31 Agustus 2013

Ubuntu, Kubuntu, atau Jolicloud?


Sebenarnya dari tiga yang saya sebutkan di atas, saya masih punya banyak distro linux yang lain yang pernah saya install di netbook Lenovo saya. Waktu menggunakan netbook Lenovo memang kelimpungan mencari distro linux yang sesuai dan kabarnya lenovo seri tersebut memang kurang ramah terhadap linux. Sehingga saya mencoba banyak sekali distro yang ada.

Tapi mengapa hanya tiga distro linux yang saya hadirkan di sini?

Karena pada akhirnya tiga distro inilah yang membuat saya jatuh cinta. Pertama kalinya saya memang menggunakan Ubuntu, karena waktu yang mengetik kata kunci 'unduh linux' yang muncul adalah Ubuntu. Bisa unduh secara gratis pula. Bahkan waktu itu masih menggunakan windows dan dipermudah dengan file instalasi yang bisa digunakan melalui windows. Bisa dua OS jadinya.

Namun kemudian saya tetap senang dengan satu OS saja, mengingat yang saya gunakan adalah netbook. Pertama kali Ubuntu saya kenal itu di netbook Acer yang sekarang sudah tak lagi bersama saya. Ubuntulah tempat saya belajar menggunakan linux untuk pertama kalinya dan saya jatuh cinta. Karena saya merasakan betapa mudahnya instalasi distronya kemudian aplikasi yang saya butuhkan bisa dibuka di pusat aplikasi. Mirip dengan playstore pada android.

Kalau ada yang merasa tak memahami bahasa terminal dan bingung ingin menginstall program yang dibutuhkan, tak perlu khawatir karena Ubuntu memberikan kemudahan untuk penggunanya.

Saya meninggalkan Ubuntu karena waktu menginstallnya di netbook Lenovo tampilannya kurang maksimal. Resolusinya 800x600 sehingga semuanya terlihat lebih pendek dan gendut. Tidak jernih. Mencari-cari distro linux yang sesuai ternyata menyulitkan. Karena distro yang lain juga memberikan masalah yang sama. Namun tak mengapa karena ada satu distro yang membuat saya tetap menyukai linux di netbook tersebut.

Jolicloud. Tampilan netbook saya mirip dengan tampilan aplikasi di android. Terus saya juga bisa mengakses Jolicloud melalui PC yang lain dengan browser. Karena Jolicloud dihubungkan dengan akun sosial media saya. Jadi distro ini bisa digunakan di PC mana pun yang saya mau asalkan ada akses ke jaringan internet.

Namun, saya harus melepaskan netbook tersebut karena hardisknya rusak sampai dua kali. Memang sih pada masa garansi saya masih bisa lega sebab penggantian hardisk tidak perlu biaya. Tapi daripada rusak lagi dan lagi, saya memutuskan untuk menggunakan PC saja. Sepertinya memang PC jauh lebih cocok untuk saya.

Di PC ini saya sangat puas menggunakan linux. Saya sempat menggunakan Kubuntu dan tampilannya sangat jernih. Saya juga menggunakan Ubuntu hingga sekarang. Karena PC yang saya gunakan model lama dari LG dan layarnya sendiri sangat luas, jadi tak ada masalah dengan resolusi. Walaupun kadang saya merasa kangen dengan Jolicloud tapi sekarang bisa ngetik, ngeblog, dan dengar lagu rasanya sudah memuaskan.


Hehehehe... punya cerita tentang distro linux juga?

@honeylizious

Followers