Travel: Trip To Sayang Sedayu (7)



Sempat terlalu jauh masuk ke dalam desa. Sampai-sampai kami melewatkan Desa Sayang Sedayu. Tapi masih tak begitu jauh sehingga tak butuh waktu lama untuk kembali. Namun yang kasihan itu tim medis dari Rumah Zakat. Supirnya membawa mereka sampai ke Paloh. Itu jaraknya sekitar 1 jam dari Desa Sayang Sedayu. Sudah nyasar, jauh pula.


Jadi kami yang berangkat belakangan tiba lebih dulu di desa yang ingin kami datangi. Mulailah panitia menyiapkan meja, kursi, dan umbul-umbul. Warga desa mulai memperhatikan kami. Ada yang datang langsung. Semuanya ingin berobat gratis di sini. Maklum puskesmas mereka jarang didatangi dokter. Sehingga kedatangan dokter kali ini sangat mereka elu-elukan.

Paling banyak yang datang tentu saja nenek dan kakek dengan berbagai keluhan. Paling banyak keluhannya sih gangguan pada lambung dan maag. Cuaca hari itu sangat panas menyengat. Sepanjang puasa, rasanya baru kali itulah saya merasa sangat kehausan. Karena harus berbicara dari pagi sampai siang. Tenggorokan kering.

Ketika acaranya selesai, saya akhirnya bisa menarik napas lega. Setidaknya sekarang kami bisa beristirahat di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang. Sekarang perjalanan jauh lebih panjang. Karena kami bukan menuju Sambas lagi dari Desa Sayang Sedayu. Melainkan menuju Pontianak.


Fyuuuh!
Share:
Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes