31 Agustus 2013

Last 8th


The final 8th. So this is it. The last 8th and the last post for today. Thanks for reading. See you tomorrow with 9 posts everday.

*-* Qe Labios

lips of love

Membuka Jalur Penjualan Ke Seluruh Dunia


Tadi malam sempat ngobrol dengan Chan (Chen) soal bisnis lama yang ingin dirintis kembali. Sepatu lukis. Kali ini lebih istimewa karena memiliki konsep untuk sepatu lukisnya. Sepatu untuk promo sendiri masih belum jadi, dan belum bisa saya bawa keliling Pontianak. Saat saya memperlihatkan contoh sepatu yang akan saya jual tersebut Chan sangat tertarik untuk memasarkannya ke Singapura dan Myanmar.

Sejak beberapa kali mengirim makanan ke Australia sekarang saya tahu bahwa Pos Indonesia adalah pilihan yang paling gampang untuk mengirim barang ke seluruh dunia. Bahkan untuk mengecek ongkos kirimnya juga bisa secara online. Sehingga tidak perlu repot bolak balik ke Kantor Pos hanya untuk tahu berapa ongkir yang akan kita bebankan pada pembeli.


Sudah tidak sabar promosi sepatu yang saya akan saya kenakan keliling Pontianak tersebut. Biarpun banyak yang mengatakan bahwa modelnya terlalu 'abg' atau warnanya terlalu mencolok mata, tak masalah. Bukankah promosi memang harus yang seperti itu. Iklan harus sesuatu yang melekat diingatan orang. Sesuatu yang unik dan beda dari yang biasa.


Tunggu saja nanti saya posting lagi saat sepatunya sudah saya kenakan.

Bagaimana Jika Tak Ada Cinta?


Keluar jalur sejenak dari travel dan kuliner. Mari kita bahas soal perasaan. Pernahkah terbayangkan di dalam dunia ini tak ada yang namanya cinta? Bisa jadi tak akan ada film-film romantis yang membahas tentang cinta dan membuat kita mengharu biru karena akhirnya yang kebanyakan memang bahagia. Klise. Film hanya memaparkan apa yang ingin kita saksikan di dunia ini.

Karena kita ingin menjadi orang yang bahagia dengan cinta. Hal tersebutlah yang selalu ditunjukkan kepada kita. Terus-menerus. Pola yang sama tapi tak pernah bosan kita membahasnya. Pola cinta.


Bagaimana ya kalau di dunia ini tak ada cinta? Pernah membayangkannya?

Review Kuliner: Cah Khailand


Makanan laut memang selalu menggoda untuk dicicipi bagi yang bukan vegetarian dan tidak alergi dengan jenis makanan yang satu ini. Makanan laut yang sering dijadikan santapan istimewa kalau tidak udang ya kepiting. Harga makanan yang ada kepiting dan udangnya biasanya di atas 20.000IDR untuk Kota Pontianak.

Di depan Pasar Flamboyan ada warung yang menyediakan makanan laut dengan berbagai versi. Letaknya di teras sebuah bengkel, tak jauh dari kantor Pontianak Post. Rasanya semua orang yang tahu kantor Pontianak Post akan tahu lokasi tempat makan ini. Jangan datang hari Minggu sebab warungnya libur.


Mereka punya beberapa jenis makanan laut, satu di antaranya adalah Cah Khailand yang dicampur dengan makanan laut seperti udang, cumi-cumi, heikeng, dan bakso ikan. Rasanya dari banyak Cah Khailand yang saya makan di warung-warung pinggir jalan, di warung ini Cha Khailandnya memang istimewa. Belum lagi kaldu yang digunakan untuk kuah Cah Khailandnya. Wihi.. bikin perut keroncongan nih menuliskannya.

Penyuka Tom Yam, Cap Cay, dan Sapo Tahu? Tenang, di warung ini juga punya menu tersebut dan masih ada menu lainnya yang bisa dijadikan santapan untuk kita yang tidak suka makanan laut atau alergi.

Harga:
Cah Khailand: 20.000IDR
Nasi putih : 3.000IDR (CMIIW, kalo keliru berarti 4.000)

Teh hangat : 3.000IDR

Review Kuliner: Mie Aceh Rebus Spesial


Yeay! Mari ngomongin kuliner. Jangan tanya sudah berapa banyak mie aceh yang saya makan. Mie Aceh rebus banyak sekali, telor dadar aceh banyak sekali. *eh

Dikutip dari wikipedia *hebat kan, wikipedia saja punya penjelasan soal mie aceh ini*, Mie Aceh adalah masakan mie pedas khas Aceh di Indonesia. Mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, Mie Aceh Goreng (digoreng dan kering) dan Mie Aceh Kuah (sup). Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis.


Tampilannya mirip pasta kecuali bumbunya yang beragam dan membuat Mie Aceh menjadi kaya rasa. Pertama kali makan mie aceh memang yang goreng, jadi kering dan tak ada kuahnya. Waktu itu saya langsung jatuh cinta dengan irisan daging sapinya yang rasanya seperti dendeng. Penuh dengan bumbu. Belum lagi emping melinjonya yang menggoda.

Hingga akhirnya saya menjadi penikmat Mie Aceh Rebus atau Mie Aceh Kuah. Kuliner yang satu ini memang sudah menembus berbagai tempat di Indonesia. Sangat terkenal. Banyak sudah pengusaha Mie Aceh yang sukses di Pontianak. Apalagi yang di Jalan Purnama. Wih, itu bisa antri kalau pas jam makan siang atau malam. Bahkan sering kehabisan kalau terlambat datang di malam hari.

Makanan berkuah memang selalu menyelerakan bagi saya. Apalagi kuah Mie Aceh Rebus memang kaya rasa. Kalau sedang ingin makan Mie Aceh Kuah Spesial yang ada makanan lautnya saya akan memesannya dengan segera. Itu juga memang sangat enak. Padahal saya sebenarnya penikmat makanan china alias Chinese Food. Namun Mie Aceh ternyata bisa membuat saya jatuh cinta. Tak pernah saya bosan makan mie yang satu ini.

Belum lagi tambahan telur dadarnya yang enak dan jangan lupa minum teh tarik dingin untuk menghilangkan efek pedas dari kuah Mie Aceh ini.

Harga:
Mie Aceh Rebus Spesial: 18.000
Teh Tarik Es : 7.000
Telur dadar : 3.000


Tidak begitu mahal bukan? Oiya jangan lupa, acar bawangnya gratis.

3 Alasan Memilih Instagram


Dari banyak aplikasi berbagi foto rasanya instagram memang satu di antara pilihan yang memiliki banyak penggemar. Termasuk saya. Meskipun banyak sekali pilihan jejaring sosial berbagi foto yang bermunculan dan instagram tak kehilangan pamornya. Beberapa alasan mengapa saya memilih instagram dibandingkan jejaring sosial media foto lainnya adalah sebagai berikut.
  1. Tidak membutuhkan koneksi tercepat
    Dari beberapa jejaring sosial yang saya gunakan, menurut saya paling mudah adalah menggunakan instagram untuk unggah foto. Sebab tidak membutuhkan koneksi internet tercepat.
  2. Bisa berbagi ke Tumblr, Twitter, Facebook, dan Flickr
    Ini bagian favorit saya. Saya memang malas mengunggah foto yang sama di beberapa jejaring sosial satu demi satu. Meskipun di twitter foto dari instagram tidak kelihatan, hanya akan muncul tautannya, tapi tetap saja menyenangkan. Apalagi untuk saya yang malas membuka tumblr, keberadaan instagram sangat membantu saya mengupdate blog saya di tumblr. Saya masih lebih suka menulis di blog ini sih. Jadinya tumblr milik saya lebih banyak foto dari instagram isinya.
  3. Bisa edit foto
    Bagian ini juga cukup membantu saat ada foto yang kurang terang atau ingin memberikan efek tertentu pada foto yang sudah kita ambil. Satu aplikasi tapi cukup memenuhi kebutuhan banyak orang yang mendadak ingin jadi fotografer handal.


Kalau kamu, suka instagram karena apa?

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?


Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.

Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.

Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut dengan stalker.

Seperti apa sih stalker ini?

Biasanya dia tidak mengikuti akun tersebut yang dia 'stalking' namun dia akan membuka profil yang ingin dia stalking tersebut walaupun banyak pula stalkers yang mengikuti akun yang ingin dia stalking. Dia akan membaca twitnya sampai dia puas. Salahkah menjadi stalker? Tak ada masalah sebenarnya selama tak melanggar norma yang ada. Misalnya tidak memanfaatkan twit orang yang distalkingnya untuk kepentingan tertentu yang tujuannya negatif atau sampai melanggar undang-undang.

Untuk mengetahui seseorang stalking akun twitter kita sebenarnya gampang-gampang susah. Gampang kalau menggunakan program, susah kalau tidak menggunakannya. Sebenarnya tanpa program pun kita bisa tahu kok seseorang itu stalking akun twitter kita atau tidak. Nah bagaimana caranya mengetahui siapa saja orang yang menjadi stalker di akun twitter kita? Tapi belum tentu juga sih dia benar-benar stalker, namanya juga program, bisa saja salah memberikan hasil.

  1. Login ke twitter
  2. Setelah itu sign in menggunakan akun twitter kita yang ingin kita ketahui siapa saja orang yang menjadi stalker di sana. Izinkan aplikasi untuk mengakses akun twitter kita. Setelah muncul halaman http://www.tweepsect.com/ dalam status log in menggunakan twitter kita tinggal mengetikkan username kita di kotak yang disediakan.
  3. Tekan tombol 'enlighten me'.
  4. Ada tiga daftar yang nantinya akan muncul yaitu, mutual, stalking, dan stalkers. Akun yang dalam status mutual itu artinya kita pernah saling mengunjungi profil twitter masing-masing. Alias saling stalking. Lalu bagian 'stalking' itu adalah akun twitter yang pernah kita kunjungi profilnya tapi tak mengunjungi kita kembali. Kemudian bagian terakhir 'stalkers' nah inilah orang-orang yang men-stalking akun twitter kita dan tidak kita kunjungi balik profilnya.

Menurut saya sih aplikasi ini tidak sepenuhnya benar. Karena biasanya orang akan menganggap orang lain stalker dan melakukan stalking ke akun twitternya itu punya niat yang kurang baik. Biasanya karena tidak suka atau ingin jadi haters, sibuk stalking sumber ketidaksukaannya tersebut. Sedangkan pada aplikasi ini kategori stalkers adalah orang yang mengunjungi profil twitter seseorang tetapi tak mendapat kunjungan balik dari orang yang distalking tersebut.

Tidak sesederhana itu. Namun kalau memang penasaran untuk mengetahui siapa yang benar-benar menjadi 'stalkers' dan selalu stalking akun twitter kita, lama-lama juga akan ditunjukkan kok. Biasanya stalkers suka melakukan kesalahan. Misalnya nih saat stalking akun twitter kita tiba-tiba memencet favorit pada twit kita yang sudah lama, biasanya ini dilakukan secara tidak sengaja. Bisa jadi karena menggunakan smartphone layar sentuh, sehingga sangat sensitif saat menggeser deretan twit kita hingga ke bagian bawah.

Apalagi kalau kita mencurigai sebuah akun menjadi stalker kita. Coba aja cek lini masa miliknya. Biasanya mereka akan nyirnyir dengan twit kita padahal tidak saling follow. Biasanya karena saling tidak suka jadinya tidak mau saling mengikuti di twitter.


Sebenarnya sih tahu atau tidak kita dengan cara untuk mengetahui siapa saja yang menjadi stalkers di akun twitter kita tak begitu memberikan pengaruh kok. Nikmati saja hidup ini dan tulislah apa pun yang kita suka selama itu tidak berniat untuk menyakiti orang lain.

Ubuntu, Kubuntu, atau Jolicloud?


Sebenarnya dari tiga yang saya sebutkan di atas, saya masih punya banyak distro linux yang lain yang pernah saya install di netbook Lenovo saya. Waktu menggunakan netbook Lenovo memang kelimpungan mencari distro linux yang sesuai dan kabarnya lenovo seri tersebut memang kurang ramah terhadap linux. Sehingga saya mencoba banyak sekali distro yang ada.

Tapi mengapa hanya tiga distro linux yang saya hadirkan di sini?

Karena pada akhirnya tiga distro inilah yang membuat saya jatuh cinta. Pertama kalinya saya memang menggunakan Ubuntu, karena waktu yang mengetik kata kunci 'unduh linux' yang muncul adalah Ubuntu. Bisa unduh secara gratis pula. Bahkan waktu itu masih menggunakan windows dan dipermudah dengan file instalasi yang bisa digunakan melalui windows. Bisa dua OS jadinya.

Namun kemudian saya tetap senang dengan satu OS saja, mengingat yang saya gunakan adalah netbook. Pertama kali Ubuntu saya kenal itu di netbook Acer yang sekarang sudah tak lagi bersama saya. Ubuntulah tempat saya belajar menggunakan linux untuk pertama kalinya dan saya jatuh cinta. Karena saya merasakan betapa mudahnya instalasi distronya kemudian aplikasi yang saya butuhkan bisa dibuka di pusat aplikasi. Mirip dengan playstore pada android.

Kalau ada yang merasa tak memahami bahasa terminal dan bingung ingin menginstall program yang dibutuhkan, tak perlu khawatir karena Ubuntu memberikan kemudahan untuk penggunanya.

Saya meninggalkan Ubuntu karena waktu menginstallnya di netbook Lenovo tampilannya kurang maksimal. Resolusinya 800x600 sehingga semuanya terlihat lebih pendek dan gendut. Tidak jernih. Mencari-cari distro linux yang sesuai ternyata menyulitkan. Karena distro yang lain juga memberikan masalah yang sama. Namun tak mengapa karena ada satu distro yang membuat saya tetap menyukai linux di netbook tersebut.

Jolicloud. Tampilan netbook saya mirip dengan tampilan aplikasi di android. Terus saya juga bisa mengakses Jolicloud melalui PC yang lain dengan browser. Karena Jolicloud dihubungkan dengan akun sosial media saya. Jadi distro ini bisa digunakan di PC mana pun yang saya mau asalkan ada akses ke jaringan internet.

Namun, saya harus melepaskan netbook tersebut karena hardisknya rusak sampai dua kali. Memang sih pada masa garansi saya masih bisa lega sebab penggantian hardisk tidak perlu biaya. Tapi daripada rusak lagi dan lagi, saya memutuskan untuk menggunakan PC saja. Sepertinya memang PC jauh lebih cocok untuk saya.

Di PC ini saya sangat puas menggunakan linux. Saya sempat menggunakan Kubuntu dan tampilannya sangat jernih. Saya juga menggunakan Ubuntu hingga sekarang. Karena PC yang saya gunakan model lama dari LG dan layarnya sendiri sangat luas, jadi tak ada masalah dengan resolusi. Walaupun kadang saya merasa kangen dengan Jolicloud tapi sekarang bisa ngetik, ngeblog, dan dengar lagu rasanya sudah memuaskan.


Hehehehe... punya cerita tentang distro linux juga?

30 Agustus 2013

Next Trip Lemukutan Or Randayan?


Di Kalimantan Barat sendiri banyak pulau-pulau kecil yang belum saya datangi. Bahkan saya sendiri berasal dari sebuah pulau yang terdiri dari beberapa kecamatan. Tapi pulau tempat saya berasal tidak kecil sehingga tidak begitu terasa nuansa pulaunya. Walaupun setiap desa selalu memiliki pantai tapi tetap saja daratannya luas.

Berbeda dengan beberapa pulau lain yang mengundang sekali untuk di datangi. Seperti Lemukutan dan Randayan. Keduanya adalah tempat yang belum pernah saya datangi. Ingin sekali bisa datang ke sana. Menjejakkan kaki di pasir pantai dan menikmati cahaya matahari yang pastinya akan membuat kulit saya lebih gelap dari yang sekarang.

Beberapa teman yang pernah ke Lemukutan dan Randayan rata-rata akan mengatakan tempatnya indah. Saya hanya bisa menikmatinya melalui foto-foto yang mereka unggah di media sosial. Alangkah inginnya saya bisa mendatangi tempat-tempat itu suatu hari nanti.

Pantai, laut, dan pulau. Kombinasi yang sangat menyenangkan untuk diingat. Belum lagi membayangkan membakar ikan di pinggiran pantai. Alangkah senangnya bisa melakukan itu semua. Semoga tahun depan saya bisa traveling ke sana. Sekarang masih banyak yang harus diselesaikan. Belum bebas dan ada beban.


Kamu mau liburan ke mana?

Honeyliziousdotcom Akan Dijual?


Pertama kali blog ini lahir yang saya pikirkan hanya mengisinya. Tak terpikirkan nantinya blog ini akan seperti apa. Tak berharap banyak bisa mendapatkan uang dari blog karena saya memang tidak jago untuk mendapatkan trafik yang tinggi atau merampingkan alexa hingga batas ribuan seperti blog lain.

Masih ada yang baca di blog juga sudah syukur. Namun sudah beberapa kali ada yang menanyakan harga blog ini berapa karena mereka berniat untuk memilikinya. Duh kalau memikirkan tentang hal tersebut, berpisah dengan Honeyliziousdotcom dan mendapatkan satu penghasilan yang lumayan, saya belum sanggup. Rasanya saya masih betah mengisinya. Walaupun penghasilan perbulannya masih jauh dari puluhan juta rupiah.

Bahkan saat blog ini belum menghasilkan uang pun saya tak terbersit untuk menjualnya. Sayang harus menjualnya dan mengganti nama dengan blog yang lain. Honeylizious sudah begitu melekat dengan diri saya. Dulu sih sebenarnya ingin membuat akun twitter Honeylicious tetapi sudah digunakan oleh orang lain. Untungnya saya tak mendapatkan username tersebut karena kemudian domain yang menggunakan nama honeylicious adalah toko online alat bantu seksual.


Honeyliziousdotcom rasanya tak akan saya jual. Blog satu-satunya yang menemani hari-hari saya dan aneh saja rasanya jika suatu hari blog ini dimiliki oleh orang lain.

Tentang Mie Aceh


Bentuk Mie Aceh memang mirip dengan pasta. Tapi karena lidah Indonesia, saya lebih suka mie aceh dibandingkan dengan pasta. Meskipun sebenarnya bentuknya hampir serupa. Kadang saat orang melihat foto mie aceh yang saya unggah ke facebook atau twitter mereka akan beranggapan bahwa itu adalah pasta. Padahal kuah kentalnya yang penuh bumbu sangat menunjukkan itu sama sekali bukan pasta.

Pertama kali makan mie aceh itu di Jalan Imam Bonjol Pontianak. Saya hanya tahu variannya mie goreng. Tapi saya sangat kagum dengan rasa yang dihadirkan di dalam mie aceh. Benar-benar enak. Belum lagi daging yang digunakan, emping melinjo, dan potongan jeruk nipis. Benar-benar sempurna. Pertama kali coba saya langsung jatuh cinta dengan mie aceh.

Sehingga saat ada warung mie aceh yang buka tak jauh dari tempat saya bekerja saya segera jadi langganan dan sering mampir untuk makan mie aceh di sana. Saat di warung inilah saya melihat banyak sekali pilihan mie aceh yang bisa kita santap. Karena saya paling suka yang berkuah, saya paling sering makan mie aceh rebus.

Dulu harganya 12.000IDR untuk mie aceh kuah biasa. Sekarang sudah naik menjadi 14.000. Namun itu tak menyurutkan pembelinya. Masih banyak orang yang makan mie aceh. Saya rasa omsetnya bisa melebihi 5 juta dalam sehari. Melihat banyaknya masyarakat yang datang untuk makan. Bahkan jangan harap mie aceh di Jalan Purnama Pontianak ini masih tersedia jika lewat dari pukul 8 atau 9 malam.


Ada keinginan untuk belajar membuat mie aceh sehingga bisa dinikmati di rumah. Ada yang bisa membuat mie aceh di sini?

Membersihkan Karang Gigi


Beberapa hari yang lalu saya mendatangi dokter gigi langganan saya. Ibu Rosa. Sebenarnya nenek-nenek. Dia orang yang membuat gigi saya yang sebelumnya dicabut dan infeksi menjadi sembuh. Sejak saat itu saya memutuskan untuk berlangganan dengannya.

Untuk pertama kalinya saya memberanikan diri membersihkan karang gigi di tempat praktiknya. Saya sedikit takut karena Bu Rosa ini saya lihat orangnya tidak segan-segan untuk 'menyakiti' kita. Waktu dulu saya sakit gigi padahal giginya sudah dicabut dia dengan tenang dan wajah dingin membersihkan lubang di gusi saya dengan alat yang dia gunakan untuk mengorek-ngorek. Tulang rahang saya dia bersihkan tanpa memberikan bius lokal atau apalah.

Saya berteriak waktu itu tapi dia tak peduli. Dia terus saja mengorek-ngorek hingga selesai dan memberikan obat setelahnya. Memang sih saya akhirnya sembuh tapi kalau saya ingin berobat ke sini lagi saya harus punya mental yang kuat supaya siap menghadapi Bu Rosa.

Karena lama sudah tak membersihkan karang gigi, saya pun datang lagi ke tempat praktik Bu Rosa untuk diobok-obok mulutnya. Butuh waktu yang agak lama bagi Bu Rosa membersihkan karang gigi di dalam mulut saya. Dia menyebutnya 'karang gigi tingkat 2'. Dia bahkan memperlihatkan muka 'gemes' saat melihat karang gigi yang menempel di geraham saya. Sambil sesekali menyebutkan betapa kotornya karang gigi tersebut, dia juga seakan-akan ingin memuaskan dirinya dengan menghancurkan semua karang gigi yang melekat di gigi saya.

Saya hanya bisa mengepalkan tangan dan menahan sakit karena Bu Rosa membersihkan karang gigi saya hingga tak bersisa. Bunyi alatnya yang 'ngiiiiiinggg' itu benar-benar memekakkan telinga. Mulut saya penuh darah dan karang gigi yang lepas.


Sekarang saya merasa mulut saya lebih lapang.

Tentang Blog Honeylizious


Blog ini lahir dengan dua pilihan nama. Apakah menggunakan nama lengkap saya atau username twitter saja. Karena nama saya terlalu panjang saya memutuskan untuk menggunakan username twitter saja. Sehingga orang akan lebih mudah mengingat alamat blognya dan twitternya sekaligus. Sudah dua tahun lebih usianya dan beberapa fase sudah dilewati oleh blog ini.

Tapi tentu saja pembelajaran tak akan pernah berhenti. Masih banyak hal yang harus ditingkatkan dalam blog ini. Apalagi saya sendiri bukanlah travel dan food blogger yang berpengalaman. Saya hanya menyukai semua kegiatan tersebut. Menikmati menuliskannya dan membaginya dengan orang lain.


Setiap orang pasti punya penilaiannya masing-masing mengenai blog ini. Kalau menurutmu blog honeylizious itu bagaimana?

Nekad Traveling dengan Uang Pas-Pasan



Saat teman-teman saya banyak yang ke Jogja untuk melanjutkan studinya saya sendiri waktu itu masih harus mengumpulkan uang untuk kuliah. Sehingga saya terlambat satu tahun dibandingkan teman-teman saya. Waktu itu saya berjanji dengan diri saya sendiri, saya akan mendatangi Jogja. Walaupun bukan untuk kuliah.





Beberapa tahun yang lalu akhirnya saya berhasil menjejakkan kaki di sana. Semuanya serba mendadak. Waktu itu saya tak punya rencana sama sekali untuk datang ke Jogja karena uang saya belum cukup. Maklum untuk ke sana setidaknya saya harus mengantongi uang paling tidak 2juta untuk tiket pesawat pulang pergi. Belum makan dan penginapan.

Lalu tiba-tiba kesempatan itu datang. Seorang teman menawarkan tiket untuk ke Jakarta. Karena dia tak punya teman seperjalanan selama di pesawat. Sebenarnya sih saya agak takut ya, karena tak begitu dekat dengan teman saya yang ini. Apalagi saya mengenalnya dari facebook. Waktu itu saya masih menggunakan ponsel saya yang lama dan berlangganan paket data telkomsel flash community yang harganya 10.000IDR/bulan untuk mengakses facebook. Bahkan sering pula saya mengakses facebook secara gratis karena Telkomsel tidak menarik biaya dari facebook yang dibuka dengan alamat 0.facebook.com


Sudah banyak kejadian buruk yang menimpa seorang perempuan yang berkenalan dengan lawan jenisnya melalui facebook. Ada yang diperkosa, ada pula yang dibunuh, bahkan keduanya sekaligus. Mengerikan. Tapi keinginan untuk mendatangi Jogja sedemikian besarnya. Saya pikir tak mengapa selama saya yakin akan baik-baik saja.

Ternyata teman facebook saya ini mendapatkan dua tiket ke Jakarta dengan harga yang sangat miring dan dia tahu saya sangat ingin liburan ke luar kota. Apalagi dia tahu saya selalu bilang ingin ke Jogja. Jadilah kami berangkat beberapa hari kemudian dengan pesawat Batavia Air. Waktu itu Batavia belum bangkrut dan kami mendapatkan tiket seharga 320.000IDR untuk ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta kami harus menginap di hotel karena sudah hampir malam dan kami akan melanjutkan perjalanan esok hari. Teman saya ini sebenarnya memang ingin langsung ke Jogja karena ibunda tercintanya yang sudah lama sakit meninggal dunia. Sedangkan saya sendiri ingin sekali singgah ke Malang lebih dahulu. Ada beberapa teman facebook yang ingin saya datangi.

Kalau memikirkan diri saya yang waktu itu, rasanya saya sedikit bingung, nekad sekali saya mendatangi orang-orang yang hanya saya kenal dari facebook. Sudah banyak korban berjatuhan tapi saya dengan yakin ingin menemui mereka. Saya hanya ingin berprasangka baik dengan orang di sekitar saya.

Baiknya teman facebook yang jadi teman seperjalanan ini membelikan tiket pesawat untuk ke Malang esok pagi. Dengan bantuan teman facebook saya lainnya yang memang membuka jasa mengantar orang di Jakarta kami membeli tiket di sebuah tempat penjualan tiket pesawat yang lumayan jauh dari tempat kami menginap.

Tahun itu sebenarnya adalah pertama kalinya saya naik pesawat sebagai seorang perempuan dewasa. Jadi itu adalah pengalaman yang sangat baru bagi saya. Besoknya kami berpisah. Dia langsung terbang ke Jogja dan saya sendiri ke Malang.

Pertama kali ke Malang dan tak punya teman seperjalanan memang sedikit menakutkan. Tetapi saya bisa bertemu dengan teman facebook saya yang lainnya dan mampir ke rumahnya. Berkenalan dengan keluarganya. Lalu satu malam saya menginap di penginapan tengah kota yang harganya miring. Saya masih ingat, satu malam biaya menginap di hotel itu hanya 80.000IDR.

Besoknya saya ingin berkeliling tapi tak tahu harus bersama siapa karena teman saya sendiri sudah bekerja dan saya tak ingin menyusahkannya. Pilihan satu-satunya hanya becak. Jadilah hari itu saya nekad menyewa sebuah becak seharian dan keliling kota Malang. Saya merasa sangat beruntung karena bertemu dengan seorang tukang becak yang sangat baik.

Selama berkeliling dia selalu menawarkan untuk berhenti di tempat yang bisa saya jadikan latar untuk berfoto. Bahkan dia tidak masalah saya singgah ke beberapa pusat perbelanjaan dan menunggu di parkiran. Tas saya semuanya saya tinggal di becak dan bapak Sutikno dengan setia menunggui saya sambil merokok.

