26 Juli 2013

Travel: Trip To Sayang Sedayu (3)



Beberapa jam kemudian kami tiba di Singkawang meskipun sempat sangkut di Mempawah saat ditahan sementara oleh polisi yang meminta uang kopi tersebut. Kami pun mulai mendatangi beberapa tempat untuk menawarkan kartu pasca bayar dari Indosat Matrix yang terbaru. Paketannya juga baru dan menawarkan paket tanpa abondemen.


Di sini akhirnya keahlian berbahasa Melayu Sambas saya dipertaruhkan. Sebab di Singkawang juga menggunakan bahasa yang sama. Jadi saya juga membantu teman-teman dari Indosat untuk memberikan penjelasan mengenai keunggulan kartu Matrix dibandingkan yang lain. Kalau saja saya bisa memindahkan paket im3 saya ke matrix sebenarnya saya juga berminat untuk menggunakannya, tapi sayangnya hanya Mentari yang bisa dipindahkan ke paketan matrix. Sama seperti kartu Halo yang bisanya dari Simpati, bukan Kartu As.

Siang-siang keliling Singkawang, memang lumayan menguras cairan tubuh. Kami yang berpuasa sedikit kehausan dibuatnya. Untungnya saat salat Dzuhur bisa singgah di mesjid dan menyegarkan diri dengan wudhu. Lalu salat. Meskipun air yang kami gunakan untuk wudhu itu terasa agak asin dan pahit, tapi tetap menyegarkan.

Setelah salat kami pun berangkat lagi. Sambas masih setengah perjalanan lagi. Desa Sayang Sedayu juga masih jauh, sebab untuk ke sana kami harus menyeberang dengan feri. Penyeberangan itu lumayan jauh dari Kota Sambas. Setelah menyeberang pun Desa Sayang Sedayu masih masuk ke arah dalam lagi.


Semangat!

Related Posts

Travel: Trip To Sayang Sedayu (3)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.