih sering disebut sebagai landmark. Landmark yang bisa digunakan adalah tempat-tempat publik atau sebuah tempat yang sudah dikenal banyak orang.
Landmark bisa berupa masjid, SPBU, sekolah, atau pintu gerbang universitas yang terletak di jalan yang banyak dilewati orang. Bisa juga hotel atau gedung lainnya yang sudah pasti bisa dicari orang. Bahkan orang yang ditanya pun akan dengan mudah menunjukkan tempat yang dijadikan landmark tersebut. Dengan landmark tempat acara dilangsungkan akan mudah ditemukan.
Nah masalahnya tak semua orang bisa menggambarkan dengan tempat landmark dan jalan menuju tempat acara. Untungnya sekarang ada Google Maps yang akan sangat membantu untuk menggambarkan denah tempat acara berserta lan…

Tukang Sol Keliling

Setiap selesai membeli sepatu atau sandal sebelum mengenakannya ada satu orang yang harus saya temui. Tujuannya supaya sepatu atau sandal tersebut lebih tahan lama dan tidak putus di tengah jalan. Menyebalkan sih memang ketika kita sudah 'all out' ternyata tidak didukung oleh alas kaki yang kuat. Untuk menambah 'ketahanan' sebuah alas kaki dibutuhkanlah keterampilan seorang tukang sol.
Dulu kalau mau beli sepatu suka liat dulu sepatunya dijahit atau dilem. Kalau dilem biasanya akan menjadi pilihan kedua atau terakhir. Beda dengan sepatu atau sandal yang melalui proses penjahitan saat pembuatannya. Cuma sekarang sudah banyak sepatu dan sandal yang hanya dibuat semanis mungkin dan untuk menghemat masa produksi cukup dilem saja. Kalau kebetulan menggunakan lem yang cukup kuat makan sandal dan sepatu tersebut akan bertahan lebih lama. Tetapi ada juga memang produsen sepatu yang sepertinya sengaja membuat sepatu dan sandal dengan lem yang kurang tinggi kualitasnya. Selain me…

Dua Generasi

Kalimantan Barat identik dengan penduduk aslinya yang memang tidak hanya ada di Kalimantan Barat. Sejak dulu memang etnis Dayak menjadi etnis yang ada di tanah Kalimantan. Bahkan sudah hal yang biasa apabila saya keluar dari Kalimantan Barat dan mampir di berbagai kota-kota yang di luar Kalimantan mendapat pertanyaan aneh-aneh. Semacam, apakah masih ada orang yang makan orang di Kalimantan Barat? Atau ada pula yang mengatakan bahwa kami tinggal di rumah-rumah pohon. Padahal peradaban masyarakat Kalimantan Barat sudah maju kok.
Semua orang sudah mengenakan pakaian pada umumnya untuk menutupi tubuh mereka. Tinggal di rumah-rumah normal dan didirikan di atas tanah. Sudah mengenal komp[or gas bahkan mall dan gramedia. Menonton film di bioskop juga bukan hal yang baru buat kami penduduk Kalimantan Barat.
Karena Kalimantan identik dengan suku aslinya, suku Dayak, maka tentu saja Festival Budaya Bumi Khatulistiwa yang diadakan sejak tanggal 26 September kemarin di museum menampilkan kebudayaan…

Kontibutor Foto

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya beberapa foto yang menampilkan Pontianak di blog ini adalah hasil karya teman-teman dari KPK (Kamera Ponsel Klab) yang berhasil mengabadikan sisi lain Kota Pontianak dan menunjukkan keindahannya. Saya sendiri memang tak bisa keliling Pontianak dan mengumpulkan semua foto itu dalam waktu singkat. Tidak hanya foto dari teman-teman KPK yang bisa saya tampilkan di blog ini.
Kalau memang ada teman-teman yang ingin menjadi kontributor foto untuk blog ini silakan hubungi saya via twitter @honeylizious. Tidak ada yang dibayar dan membayar untuk menjadi kontributor foto di blog ini sebab postingan yang ditulis juga bukan postingan yang berbayar.
Setidaknya dengan menjadi kontributor foto di blog ini buat teman-teman yang kurang suka menulis dan tak suka ngeblog tetap bisa memperlihatkan karyanya pada banyak orang. Selain itu juga untuk menunjukkan Kalimantan Barat di mata dunia. Alangkah sayang jika banyak hal yang bisa kita abadikan dengan kamera ponsel hi…

Filosofi Cincin Kawin

Setiap kali membicarakan mengenai cincin rata-rata orang yang sudah menikah akan memberikan saran untuk membeli cincin kawin yang ukurannya lebih besar dari jari yang mempelai wanita. Setidaknya satu nomor di atas ukuran jari sang perempuan yang sebenarnya. Tentunya saran ini bukan tanpa alasan. Semuanya punya alasan yang sama.
Perempuan yang sudah menikah jarinya akan membesar setidaknya satu nomor di atas jarinya sebelum menikah. Jadi jangan sampai nanti saat menikah cincin tersebut pas tapi seiring berjalannya waktu mau tidak mau cincin tersebut harus dimuseumkan karena jari sang istri tak bisa lagi dilingkari cincin perkawinan tersebut. Alangkah sayangkan kenangan pernikahan harus disimpan di dalam lemari dan tak dikenakan oleh sang perempuan.
Memang banyak sekali perempuan yang akhirnya harus melepas cincin kawinnya karena saat sudah menikah dan melahirkan ukuran jarinya membesar. Tentunya ini disebabkan oleh berat badan yang naik sehingga ukuran jari pun menjadi berubah. Sayangny…

LINE Error

Saat beberapa orang sibuk bercerita soal game dari LINE saya sendiri malah sibuk memperbaiki error yang terjadi pada akun LINE saya. Ingin menghapus akun lama dan menggantinya dengan yang baru tetapi bingung bagaimana cara menghapusnya? Sebab sudah terlanjur tak bisa dibuka. Dari banyak game LINE yang seru-seru ada beberapa yang belum sempat saya coba.
Sedangkan untuk masuk ke dalam game harus menggunakan akun LINE. Nah kalau akun LINE-nya sedang error dan tak bisa log in tentunya ini akan menjadi kendala terbesar yang membuat game tak bisa dimainkan. Saya kepengen mencoba game LINE yang POKOPANG. Sepertinya seru. Banyak yang main dan membuat saya iri sekali.
Mengapa akun saya bisa error? Penyebabnya tentu saja sudah dapat ditebak. Akun saya terlalu banyak bergabung digrup atau kebanyakan teman. Banyak grup sudah saya hapus dan sepertinya akan menghapus lebih banyak teman yang tak dikenal. Salah saya sih. Tetapi alasannya sangat masuk akal kok. Ingin memenangkan hadiah utama dari LINE y…

Ala Chef: Pilih Farah atau Priscilya?

Beberapa tahun belakangan memang acara masak menjadi satu di antara acara yang menjadi andalan di televisi yang ada di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia sebenarnya sih, masih banyak televisi luar negeri yang menayangkan acara memasak. Mulai dari acara memasak pada umumnya, pemilihan chef, lomba masak, sampai-sampai ada beberapa saluran televisi yang isinya memang hanya soal masakan.
Dari banyak acara memasak yang sukses di televisi, program Ala Chef yang ada di Trans TV memang menjadi satu di antaranya. Banyak yang memilih menonton acara ini karena ada Farah Quinn. Pertama kali melihat Farah Quinn memang yang paling menonjol adalah betapa sempurnanya dia sebagai seorang perempuan, cantik, pintar masak, dan gaya berbicaranya yang khas. Cara dia menyantap makanan saja membuat makanan tersebut menjadi berkali-kali lipat menyelerakannya. Belum lagi tampilan lengkapnya Farah yang memang seksi. Jangankan laki-laki, perempuan saja bisa terpesona melihat sosoknya.
Lima tahun di Ala Chef, posi…

Sungai Kapuas: Menepi

Pelangi di Sungai Kapuas

Suka dengan pelangi? Sudah banyak orang yang memotret pelangi dan mengabadikannya dalam bentuk gambar. Tetapi tetap saja pelangi akan menjadi objek yang sangat menarik untuk dijepret. Begitu juga dengan pelangi yang ada di Kota Pontianak.
Pelangi memang bentuk indah dari sisi lain matahari. Warnanya yang cantik juga membuat banyak orang senang menatapnya lebih lama. Apalagi pelangi tidak akan menyilaukan mata kita seperti matahari yang sebenarnya. Di Pontianak lokasi untuk menjepret pelangi yang paling mudah pastinya di dekat Sungai Kapuas. Tidak banyak yang menghalangi pandangan kita.

Inilah dia pelangi di Bumi Khatulistiwa.