Bapak Sutikno pulalah yang mengajari saya untuk ke Jogja dengan naik kereta karena saya harus menghemat uang saya sekarang. Sebab saya sendirian dan saya bahkan belum punya tiket untuk pulang ke Pontianak. Saya sendiri juga tidak tahu akan pulang kapan. Benar-benar nekad ingin datang ke Jogja tanpa teman dan pengalaman.

Bersama Pak Sutikno, Malang

Tiket kereta dari Malang ke Jogja kebetulan murah hari itu karena bukan hari libur. Seingat saya harganya 170.000IDR untuk kereta eksekutif. Berbekalkan sebuah nomor ponsel teman yang berasal dari Magelang dan berbaik hati menunggu kedatangan saya di Jogja, di Stasiun Tugu, saya mantapkan niat saya untuk ke Jogja. Jangan ditanya lagi ini teman kenal dari mana, karena tentu saja dia adalah seseorang yang saya kenal melalui facebook juga dan kami belum pernah bertemu sama sekali.

Nekad!

Tengah malam saya tiba di Stasiun Tugu dan disambut oleh teman facebook saya dan temannya. Sebenarnya mereka ingin mengajak saya ke Magelang dan melihat Candi Borobudur. Tetapi karena saya tiba tengah malam, mereka memutuskan besok saja membawa saya ke Magelang. Malam itu kami habiskan dengan makan di Jalan Malioboro, Jogja.

Saat saya akhirnya berbaring di penginapan, saya merasa sangat senang. Sebab apa yang saya impikan selama ini tercapai! Saya benar-benar mendatangi Jogja. Kota impian yang hanya bisa saya pikirkan dalam kepala. Tapi saya tidak langsung keliling Jogja besoknya karena teman ini mengajak saya ke Candi Borobudur dulu sebelum saya menghabiskan waktu lebih lama di Jogja.

Candi Borobudur, Magelang

Puas keliling Candi Borobudur, saya sendirian lagi kembali ke Jogja dari Magelang. Naik angkutan Travel Rahayu (CMIIW) yang ongkosnya 17.000IDR dari Magelang ke Jogja saya berusaha menghilangkan penat yang saya rasakan selama perjalanan. Saya duduk di depan, di samping supir.

Nasib baik lagi-lagi memihak saya. Meskipun saya harus menerima omelan sang bapak supir yang kaget saat tahu saya keliling liburan sendirian. Dia bilang tidak baik perempuan bepergian sendirian. Memang sih. Tapi kalau saya waktu itu tidak nekad mungkin impian saya untuk datang ke Jogja tidak segera terwujud. Bapak supir itu yang terkesan protektif mengantar saya ke penginapan murah yang menurutnya aman bagi saya.

Sebab sebelumnya saya menginap di penginapan yang ada di Jalan Pasar Kembang. Ternyata tempat itu merupakan daerah prostitusi dan banyak yang menggunakan penginapan yang sama dengan saya untuk berkencan dengan perempuan bayaran. Saya yang tidak tahu soal Pasar Kembang tentu saja kaget. Untungnya saya tidak apa-apa.

Jogja

Apakah ceritanya tuntas? Belum! Karena setelah menginap tiga malam di Jogja saya memutuskan untuk pulang. Waktu itu uang saya tinggal 1jutaan. Sedangkan perjalanan masih jauh. Saya bingung tapi saya harus pulang. Tapi saya tidak ingin mengatakan masalah uang saya yang menipis ini pada ibu saya. Walaupun sebenarnya lebih baik saya meminta tambahan padanya.

Menimbang-nimbang ongkos kereta yang mahal pada hari libur saya memutuskan naik bus pulang ke Jakarta. Niatnya sih begitu tiba di Jakarta langsung membeli tiket pulang lalu naik taksi ke bandara. Berharap uang 1 juta itu bisa membawa saya pulang. Sayangnya perhitungan saya salah. Saya yang tidak tahu cara membeli tiket sendiri secara online harus menerima kenyataan pahit besok paginya di Jakarta.

Tiket ke Pontianak yang ada hanya dari Garuda Airlines dan harganya melampaui uang saya yang ada di ATM. Tiket tercepat dan termurah hanya ada besok subuh, harganya 550.000IDR. Sebelum memutuskan untuk mengambil tiket tersebut saya hanya berharap pada satu teman facebook saya yang lain. Teman facebook yang ada di Jakarta.

Batre ponsel sekarat. Tapi saya masih sempat menelponnya dan bertanya apakah dia bisa mencarikan tempat saya menginap karena untuk membayar hotel murah rasanya sudah tidak mungkin. Saya harus memegang uang paling tidak 400.000IDR untuk perjalanan. Berbekalkan alamat rumah keluarganya yang ada di Kampung Melayu, saya meminta supir mobil travel tersebut mengantar saya ke sana.

Saya tak pernah mengenal keluarga teman saya ini sebelumnya. Tapi saya nekad saja datang dengan membawa beberapa tas. Untungnya disambut baik oleh bibinya dan diizinkan untuk beristirahat di kamarnya sembari menunggu teman saya yang sedang bekerja. Saya yang memang tidak tidur nyenyak selama 15 jam di dalam bus akhirnya bisa beristirahat dengan tenang. Tidur dengan sangat nyenyak hingga akhirnya teman saya datang.

Teman facebook saya ini, memang sangat baik, selain memberikan tumpangan menginap dia juga mengantar saya hingga ke bandara besok subuhnya. Pesawat pertama. Saat saya tiba di Bandara Supadio, Pontianak dan menghirup udaranya yang hangat, saya sadar bahwa saya telah menyelesaikan perjalanan nekad saya dengan baik. Bahkan saya tidak menghabiskan uang 2juta untuk melakukannya.

Saya sudah menjejakkan kaki di Jogja, kota yang selama ini ingin saya datangi. Bahkan saya mendatangi Malang dan Magelang. Tempat yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Kalau waktu itu saya tidak nekad saya tak akan tahu siapa saja teman-teman facebook saya yang mau berbaik hati membantu dan apa yang ada di luar sana yang harus saya lihat.

Ini perjalanan nekadku. Bagaimana dengan perjalanan nekadmu?

Twitter Conversation Nongol di Time Line



Siapa yang sudah memperbaharui (update) twitter for android di smartphonenya? Sudah menggunakan android? Sadar tidak ada yang baru dan berbeda sekali dari biasanya?

Kali ini ada yang berbeda dengan twitter for android yang terbaru dan juga twitter for desktop. Ada perubahan yang mencolok di lini masa twitter. Selama ini kita sudah terbiasa dihadirkan lini masa yang mengurutkan twit berdasarkan mana yang lebih dulu ditulis oleh akun yang kita ikuti. Perbedaannya yang sekarang adalah conversation (obrolan) yang menggunakan 'balas' (reply) bukan RT muncul di lini masa. Sehingga yang muncul di atas tentu saja twit yang pertama hingga diurutkan ke bawah merupakan 'conversation' yang biasanya hanya muncul jika kita bentangkan.






