18 Agustus 2013

Tragedi Bujang Nadi dan Dare Nandong


Bujang Nadi seorang pangeran dari Kerajaan Sambas sudah lama meninggal dunia. Demikian pula sang puteri, Dare Nandong. Mereka berdua bersaudara. Bujang Nadi abangnya dan Dare Nandong adiknya. Ayah mereka Raja Tanunggal. Akhirnya saya berkesempatan untuk mengambil gambar gerbang makam mereka. Sedangkan makamnya yang berada di atas bukit tak berani saya datangi karena saya sendirian. Makamnya sepi dan sedikit menyeramkan.

Dulu waktu kami mendatanginya beramai-ramai kami disambut oleh suara kokok ayam jantan sepanjang kami menatapi tangga menuju makam tersebut yang lebih mirip dengan sumur. Memang awalnya mereka itu dimasukkan ke sumur hingga akhirnya meregang nyawa. Saat sampai di atas kokok ayam jantan itu berhenti tiba-tiba. Percaya atau tidak, kami berempat memang mendengar kokok ayam tersebut dan sama sekali tak berani menyinggung bunyi yang kami dengar.






Sebab ayam jantan melambangkan Bujang Nadi yang dimasukkan ke dalam sumur bersama sebutir telur. Kabar dari mulut ke mulut mengatakan bahwa jika kita mendengar bunyi kokok ayam jantan, itu menandakan Bujang Nadi masih hidup. Sedangkan sang puteri, Dare Nandong dimasukkan ke dalam sumur yang sama dengan sebuah alat tenun. Sehingga saat kita mendengar bunyi alat tenun yang sedang digunakan itu menandakan bahwa sang puteri masih lagi bernyawa.

Tak ada yang tahu kapan tepatnya mereka meninggal dunia setelah dimasukkan ke dalam sumur yang dalam tersebut oleh sang ayah, Raja Tanunggal. Semua tragedi ini terjadi hanya karena salah paham sang ayah yang percaya pada omongan perdana menteri yang mengatakan bahwa kedua anaknya saling mencintai dan cinta yang mereka bangun adalah cinta yang terlarang karena mereka berdua saudara sekandung. Padahal perdana menteri itu hanya ingin menghancurkan Raja Tanunggal termasuk keturunannya.

Raja Tanunggal memang dikenal sebagai raja yang lalim dan kejam. Hingga fitnah terhadap kedua anaknya pun dibuat oleh perdana menteri. Awalnya perdana menteri hanya tak sengaja mendengar obrolan dua bersaudara yang tak dibolehkan keluar dari istana. Mereka dilarang bergaul dengan orang lain, sehingga Bujang Nadi hanya berteman dengan adik perempuannya, Dare Nandong. Waktu itu Dare Nandong menanyakan kepada saudara laki-lakinya.

“Bang, pun abang kalak nak bebini, bini macam apelah yang abang maokkan?” (Bang, jika nanti abang beristri, istri seperti apa yang abang inginkan?)

“Tantunye macam adek abanglah canteknya.” (Tentunya yang seperti adiklah yang abang inginkan cantiknya)

Lalu Bujang Nadi membalikkan pertanyaan adiknya.

“Pun adek, kalak belaki, laki macam ape yang adek maokkan?” (Kalau adik, nanti bersuami, suami seperti apa yang adik inginkan?)

“Yang macam abanglah bang.” (Yang seperti abang dong bang)

Kira-kira demikianlah maksud dari percakapan mereka. Maklum cerita ini dilisankan dari orang tua ke anak-anaknya. Saya mendengarnya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Perdana menteri yang mendengarkan obrolan dua bersaudara tersebut lantas menuduh mereka berpacaran dan ingin menikah. Disampaikannya pada Raja Tanunggal. Raja yang malu langsung murka. Tanpa usul periksa, dia meminta rakyatnya menyiapkan sumur di sebuah bukit untuk menguburkan kedua anaknya. Hidup-hidup.

Anaknya memohon agar ayahnya mendengarkan penjelasan mereka. Tapi amarah Tanunggal sudah di ubun-ubun. Dia tak peduli. Dia mengambil keputusan tersebut dan tak mau menarik kembali. Dua anaknya yang tak bersalah tersebut pun dimasukkan ke dalam sumur dengan perbekalannya masing-masing, dua bersaudara dalam sumur yang sama. Mati di lubang yang sama.



Awalnya dulu sumurnya belum ditimbun, masih menganga dan benar-benar seperti sumur. Sekarang sudah tertutup tanah. Hanya tersisa tali yang mengarah ke atas yang mengikat lantai yang digunakan untuk menurunkan dua anak tak berdosa tersebut ke bawah sumur. Tali tersebut terikat ke kayu yang melintang di atas tiang sumur. Hingga sekarang, sumur itu masih ada dan disebut sebagai “Keramat Bujang Nadi Dare Nandong”. Tragedi dua saudara yang mati karena kemurkaan ayahnya dan fitnah keji sang perdana menteri.

@honeylizious

Followers