26 Juli 2013

Travel: Trip To Sayang Sedayu (5)

Travel: Trip To Sayang Sedayu (3)
Travel: Trip To Sayang Sedayu (4)


Masih pagi sekali. Tapi kami semua segera bersiap-siap untuk berangkat ke tempat penyeberangan. Namun masalah baru muncul. Mobil yang kami tumpangi bensinnya tinggal setengah. Padahal kami harus segera pulang dari Sambas hari itu juga saat pengobatan gratis selesai dilaksanakan.


Di Sambas sendiri ada dua SPBU yang beroperasi. Tapi SPBU di sini wajib menjual BBM pada orang yang membawa jirigen. Karena orang yang membawa jirigen ini banyak yang berasal dari kecamatan kecil di sekitaran Sambas. Di kecamatan yang berada di seberang Sambas ini SPBU memang tidak ada. Sehingga semua orang hanya bisa membeli BBM melalui kios yang menjual BBM secara eceran.

Harga tentu akan lebih mahal dari SPBU. Tapi karena tak ada pilihan orang tak protes dengan harga yang diberlakukan oleh kios-kios di kampung. Orang-orang desa itu menerima saja harga BBM yang ada di tempat mereka. Beda jauh dengan orang yang di kota besar. Sibuk protes sana-sini. Sibuk mencaci-maki pemerintah. Tak terbayangkan jika mereka harus tinggal di desa yang tak ada SPBU-nya.

Bahkan untuk memasok barang ke kampung-kampung tersebut, distributor barang juga harus menyeberangi daerah perairan. Saat BBM naik banyak harga tentunya ikut naik, bayangkan lagi harga barang yang sudah naik dan butuh biaya tambahan saat diseberangkan. Itu potret kehidupan orang yang ada di kampung-kampung yang saya ketahui.

Kembali lagi ke masalah bensin mobil. Mau tak mau Pak Iwan harus mengantri di SPBU terdekat pagi itu. Berharap SPBU segera buka dan Pak Iwan kebagian bensin. Sebab bukan cerita baru lagi, BBM ludes dalam hitungan jam. Soalnya yang membeli banyak sekali. Banyak juga yang membawa jirigen saat membeli. Lalu BBM tersebut akan dibawa ke kampung-kampung yang tak ada SPBU-nya.

Kami yang menumpang mobil tersebut menunggu dengan cemas di hotel. Takut Pak Iwan terlambat kembali, sedangkan mobil klinik yang membawa tim medis sudah berangkat lebih dulu.


Masih panjang cerita selanjutnya.

Related Posts

Travel: Trip To Sayang Sedayu (5)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.