Apabila dua akun tersebut kita ikuti dan mereka mengobrol jangan takut bingung karena twit lama muncul lebih dulu. Karena akan ada garis biru sebagai penghubung 'conversation' yang sudah dibentangkan secara otomatis oleh twitter. Jadi kita tahu mana 'conversation' mana bukan.

Apakah update twitter ini akan mudah diterima atau tidak oleh penggunanya? Kita lihat saja. Bisa saja twitter membuat pembaharuan seperti ini supaya kita lebih banyak menggunakan 'reply' bukan RT supaya 'obrolan' yang terjalin bisa gampang ditelusuri. Bukan hanya untuk kita sendiri melainkan juga untuk orang lain.


Bagaimana dengan kamu? Suka dengan pembaharuan ini?

Apa yang Harus Saya Tulis di Blog?


Memang setiap hari sepertinya saya tak kehabisan ide untuk mengisi blog ini. Apalagi semenjak kembali dari Solo beberapa bulan yang lalu, saya diajari untuk fokus dalam membangun sebuah blog. Menentukan apa yang seharusnya saya tulis di dalam blog ini. Setidaknya satu dua tulisan dalam seminggu yang fokus pada tema tertentu.

Tema blog ini memang travel dan kuliner. Makanya teman-teman sekarang akan menemukan banyak sekali tempat yang saya kunjungi yang saya tulis di blog ini. Setiap pekan saya selalu menulis paling tidak satu dua tulisan tentang travel atau kuliner. Walaupun lebih banyak tulisan yang random.

Kali ini juga saya sedang bingung mau menulis apa karena memang saya tidak keluar kota seperti beberapa minggu yang lalu. Namun bukan berarti lantas saya menghalalkan untuk libur ngeblog hari ini. Saya tetap harus menulis. Hanya itu yang ada dalam kepala saya. Selama masih bisa. Selama masih mampu. Tak ada salahnya meluangkan waktu 1-2 jam sehari untuk menghasilkan tulisan.


Hey, cuma hari ini, saat bangun tidur saya kebingungan mau menulis apa. Jadinya saya menulis postingan ini supaya saya mendapatkan satu bahan untuk di posting. Bagaimana denganmu? Bingung mau menulis apa hari ini?

29 Agustus 2013

Ternyata, Menulis Itu Gampang!


Semua hal di dunia ini selalu punya dua sisi, sulit dilakukan atau gampang dilakukan. Tak ada yang benar-benar mutlak karena semuanya kembali lagi ke individu masing-masing. Kalau dibiasakan sebenarnya tak ada yang sulit untuk dilakukan. Tak ada sesuatu yang tak bisa kita lakukan seandainya kita mau terus mencoba.

Begitu pula dengan menulis. Awalnya memang sulit untuk merangkai kata-kata. Kadang suka berpikir sulitnya memilih padanan kata yang sesuai. Butuh waktu yang sangat panjang untuk menyelesaikan satu tulisan setiap harinya. Meskipun ide selalu banyak. Tak sedikit ide yang pada akhirnya selesai setengah dan mengendap di kotak draft.

Membiasakan diri menulis setiap hari juga butuh motivasi. Jangan kira saya tak ketemu dengan titik-titik malas update blog walaupun blog ini tetap saja terupdate setiap hari. Ada kok hari-hari saya merasa nulisnya nanti ajaaaa ahhh. Kemudian pada akhirnya keteteran tantangan sendiri. Lalu saat mengingat saya bisa kalah kalau malas terus membuat saya bangkit lagi.

Semenjak membiasakan menulis lebih dari satu postingan sehari, saya menyadari bahwa menulis itu gampang kok asal kita mau. Selama kita tak peduli dengan pendapat orang lain mengenai tulisan kita. Selama yang ada dalam kepala kita adalah 'aku hanya ingin menulis'. Ingin menyelesaikan tantangan setiap harinya membuat lebih fokus dan lupa hal-hal di luar menulis itu sendiri.


Ternyata, menulis itu gampang!

I Am Blogger, Full Content Maker


Mengutip tulisan Mas Joko.

Blogger fase Full Content Maker. Blogger tipe ini kegiatan mencari dan membaca informasi sudah terbatas pada Membaca Sintopikal saja. Yaitu membaca untuk keperluan menulis saja. Dan dominasi menyerap informasinya lebih terfokus dan cenderung lebih rendah dari waktu membuat content di blog itu sendiri. Artinya, dalam fase ini sang narablog boleh dibilang sudah tidak perlu banyak blogwalking kesana-kemari hanya untuk mencari bacaan apalagi untuk tujuan trafik dan memburu komentar balik, tapi lebih fokus di blognya sendiri. Kalaupun masih blogwalking itu pun sekedar buat relationship atau pertemanan saja.

Ah tulisan ini karena saya kangen saja dengan tulisan beliau yang merupakan sahabat pertama saya di blog. Waktu itu saya masih menulis di blog gratisan dan dialah tempat saya bertanya banyak sekali hal. Entah-entah dia merasa saya sangat menyebalkan dengan banyak pertanyaan padanya. Entahlah, tapi dia selalu bersedia menjawab pertanyaan saya. Dia pula orang yang mendukung penuh novel Memamah Jantungmu waktu dicetak untuk pertama kalinya.

Ternyata di tulisan yang beliau tulis di sana saya waktu itu masih merasa sebagai blogger yang berada di fase kedua. Blogger yang aktif ngeblog dan blogwalking. Waktu itu memang saya masih baru sekali ngeblognya. Masih ingin berkenalan dengan banyak orang dan waktu senggangnya banyak dibandingkan sekarang. Kadang-kadang juga suka bingung mau menulis apa di blog kalau tidak membaca.

Sekarang karena harus kejar setoran postingan mau tidak mau mengurangi membaca. Kalaupun membaca itu hanya sedikit dalam sehari. Tak sebanyak dulu yang bisa melahap puluhan postingan di banyak blog. Terutama blog yang isinya tutorial dan segala macamnya. Maklumlah saya memang bukan orang yang terbiasa dengan bidang IT. Sempat dulu kesulitan memasukkan gambar di blog. Lama-lama akhirnya bisa juga itu pun setelah bertanya-tanya pada teman-teman blogger lain.

Karena hari ini saya kangen dengan tulisan Mas Joko saya mampir lagi ke blognya dan membaca tulisan lama di sana. Menemukan komentar saya yang masih newbie itu dan rasanya ingin tertawa. Ternyata saya dulu bahasanya seperti itu. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam dunia online saya sekarang. Terutama dalam menyampaikan ide dan gagasan di blog.

Sekarang saya full content maker lo Mas Joko, sudah berkembang menjadi fase terakhir yang menulisnya jauh lebih banyak dibandingkan membacanya. Ternyata benar komentar yang ada di sana yang mengatakan bahwa setiap blogger akan mengalami 3 siklus tersebut bergantian. Berkembang menjadi seperti yang sekarang. Saya pikir saya akan terus berada di fase kedua karena ngeblog dan ngeblogwalking sama menyenangkannya.


Mas Joko, nulis lagi dong.

JKT48 yang Mana Lagu Sendiri?


Sudah tahu dengan JKT48 dong. Atau belum tahu sama sekali? Itu lo idol grup yang dibuat oleh orang Jepang. Awalnya di Jepang ada AKB48. Lalu di Indonesia dibuat saudaranya, JKT48. Lagu-lagunya juga banyak yang merupakan lagu dari AKB48 yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Konsepnya juga serupa sih. Ada teaternya. Banyak remaja perempuan yang berwajah manis dan menari-nari diiringi lagu.

Saya bukan fans dan bukan pula haters. Saya hanya satu di antara banyak orang yang menikmati konsep hiburan dari JKT48. Tetapi memang versi Jepangnya lebih sreg kalau soal lagu. Soalnya lagunya memang aslinya berbahasa Jepang. Namun saya tidak tahu pasti mana saja lagu yang saduran dari AKB48. Saya tidak akan menyebutnya plagiat karena mereka memang 'satu perusahaan' kan? CMIIW...

Cuma dari banyak lagu yang mereka tampilkan itu semuanya lagu saduran dari AKB48 yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Tariannya juga saduran dari AKB48. Sekali-kali kepengen liat konsep JKT48 yang tidak disadur dari AKB48. Pengen liat pakaian mereka bukan 'seragam sekolah' Jepang yang kayak di manga yang sering saya baca. Kepengen juga liat mereka menyanyi diiringi alat musik tradisional Indonesia.


Pasti jadinya lebih Indonesia dan lebih menyenangkan lagi jika konsepnya berbeda dengan AKB48. Yah, masalah konsep tentu kita tak bisa mengatur karena mereka sendiri sudah punya manajemen. Ini hanyalah suara hati seorang penikmat AKB48 dan JKT48 yang suka sekali dengan lagu Jepang.

Blogwalking, Pentingkah?


Sudah lama sekali rasanya saya tidak melakukan aktivitas blogwalking besar-besaran di blog-blog yang saya follow. Saya sendiri kesulitan membagi waktu untuk ngeblog dan blogwalking. Sekarang juga kegiatan offline begitu menyenangkan. Ngobrol dengan satu dua orang baru yang saya kenal di dunia nyata. Berbagi pendapat sambil ngopi di Jalan Gajah Mada.

Sudah lama sekali tak mengunjungi blog teman-teman yang selama ini selalu saya baca. Sudah beberapa bulan memang saya menanggalkan sejenak jaket 'blogwalker'. Sebab saya sejak awal ingin menjadi blogger bukannya blogwalker. Apakah ada yang salah dengan lebih aktif ngeblogwalker dibandingkan ngeblog? Tak ada yang salah. Tidak melanggar hukum kok. Hehehe...

Namun saat diminta untuk memilih, maunya jadi blogwalker atau blogger? Saya sendiri masih lebih suka menjadi blogger dibandingkan blogwalker. Meskipun dengan blogwalker bisa 'bertemu' dengan teman-teman blogger lain . Bisa jadi mendapatkan teman-teman baru pula.

Sayangnya terlalu banyak blogwalker cukup menyita waktu dan bisa membuat blog ini keteteran updatenya. Dengan mengupdate blog sendiri saya pikir blog ini menyatakan pada teman-teman lain yang berkunjung ke sini bahwa blog ini 'masih hidup', masih bernyawa. Pemiliknya masih mengisinya dengan setia.


Semoga tantangannya bisa saya selesaikan hingga bulan Desember dan saya bisa membuktikan pada diri saya sendiri bahwa saya masih cukup kuat. Nantinya baru saya mengupdate satu dua tulisan saja sehari. Supaya saya bisa blogwalking seperti dulu.

Page Rank, Pentingkah?


Banyak yang bertanya bagaimana cara menaikkan page rank. Terutama untuk blogger yang ingin mencari uang menggunakan blognya. Setiap orang punya cara masing-masing untuk menghasilkan uang, ada yang memilih untuk cara offline dan tak sedikit juga yang memilih secara online karena bisnis online memang lebih mudah mengatur waktunya dan bisa dilakukan saat punya waktu luang.

Cara mencari uang secara online juga banyak sekali caranya. Bisa menggunakan blog yang menjadi media untuk review atau langsung saja membuka toko online dan menjual produk yang kita miliki.

Banyak sekali pemasang iklan yang membayar biaya iklan yang mereka pasang di blog sesuai dengan page rank blog tersebut. Terutama untuk iklan yang berupa review produk. Walaupun alexa rank kadang jadi pertimbangan juga. Tapi seberapa penting sebenarnya menaikkan page rank?

Saya sendiri sejak awal tak begitu paham masalah cara menaikkan page rank di blog ini walaupun banyak yang bilang page ranknya lumayan untuk sebuah blog personal. Hingga tulisan ini diterbitkan, blog Honeylizious.com masih bertahan di page rank 3 dan belum naik-naik juga sejak setahun yang lalu. Pengen sih naikin page ranknya supaya lebih tinggi lagi. Tapi karena saya sendiri tidak tahu cara menaikkan page rank blog jadinya ya angka 3 rasanya cukup dipertahankan saja.


Page rank sendiri di blog ini kadang penting, kadang juga nggak penting. Saat pengiklan yang membayar tulisan menggunakan ukuran page rank jadinya page rank penting sekali. Tapi saat ada yang membayar iklan menggunakan alexa rank, page rank tak memberikan pengaruh sama sekali.


Terlepas dari penting tidaknya mengetahui cara menaikkan page rank dan memiliki page rank yang tinggi, selama kita masih bisa berbagi di blog, itu sudah sangat menyenangkan.

Pantai Jawai, Sambas, Kalimantan Barat


Jawai Selatan, memiliki pantai yang sangat terkenal, Pantai Jawai atau dinamai Pantai Putri Serayi. Tetapi jarang yang menyebutnya Pantai Putri Serayi. Lebih banyak yang menyebutnya Pantai Jawai. Padahal letak pantai ini di Jawai Selatan dan bukan satu-satunya pantai yang ada di kecamatan Jawai. Kecamatan Jawai sendiri ada dua, Jawai Selatan dan Jawai.







Hampir setiap desa di kecamatan ini memiliki pantai. Sehingga disebut sebagai daerah pantai utara.

Saya anak pantai, saya membesar di rumah yang tak jauh dari pantai. Tapi jangan tanya apakah saya bisa berenang, hingga hari ini saya masih belum bisa berenang. Karena pernah hampir tenggelam di laut dan takut untuk kembali belajar berenang. Kejadiannya saat lebaran dan itu sangat menakutkan bagi saya. Sehingga lautan, sungai, adalah tempat-tempat yang rasanya membuat saya gentar.

Pantai, buat sebagaian orang memang tempat wisata. Tetapi Pantai Jawai memiliki kenangan yang sangat kuat di dalam kehidupan saya. Dulu di sinilah saya bermain air bersama keluarga kecil kami. Abah, Umak, dan saudara saya yang lain. Saat saya belum mengenali arti dunia yang sebenarnya. Seberapa luas samudera itu membentang.

