18 Agustus 2013

Selly: Desa Tangga Emas, Kabupaten Sambas


Usianya 10 tahun. Pertama kali saya mengenalnya itu 5 tahun lalu, saat dia bahkan belum sekolah. Sejak dulu dia memang sudah dilahirkan sebagai anak yang sangat manis. Pintar berenang dan mengayuh sampan. Tinggal di Desa Tangga Emas memang mengharuskan dirinya untuk menjadi seorang pengayuh yang handal. Sebab dia harus menyeberangi sungai untuk tiba di sekolah. Sedangkan untuk menggunakan jembatan jarak yang harus ditempuh terlalu jauh. Sedangkan dengan menyeberangi sungai Selly hanya membutuhkan 10-15 menit untuk sampai di sekolahnya.


Dari tempat dia menambatkan perahu dia hanya membutuhkan 5 menit jalan kaki untuk tiba di sekolahnya. Jarak yang tidak begitu jauh bukan? Tapi tentu saja menyeberangi sungai bukan tanpa risiko. Kadang, Selly harus mengayuh saat sungai dalam keadaan air pasang dan arus yang deras. Hal tersebut membuat dirinya harus bisa berenang seperti anak-anak lain sehingga dia tidak perlu takut tenggelam apabila perahu kecilnya karam.

Perahu yang Selly gunakan memang kecil untuk memudahkan ia mengayuhnya. Apabila perahu yang digunakan terlalu besar itu akan menyulitkan tangan kecilnya menggerakkan perahu atau sampan. Tangga Emas, sebuah desa yang masih termasuk kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Semua penduduk punya perahu pribadi masing-masing di desa ini. Karena jalan raya ada di seberang, di Desa Perigi Maram.

Perigi Maram, 5 tahun lalu adalah desa yang saya datangi dengan 5 teman kuliah saya di FKIP Universitas Tanjungpura untuk menjalankan amanat dari kampus dan memberantas buta aksara. Padahal desa ini tak jauh dari Kota Sambas. Tapi masih banyak orang yang putus sekolah, tak hanya putus saat SMA atau SMP, banyak yang tak selesai sekolah dasar. Sehingga mereka tidak bisa membaca.

Perempuannya banyak yang menikah di usia muda. Beberapa perempuan kecil yang saya kenal dulunya juga sekarang sudah beberapa yang memiliki anak. Dalam waktu 5 tahun begitu banyak hal yang terjadi. Selly, saya harap setidaknya bisa menyelesaikan sekolahnya di SMA. Sekarang dia masih duduk di bangku kelas 3 SD. Anak semanis itu. Akankah dia mengenal lelaki secepat anak-anak lain yang masih SMP? Lalu memutuskan tak melanjutkan sekolahnya ke SMA? Lalu menikah di usia yang masih sangat muda?


Pesan saya hanya 1 sebelum saya pulang. Selesaikan sekolahnya sampai SMA. Jika memang ingin kuliah di Pontianak dan bingung cara mendaftarnya, saya pikir saya siap membantunya. Tapi jangan kandaskan sekolah di usia yang terlalu belia. Masih banyak hal yang ingin saya perlihatkan padanya di dunia. Dunia ini masih luas. Jangan hanya berhenti di Desa Tangga Emas, Selly.

@honeylizious

Followers