Mendung di Bumi Khatulistiwa

Sebutan Pontianak Kota Bersinar memang selalu benar adanya. Namun bukan berarti di sini akan selalu panas dan terang benderang. Sesekali Tuhan akan menurunkan awan-awan yang membentuk gumpalan mendung di langit yang tadinya terang. Langit terlihat akan segera runtuh.

Berenang di Bawah Guyuran Hujan

Anak-anak, masa-masa yang sangat menyenangkan buat banyak orang. Belum ada ambisi dalam kepala. Belum terlalu banyak berpikir tentang masa depan. Meskipun punya impian tapi jarang sekali anak-anak yang stress menghadapi masa depannya. Saya juga sangat senang dengan masa anak-anak saya. Di beberapa sisi memang ada bagian diri saya yang ingin cepat besar. Tetapi menjadi anak kecil adalah pengalaman yang tak terlupakan yang rasanya ingin saya ulang kembali tanpa beberapa orang di dalamnya.
Inilah potret anak-anak yang sangat menikmati hidupnya. Tak peduli dengan pencemaran Sungai Kapuas. Bahkan mereka sangat menikmati bisa berenang di sungai di bawah guyuran hujan yang menggila. Ya, hari ini memang hujan turun sedemikian derasnya. Bahkan saat menuliskan ini pun saya masih mengenakan baju yang sedikit basah terkena hujan. Padahal tadinya sudah mengenakan jas hujan.
Beberapa jam sebelumnya matahari bersinar dengan sangat terang. Tetapi tak disangka hujan turun dengan derasnya membasahi Bumi…

Vihara Siantan

Kebetulan saya tidak tahu namanya. Namun vihara ini tak begitu jauh letaknya dari Masjid Jami At-Taqwa Siantan yang saya tuliskan sebelumnya. Vihara ini luasnya minta ampun. Banyak sekali orang yang senang berkunjung ke sini. Saya sendiri hanya menjepretnya dari luar dan mendapatkan sudut pandang seperti ini.

Masjid Jami At-Taqwa Siantan

Kalau pernah melewati Siantan satu hal yang paling mengusik selain kemacetannya di daerah pasar tentunya adalah aroma yang memenuhi udara sekitar. Bau karet dari pabrik yang membuat banyak orang akan menutup hidung. Bau kopi yang harum. Bau minyak dan kelapa yang menggoda. Kadang saya suka berpikir bagaimana masyarakat Siantan bertahan dengan bau karet yang menusuk hidung itu.
Selama ini saya melewati Siantan hanya untuk pulang kampung. Jarang sekali saya melewati daerah ini karena daerah jajahan saya biasanya daerah pusat Kota Pontianak saja. Daerah yang terpisah oleh Sungai Kapuas dengan Siantan. Berbeda dengan beberapa hari yang lalu. Saya melewati Siantan karena saya ingin menyaksikan sendiri bagaimana fenomena kulminasi berlangsung.
Saat akan melewati sebuah masjid kami berhenti dan saya segera menyiapkan kamera. Sayang apabila masjid ini tidak diabadikan dan dijadikan bahan tulisan bukan? Tak semua orang bisa lewat Siantan, membaui aromanya yang harum makjesss dan melihat masjid i…

Bepalam

Istilah bepalam sangat dekat dengan yang namanya pernikahan dan ini merupakan istilah yang ada di daerah Pantai Utara Kalimantan Barat. Di daerah Kabupaten Sambas dan sekitarnya masih menggunakan istilah ini untuk calon pengantin yang tidak boleh keluar rumah selama beberapa hari menjelang hari akad nikah dan resepsi. Bepalam dapat diartikan dipingit.
Selama bepalam, mempelai pria dan wanita akan mendapat perawatan tubuh dari ujung kaki hingga ujung rambut. Termasuk lulur dan spa. Selama dipalam, kedua mempelai juga akan berada di rumah terus. Sebenarnya istilah 'palam' atau 'pelam' alias 'peram' itu berasal dari istilah untuk menyimpan buah yang belum begitu matang. Disimpan di sebuah tempat dan tak boleh diganggu sampai masa pemeraman selesai. Itu untuk memastikan buah yang akan dimakan nantinya benar-benar matang dan manis.
Barangkali demikian juga dengan mempelai yang dipalam. Bertujuan untuk menyiapkan kedua pasangan pengantin supaya benar-benar siapa untuk…