Udara pantai, pasir-pasir yang masuk ke sela jemari kaki. Ombak-ombak yang menggulung-gulung. Suara gemuruh saat mereka memecah di tepi pantai. Tempat yang sangat penuh kenangan sampai-sampai saya bisa lupa waktu di Pantai Jawai. Dulu tempat ini sepi. Orang lebih banyak mengunjungi Pantai Sentebang. Terletak di desa Sentebang yang jaraknya sekitar 20 menit menggunakan sepeda motor dari Pasar Matang Suri yang menjadi pintu masuknya Pantai Jawai.

Di kecamatan ini banyak sekali jenis makanan laut. Berbagai macam ikan, kepiting, udang. Beli beberapa makanan laut dan bawa ke pantai. Karena tak ada yang menjual makanan laut yang siap santap di Pantai Jawai. Banyak sih yang membuka kantin di sana tetapi yang dijual masih makanan yang biasa. Seperti lontong, bakso, dan bubur atau nasi. Tak ada ikan bakar, kepiting rebus, atau udang goreng.

Pantai Jawai memang kurang dieksplore. Padahal pemandangannya indah. Bahkan saat kamu berada di sana malam hari, tak jauh bedanya dengan berada di Pantai Kuta, Bali. Deburan ombaknya serupa. Pasirnya juga. Hawa pantai yang dingin. Lautan yang gelap.


Dulu di pantai inilah saya sering bermain dengan teman-teman SMP saya. Menggunakan sepeda. Masih dengan mengenakan seragam sekolah putih biru. Kami berkumpul di pantai. Mencari botol bekas. Menuliskan sesuatu yang tak bisa kami katakan di kertas. Lalu memasukkannya ke dalam botol tersebut. Lantas melemparnya sejauh mungkin ke laut.


Pantai Jawai, di mana saya mengenal lautan untuk pertama kalinya dalam hidup saya.

How Many Hours It Took To Blog?


People around me tell me that they will not stand in front of the computer for hours for blogging. Because they know that my job just write on this blog other than broadcasting. Everyday. So they ask how long it took for me infront of a computer and typing? Actually it took me not very long everyday for blogging. Infact, I more often use the monitor to watch television. I only need 1-2 hours for blogging. Who can stand at home all day infront of the computer. 

Moreover, I can not stare at a computer screen for too long. Since the network that I use no longer bother me to surf. I can minimize the time it takes for writing, including posting the picture. 1-2 hours it's all I need to write 8 posts a day. If only one article it took me just 10-15 minutes. If I am so lazy to blog using my PC, I could use smartphone apps in android.


Blogger for android and android is blogaway for two blogging apps that I use frequently. Can also hell by sending an email to the blog post that I have prepared. But for e-mail post can not make the 'justify' option. This is the difference from blogger for android that is automatically 'justify'.

Me and Meh Story


Sudah tahu dengan kata 'meh' yang banyak digunakan untuk mengeksperesikan sesuatu? Banyak sih yang bertanya-tanya saat saya menggunakannya di media sosial. Sebenarnya 'meh' itu bisa diartikan sebagai banyak sekali ekspresi. Saya sendiri menemukan arti meh itu dari urban dictionary saat saya mencarinya di google menggunakan kata kunci 'the meaning of meh'.

Saya kutip arti 'meh' yang ditampilkan disana.
  1. Kata yang digunakan untuk menunjukkan ketidakpedulian.
    Contohnya:
    A: Kamu mau makan apa malam ini?
    B: Meh
    Silakan lihat video di bawah ini untuk lebih jelasnya.


  2. "The verbal equivalent of a shrug of the shoulders." - quoth me
    (While holding gun to their own head) Give me one good reason why I shouldn't pull this trigger!" "meh."
  3. Meh
    Used in the greatest tv show of all time The Simpsons. In the episode Hungry, Hungry Homer, bart and lisa respond to a homer inquiry with "meh". mystery solved
    Homer: Kids, how would you like to go... to Blockoland!
    Bart & Lisa: Meh.
    Homer: But the TV. gave the impression that--
    Bart: We said "meh". Lisa: M-E-H. Meh.
  4. Meh is used to describe any and every word possible, including:
    Yes
    No
    maybe
    kind of
    never
    always
    ok
    alright
    no thankyou
    yes
    please look b*tch i really dont care so just shut the f*ck up
    if you want
    whatever
    If you want i dont want to really well shut up
    i dont really care
    no honestly, i dont care...
    ...and is never explained on which is actually used...
    "you wanna come round mine?"
    "meh"
    "whats that mean" (told all of the definitions above)
    "so which one? yes or no?"
    "meh"
    "that a yes?"
    "meh"
    "a no??"
    "meh"
    "a maybe???"
    "meh?"
    "maybe???"
    "meh"
    "look please tell me"
    "meh"......
  5. Meh
    An interjection used to imply indifference towards a subject; "a verbal shrug". This particular interjection has somehow become quite popular among teens, the reason for this popularity is a mystery. Other popular interjections are "bleh", "dah", and "mih". Usu. pronounced shortly, without eye contact or body movement.
    "You wanna go to the mall?"
    "Meh, I have nothing to do for the rest of the day..." etc.
  6. Meh
    This is a universal, non-commital answer to every question ever posed. Its the answer that deosn't actually give any answer.
    "So, you wanna do something tonight?"
    "Meh"
    "Done anything good this week?"
    "Meh"
    "How was it?"
    "Meh"
  7. Meh
    A random word when people either don't know what to say, don't care, can't answer a question or are too drunk to form a coherent english phrase.
    -Are you gonna come with us on saturday?
    -Meh.

Tapi satu hal yang jelas 'meh' itu menurut saya ekspresinya kayak sepatu yang sebelah kanan ini, yang warnanya ungu. Nah sekarang kelihatan kan ekspresi 'meh' menurut saya itu seperti apa. Saya juga sering menggunakan 'meh' ketika sedang malas menjawab pertanyaan orang. Hahahaha...

Lalu mengapa sekarang saya menjelaskan tentang 'meh' panjang lebar. Dari penggunaan hingga ekspresi yang sebenarnya muncul dari 'meh' itu sendiri? Jadi begini, saya kemarin sedang memikirkan untuk mempromosikan sepatu yang saya pesan dengan desain seperti ini. Rencananya saya akan menghadirkan lebih banyak lagi ekspresi dari sepatu yang saya namai 'Meh Story' ini. Saya juga baru bikin akunnya di @MehStory. Nantinya di sana akan jadi tempat untuk promosi sepatu yang memiliki ekspresi 'Meh Story'.



Sekarang masih mengumpulkan gambar-gambar ekspresi yang sesuai dengan contoh sepatu yang sudah dalam proses pembuatan ini. Semoga lancar eksekusinya dan bisa menjadi trendsetter untuk sepatu lukis di tahun 2013 ini dan mudah-mudahan meledak di tahun 2014. Kalo kamu sudah punya desain 'Meh Story' versi kamu sendiri bisa pesan sesuai keinginan kok. Rencananya sepatu 'Meh Story' ini akan dipasarkan dengan harga berkisar antara 250.000-300.000IDR. Untuk sepatu kanvasnya sendiri bisa dengan model yang berbeda. Masih banyak model sepatu kanvas lainnya. 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design