Langsung ke konten utama

Membersihkan Karang Gigi


Beberapa hari yang lalu saya mendatangi dokter gigi langganan saya. Ibu Rosa. Sebenarnya nenek-nenek. Dia orang yang membuat gigi saya yang sebelumnya dicabut dan infeksi menjadi sembuh. Sejak saat itu saya memutuskan untuk berlangganan dengannya.

Untuk pertama kalinya saya memberanikan diri membersihkan karang gigi di tempat praktiknya. Saya sedikit takut karena Bu Rosa ini saya lihat orangnya tidak segan-segan untuk 'menyakiti' kita. Waktu dulu saya sakit gigi padahal giginya sudah dicabut dia dengan tenang dan wajah dingin membersihkan lubang di gusi saya dengan alat yang dia gunakan untuk mengorek-ngorek. Tulang rahang saya dia bersihkan tanpa memberikan bius lokal atau apalah.

Saya berteriak waktu itu tapi dia tak peduli. Dia terus saja mengorek-ngorek hingga selesai dan memberikan obat setelahnya. Memang sih saya akhirnya sembuh tapi kalau saya ingin berobat ke sini lagi saya harus punya mental yang kuat supaya siap menghadapi Bu Rosa.

Karena lama sudah tak membersihkan karang gigi, saya pun datang lagi ke tempat praktik Bu Rosa untuk diobok-obok mulutnya. Butuh waktu yang agak lama bagi Bu Rosa membersihkan karang gigi di dalam mulut saya. Dia menyebutnya 'karang gigi tingkat 2'. Dia bahkan memperlihatkan muka 'gemes' saat melihat karang gigi yang menempel di geraham saya. Sambil sesekali menyebutkan betapa kotornya karang gigi tersebut, dia juga seakan-akan ingin memuaskan dirinya dengan menghancurkan semua karang gigi yang melekat di gigi saya.

Saya hanya bisa mengepalkan tangan dan menahan sakit karena Bu Rosa membersihkan karang gigi saya hingga tak bersisa. Bunyi alatnya yang 'ngiiiiiinggg' itu benar-benar memekakkan telinga. Mulut saya penuh darah dan karang gigi yang lepas.


Sekarang saya merasa mulut saya lebih lapang.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma