30 Agustus 2013

Membersihkan Karang Gigi


Beberapa hari yang lalu saya mendatangi dokter gigi langganan saya. Ibu Rosa. Sebenarnya nenek-nenek. Dia orang yang membuat gigi saya yang sebelumnya dicabut dan infeksi menjadi sembuh. Sejak saat itu saya memutuskan untuk berlangganan dengannya.

Untuk pertama kalinya saya memberanikan diri membersihkan karang gigi di tempat praktiknya. Saya sedikit takut karena Bu Rosa ini saya lihat orangnya tidak segan-segan untuk 'menyakiti' kita. Waktu dulu saya sakit gigi padahal giginya sudah dicabut dia dengan tenang dan wajah dingin membersihkan lubang di gusi saya dengan alat yang dia gunakan untuk mengorek-ngorek. Tulang rahang saya dia bersihkan tanpa memberikan bius lokal atau apalah.

Saya berteriak waktu itu tapi dia tak peduli. Dia terus saja mengorek-ngorek hingga selesai dan memberikan obat setelahnya. Memang sih saya akhirnya sembuh tapi kalau saya ingin berobat ke sini lagi saya harus punya mental yang kuat supaya siap menghadapi Bu Rosa.

Karena lama sudah tak membersihkan karang gigi, saya pun datang lagi ke tempat praktik Bu Rosa untuk diobok-obok mulutnya. Butuh waktu yang agak lama bagi Bu Rosa membersihkan karang gigi di dalam mulut saya. Dia menyebutnya 'karang gigi tingkat 2'. Dia bahkan memperlihatkan muka 'gemes' saat melihat karang gigi yang menempel di geraham saya. Sambil sesekali menyebutkan betapa kotornya karang gigi tersebut, dia juga seakan-akan ingin memuaskan dirinya dengan menghancurkan semua karang gigi yang melekat di gigi saya.

Saya hanya bisa mengepalkan tangan dan menahan sakit karena Bu Rosa membersihkan karang gigi saya hingga tak bersisa. Bunyi alatnya yang 'ngiiiiiinggg' itu benar-benar memekakkan telinga. Mulut saya penuh darah dan karang gigi yang lepas.


Sekarang saya merasa mulut saya lebih lapang.

@honeylizious

Followers